• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Awas, Pola Asuh yang Salah Bisa Sebabkan Sindrom Peter Pan

Awas, Pola Asuh yang Salah Bisa Sebabkan Sindrom Peter Pan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Awas, Pola Asuh yang Salah Bisa Sebabkan Sindrom Peter Pan

Halodoc, Jakarta - Seorang pria dewasa sejatinya dapat hidup dengan mandiri dan bertanggung jawab. Namun, ada segelintir dari mereka yang menunjukkan kondisi sebaliknya, yakni tingkah perilakunya yang benar-benar menyerupai anak kecil. Kira-kira apa masalahnya? 

Di dunia psikologi, kondisi ini disebut Peter Pan syndrome (sindrom Peter Pan). Seseorang yang mengalami sindrom ini tak dapat mengambil keputusan, dan hidupnya bergantung pada orang lain, bahkan dalam hal kecil sekalipun. Singkat cerita, mereka tak bisa hidup mandiri. 

Pengidap sindrom ini juga takut untuk berkomitmen, tak bertanggung jawab, dan memiliki ambisi yang rendah. Boleh dibilang, mereka tidak mau dan tidak mampu bertumbuh secara dewasa dan memikul tanggung jawab lebih dalam hidupnya. 

Nah, pertanyaannya apa sih penyebab sindrom Peter Pan? Benarkah pola asuh tertentu bisa memicu kondisi ini? 

Baca juga: Bisakah Sindrom Peter Pan Disembuhkan?

Imbas Pola Asuh Protektif dan Permisif

Sebenarnya ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan seseorang memiliki Peter Pan syndrome, salah satunya melalui pola asuh yang diterapkan orangtuanya. Menurut ahli dari Department of Personality, Evaluation and Psychological Treatment, University of Granada, Spanyol, orangtua yang overprotektif bisa menyebabkan kecemasan berlebih pada anak. Nah, ketika mereka tubuh dewasa, akhirnya muncul sindrom ini. 

Sindrom ini biasanya memengaruhi seseorang yang bergantung dan terlalu dilindungi oleh keluarga mereka. Sindrom Peter Pan juga rentan terjadi pada mereka yang belum mengembangkan keterampilan atau kemampuan yang diperlukan untuk menghadapi kehidupan. Nah, kondisi tersebut biasanya dialami oleh mereka yang dibesarkan melalui pola asuh overprotektif . 

Pria dewasa umumnya bisa membuat komitmen, menghadapi tantangan, dan memikul tanggung jawab. Namun, gara-gara perasaan cemas, takut, tidak mampu, dan tak percaya diri akan hal-hal di atas, pengidap sindrom ini justru akan “melindungi” dirinya sendiri. Nah, caranya dengan bersikap layaknya anak kecil. 

Bisa dibilang tekanan mental berat ini yang memicu rasa “ingin kabur dari tanggung jawab”. Kondisi ini yang membuat seorang pria dewasa ingin kembali ke masa kanak-kanak yang tak memiliki beban hidup. 

Selain pola asuh overprotektif, pola asuh permisif juga perlu diwaspadai. Pola asuh ini memberikan begitu banyak kebebasan pada anak, atau lebih seperti memanjakannya. Singkat kata, orangtua akan menuruti segala keinginan anak tanpa adanya pemberian syarat daya juang dari anak. 

Nah, pola asuh seperti ini membuat anak berpikir bahwa mereka bisa selalu mendapatkan apa yang mereka mau dengan mudah. Bahkan, tanpa harus kerja keras, tapi dengan mengandalkan orang lain. 

Baca juga: Kenali Sindrom Peter Pan yang Buat Pria Tak Bersikap Dewasa

Gejala-Gejala Sindrom Peter Pan

Seperti penjelasan di atas, mereka yang mengidap sindrom ini umumnya akan bertingkah laku seperti anak-anak. Nah, berikut ini gejala yang umumnya ditunjukkan pengidap sindrom Peter Pan:

  • Selalu bergantung pada orang lain dan merepotkan orang lain. Mengharapkan untuk selalu dilindungi dan dituruti semua permintaannya.
  • Takut dan memiliki kekhawatiran yang berlebihan jika melakukan segala sesuatu sendiri.
  • Tidak mau mengakui kesalahan dan melimpahkannya pada orang lain sehingga sulit untuk introspeksi diri.
  • Kurang bertanggung jawab dalam pekerjaan atau dalam mengelola keuangan.
  • Selalu mengutamakan kepentingan pribadi, terutama untuk kepuasan dan kebaikan dirinya sendiri.
  • Cenderung berperilaku seperti anak kecil, remaja, atau orang yang lebih muda dari usianya. Biasanya, orang dengan sindrom ini berteman dengan orang yang lebih muda.
  • Tidak bisa mempertahankan hubungan jangka panjang yang stabil, terutama percintaan. 
  • Orang dengan sindrom ini sulit untuk bersikap romantis dan memilih pasangan yang lebih muda.

Baca juga: Kenali Sindrom Peter Pan vs Sindrom Cinderella Complex pada Anak

Hal yang perlu digarisbawahi, tak semua pria dengan sindrom Peter Pan mengalami gejala yang sama. Pengidap sindrom ini sering kali tak menyadari dan merasa seolah-olah dirinya baik-baik saja. Hal ini yang membuat sindrom ini sulit diidentifikasi.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah mental di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Referensi:
ScienceDaily. Diakses pada 2020. Overprotecting parents can lead children to develop 'Peter Pan Syndrome'
Healthline. Diakses pada 2020. Peter Pan Syndrome: When People Just Can't Grow Up
Psychology Today. Diakses pada 2020. 10 Signs of an Emotionally Immature Adult