Awas, Inilah Dampak Klorin di Kolam Renang Bagi Tubuh

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   30 Agustus 2018
Awas, Inilah Dampak Klorin di Kolam Renang Bagi TubuhAwas, Inilah Dampak Klorin di Kolam Renang Bagi Tubuh

Halodoc, Jakarta - Berenang bisa menjadi cara terampuh untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh, terutama sistem kardiovaskular. Tak cuma itu, olahraga yang satu ini juga bisa memperkuat otot tubuh sekaligus membuatnya jadi lebih fleksibel. Nah, meski menyimpan banyak keistimewaan, ada satu hal yang mesti diwaspadai pecinta renang, yaitu kandungan klorin di dalam kolam renang.

Klorin sendiri amat reaktif, makanya senyawa ini selalu digunakan dalam kolam untuk menyingkirkan bakteri yang tak diinginkan. Namun, menurut ahli, dalam beberapa kasus zat ini bisa menimbulkan masalah kesehatan, lho. Lalu, apa sih dampak klorin bagi tubuh?

1. Membuat Kulit jadi Kering

Menurut ahli dari American Academy of Dermatology seperti dilansir dalam Mirror, dampak klorin bisa membuat kulit menjadi kering. Selain itu, dalam beberapa kasus kulit sebagian orang juga bisa menjadi busik dan teriritasi, setelah berenang dengan air yang memiliki kandungan klorin. Oleh sebab itu, ahli di atas menyarankan sebaiknya segeralah mandi setelah berenang dan gunakan pelembab. Tujuannya untuk menetralisir kandungan klorin yang menempel pada tubuh.

2. Rambut Rapuh

Bukan cuma sinar matahari atau gonta-ganti shampo saja yang bisa menimbulkan masalah pada rambut. Menurut seorang profesor dermatologi di George Washington School of Medicine and Health Sciences, AS, dampak klorin juga bisa membuat rambut menjadi rapuh. Lo, kok bisa? Ternyata klorin di dalam kolam renang bisa menghilangkan sebum rambut.

Sebum sendiri merupakan minyak esensial yang ada di rambut yang fungsinya menjaga rambut tetap lembut dan lembab, sehingga tak mudah kusut. Nah, hilangnya sebum ini salah satunya bisa membuat rambut bercabang. Enggak cuma itu, bahkan dampak klorin dipercaya bisa mengubah warna rambut.

3. Mengiritasi Mata

Enggak sedikit orang yang matanya merah atau bahkan pedih usai berenang di kolam renang yang mengandung klorin. Menurut ahli, klorin memang bisa membuat mata menjadi kering, gatal, dan merah. Oleh sebab itu, kontak berkepanjangan dengan klorin amat tak disarankan.

4. Masalah Paru

Dampak klorin yang satu ini bisa ditimbulkan bila bercampur dengan urin perenang. Ingat, enggak sedikit perenang yang memiliki kebiasaan kotor ini, apalagi bila kamu berenang di kolam umum. Kata ahli, klorin amat reaktif. Senyawa ini bisa bereaksi dengan apa pun materi organik yang kamu beserta pengunjung lainnya bawa ke dalam kolam, termasuk urin.

Melansir Time, ketika asam dalam urin bergabung dengan klorin maka akan timbul produk sampingan yang disebut cyanogen chloride (CNCI) dan trichloramine (NCl3). Kamu mesti harap-harap cemas, sebab keduanya merupakan senyawa beracun yang bisa menimbulkan efek samping.

Cyanogen sendiri bisa membahayakan jantung, paru-paru, dan sistem saraf pusat. Sementara itu trichloramine dikaitkan dengan cedera paru-paru akut dan penyebab asma pada anak-anak. Untungnya, efek yang ditimbulkan di atas hanya terjadi bila cyanogen chloride berada level yang tinggi.

5. Alergi dan Asma

Menurut ahli dari Catholic University of Louvain, Brussels, Jerman, seperti dilansir Reuters, produk klorinasi yang ada di dalam air dan udara kolam renang, bisa menyebabkan efek aditif yang kuat pada perkembangan asma dan alergi pernapasan. Misalnya, alergi rhinitis. Menurut sang ahli, asma dan alergi ini lebih rentan dialami oleh anak-anak.

Selain itu, menurut studi dalam jurnal Pediatrics, klorin secara signifikan meningkatkan hubungan antara asma dan alergi pernapasan pada anak-anak yang sensitif terhadap alergi.

Punya masalah kesehatan setelah berenang? Enggak perlu panik, kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!


Baca juga:



Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan