• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Awas, Konsumsi Gula Berlebih Bisa Memicu Masalah Kulit

Awas, Konsumsi Gula Berlebih Bisa Memicu Masalah Kulit

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Awas, Konsumsi Gula Berlebih Bisa Memicu Masalah Kulit

Konsumsi gula berlebih diketahui berbahaya bagi kesehatan, karena bisa menyebabkan diabetes dan penyakit kronis lainnya. Tidak hanya itu, pola makan yang tinggi gula ternyata juga bisa berdampak buruk pada kulit lho. Ada berbagai masalah kulit yang bisa terjadi akibat gula berlebih, mulai dari penuaan dini hingga jerawat.

Halodoc, Jakarta – Apakah kamu pencinta makanan manis? Banyak orang menyukai makanan atau minuman manis karena rasanya yang enak, sehingga mengonsumsinya bisa memperbaiki suasana hati.  

Gula sebenarnya tidak sepenuhnya buruk. Faktanya, gula adalah sumber energi dan juga bisa ditemukan dalam makanan sehat, seperti buah-buahan dan susu. Namun, banyak penelitian sudah menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebih bisa berdampak buruk pada kesehatan. Menurut sebuah studi tahun 2016 yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients, sering mengonsumsi makanan manis dalam jumlah banyak dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis, seperti obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskular.

Tidak hanya itu, ada satu lagi dampak buruk dari konsumsi gula berlebih yang mungkin masih jarang diketahui orang, yaitu memicu terjadinya berbagai masalah kulit. Kok bisa? Simak ulasannya di sini.

Baca juga: Inilah Manfaat Mengonsumsi Makanan Manis

Masalah Kulit Akibat Konsumsi Gula Berlebih

Terlalu banyak mengonsumsi gula ternyata juga bisa berdampak buruk pada kesehatan kulit kamu. Berikut ini masalah kulit yang bisa terjadi akibat konsumsi gula berlebih: 

  1. Mempercepat Penuaan Kulit

Buat para wanita, bila kamu khawatir akan penuaan dini, sebaiknya hindari konsumsi gula berlebih. Hal itu karena pola makan yang tinggi gula bisa mempercepat penuaan kulit. Dilansir dari Insider, Donna Hart, MD, FAAD, dokter kulit bersertifikat di Westlake Dermatology & Cosmetic Surgery, mengungkapkan bahwa makanan tinggi gula berkontribusi terhadap penuaan dengan meningkatkan pemecahan serat kolagen dalam proses yang disebut glikasi.

“Kulit yang menua memberikan perubahan paling banyak pada dermis, yaitu tempat serat kolagen dan elastin berada, dan dengan glikasi, gula pada dasarnya mengikat kolagen untuk membentuk sesuatu yang disebut produk akhir glikasi lanjutan (AGEs),” kata Hart. Ikatan inilah yang menyebabkan serat kolagen menjadi kaku dan rapuh, yang mengakibatkan kulit tampak lebih tua.

  1. Bisa Memicu Peradangan Kulit

Peradangan adalah respons tubuh terhadap apapun yang dianggapnya sebagai iritasi, yang bisa muncul dengan sendirinya dalam berbagai cara di seluruh tubuh.

Menurut Deanne Mraz Robinson, MD, asisten profesor klinis dermatologi di Yale New Haven Hospital di Connecticut, gula menyebabkan kortisol, hormon stres tubuh, melonjak. Hal itu bisa memicu peradangan yang mengakibatkan munculnya berbagai kondisi kulit terkait peradangan, mulai dari eksim hingga rosacea dan psoriasis.

Untuk mengatasi iritasi tersebut, Dr. Robinson menyarankan untuk melengkapi menu makan kamu dengan makanan anti-inflamasi, seperti jahe, kunyit, teh hijau, dan blueberry. Jadi, bila kamu makan karbohidrat yang mengandung gula, pasangkan dengan lemak atau protein yang akan mengurangi lonjakan gula darah dan reaksi peradangan.

  1. Memperburuk Jerawat

Peradangan akibat konsumsi gula berlebih juga bisa memperburuk masalah kulit yang umum, seperti jerawat.

Sebuah studi tahun 2018 yang diterbitkan dalam Journal of Pediatrics, melihat hubungan antara konsumsi minuman ringan sarat gula dan jerawat. Para peneliti menemukan bahwa kemungkinan jerawat parah hingga sedang secara signifikan lebih tinggi pada remaja yang mengonsumsi minuman ini setiap hari, dibandingkan mereka yang tidak minum minuman manis. Risiko jerawat bahkan lebih tinggi ketika peserta mengonsumsi lebih dari 100 gram gula setiap hari.

Baca juga: Pola Makan Sehat untuk Mencegah Jerawat

Mengingat ada berbagai masalah kulit yang bisa terjadi akibat konsumsi gula berlebih, kamu dianjurkan untuk lebih memperhatikan lagi asupan gula kamu. Kabar baiknya, kamu tidak harus menghindari gula sama sekali untuk menjaga kesehatan kulit, kamu hanya perlu memilih jenis gula.

Gula alami, seperti yang terdapat dalam buah-buahan, adalah jenis gula yang terbaik. Hal itu karena serat dan kandungan air yang menyertainya bisa membantu memperlambat pencernaan dan penyerapan gula yang mencegah lonjakan gula darah. Jenis gula yang perlu kamu hindari atau batasi adalah gula olahan dan karbohidrat sederhana.

Baca juga: Ini Batas Kadar Gula yang Normal Bagi Wanita

Itulah dampak gula berlebih terhadap kulit. Bila kamu ingin membeli obat-obatan untuk mengontrol gula darah kamu, gunakan saja aplikasi Halodoc. Tinggal order saja lewat aplikasi dan pesanan kamu akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
The Healthy. Diakses pada 2021. Here’s What Happens to Your Skin When You Eat Sugar.
Insider. Diakses pada 2021. Yes, eating a lot of sugar can affect your skin. Here’s how.