• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Awas, Nyeri Haid Bisa Jadi Tanda 5 Penyakit Berbahaya

Awas, Nyeri Haid Bisa Jadi Tanda 5 Penyakit Berbahaya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Memasuki masa menstruasi terkadang menjadi hari yang cukup berat bagi seorang wanita. Hal ini disebabkan beberapa gejala premenstruasi yang kerap muncul, salah satunya nyeri haid atau yang dikenal sebagai dismenore. Normalnya, kondisi ini akan terjadi sebelum atau sesudah masa menstruasi. Nyeri juga akan dirasakan mulai dari perut bawah hingga bagian punggung belakang.

Baca juga: Apa yang Menyebabkan Nyeri Haid Tak Tertahankan?

Kondisi ini dirasakan berbeda-beda oleh tiap wanita. Mulai dari nyeri yang sangat kuat, tetapi berlangsung cepat hingga nyeri ringan dan berlangsung cukup panjang. Adanya kontraksi pada rahim untuk proses peluruhan lapisan rahim menjadi penyebab mengapa seorang wanita mengalami gejala ini. Meskipun normal, tetapi jangan sepelekan nyeri haid yang sangat parah dan mengganggu. Hal ini bisa menjadi tanda adanya penyakit berbahaya. Simak ulasannya, di sini!

Nyeri Haid Parah Bisa Jadi Tanda Penyakit Ini

Sebelum memasuki masa menstruasi, nyatanya rahim akan berkontraksi untuk melepaskan lapisan rahim. Tubuh akan memproduksi prostaglandin untuk memicu kontraksi sehingga nyeri dialami oleh wanita yang akan menjalani menstruasi. Kadar prostaglandin yang semakin tinggi akan membuat nyeri yang dirasakan semakin meningkat.

Namun tidak hanya ini, nyatanya nyeri haid yang sangat parah bisa menjadi beberapa tanda adanya penyakit berbahaya. Berikut ini ulasannya!

1.Endometriosis

Kondisi ini terjadi ketika jaringan yang biasanya melapisi rahim muncul di luar rahim. Selain nyeri yang cukup parah, kondisi ini ditandai dengan gejala lain, seperti menstruasi yang berlangsung lebih dari 7 hari, mengalami perdarahan di luar siklus menstruasi, nyeri saat buang air, hingga kesulitan hamil.

2.Fibroid Rahim

Munculnya fibroid dalam rahim dapat meningkatkan risiko seseorang alami nyeri yang sangat hebat saat menstruasi. Kondisi ini merupakan pertumbuhan sel non kanker di luar atau dalam rahim. Selain nyeri haid yang berlebihan, kondisi ini juga menyebabkan perdarahan yang berlebihan saat seorang wanita mengalami menstruasi.

Baca juga: Inilah yang Termasuk Dismenore Tidak Wajar

3.Pelvic Inflammatory Disease

Kondisi ini merupakan infeksi bakteri pada organ reproduksi wanita. Pelvic Inflammatory Disease (PID) umumnya disebabkan oleh infeksi menular seksual, seperti klamidia atau gonore. Selain nyeri haid yang cukup parah, kondisi ini akan ditandai dengan nyeri ketika berhubungan intim, muncul perdarahan saat berhubungan intim, keputihan yang tidak normal, sensasi panas pada Miss V saat buang air kecil, hingga muncul darah diluar waktu menstruasi.

4.Stenosis Serviks

Kondisi ini menyebabkan bukaan serviks menjadi sangat sempit atau bahkan tertutup. Hal ini menyebabkan darah yang keluar saat menstruasi terhambat. Selain masalah nyeri haid, kondisi ini juga ditandai dengan menstruasi yang tidak teratur.

5.Adenomiosis

Adenomiosis terjadi ketika jaringan endometrium yang melapisi rahim tumbuh menjadi otot pada rahim. Hal ini akan membuat rahim menjadi menebal. Meskipun tidak selalu menimbulkan gejala, tetapi kondisi ini dapat perdarahan menstruasi yang lebih banyak.

Itulah beberapa kondisi yang dapat menyebabkan nyeri haid cukup parah. Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi kondisi nyeri haid agar lebih baik, dengan mandi air hangat, kompres hangat bagian perut bawah, melakukan aktivitas fisik yang ringan, mengonsumsi makanan sehat, dan penuhi kebutuhan cairan.

Baca juga: Cara Menghilangkan Nyeri Haid Tanpa Obat

Segera gunakan aplikasi Halodoc dan bertanya langsung pada dokter ketika nyeri haid disertai dengan beberapa tanda lainnya yang berkaitan dengan penyakit berbahaya. Apalagi jika kamu mengalami, lebih dari tiga kali periode menstruasi, disertai dengan munculnya gumpalan darah, demam, mual, hingga nyeri saat tidak menstruasi.

Pemeriksan perlu dilakukan untuk memastikan penyebab nyeri yang kamu alami. Penanganan yang tepat tentunya dapat membuat kesehatan dapat pulih menjadi lebih cepat.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. What Causes Painful Menstrual Periods and How Do I Treat Them?
Healthline. Diakses pada 2020. How to Handle Severe Menstrual Cramps.
Very Well Family. Diakses pada 2020. 6 Signs Your Period Cramps Are Not Normal.