• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Awas, Sering Batuk Darah Bisa Jadi Gejala Kanker Paru

Awas, Sering Batuk Darah Bisa Jadi Gejala Kanker Paru

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Awas, Sering Batuk Darah Bisa Jadi Gejala Kanker Paru

Halodoc, Jakarta - Sebaiknya jangan abaikan batuk darah atau hemoptisis yang kerap kamu alami. Kondisi ini bisa menandakan adanya gangguan kesehatan yang berbahaya. Salah satu penyakit yang kerap terjadi adalah kanker paru.

Baca juga: Selain Rokok, Inilah Penyebab Lain Kanker Paru

Kanker paru merupakan kondisi dimana terdapat sel kanker pada paru. Kebiasaan merokok menjadi salah satu penyebab utama dari penyakit ini. Selain batuk darah, ada beberapa gejala lain yang perlu kamu ketahui sebagai tanda dari gejala kanker paru. Simak ulasannya dalam artikel ini!

Kanker Paru dan Kebiasan Merokok

Kanker paru menjadi salah satu jenis kanker yang cukup banyak terjadi. Umumnya, penyakit ini rentan dialami oleh perokok aktif. Meskipun demikian, orang-orang yang tidak merokok pun masih memiliki risiko mengalami kanker paru. 

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker paru, seperti:

  1. Riwayat keluarga dengan kondisi kanker paru.
  2. Sering terpapar oleh polusi udara.
  3. Tinggal dan bekerja pada daerah dengan paparan kimia yang cukup tinggi.
  4. Pernah menjalani pengobatan melalui radioterapi.

Batuk Darah Sebagai Gejala Kanker Paru

Sebaiknya jangan abaikan kondisi batuk darah yang kamu alami. Batuk darah bisa menjadi tanda bahwa kamu sedang mengalami gangguan kesehatan yang cukup serius. Salah satunya adalah kanker paru. 

Saat mengalami batuk darah, biasanya darah akan keluar bersama dengan dahak ketika batuk. Hal ini disebabkan adanya gangguan atau kerusakan pada bagian saluran pernapasan. Bukan sebagai gejala awal dari kanker paru, umumnya batuk darah menjadi tanda saat sel kanker sudah menyerang bagian atau organ tubuh lainnya.

Batuk darah biasanya akan disertai dengan gejala lain. Mulai dari batuk kronis, mengi, nyeri dada saat bernapas, penurunan berat badan, kelelahan, hingga infeksi saluran pernapasan yang berulang.

Baca juga: Pemeriksaan untuk Mendeteksi Munculnya Kanker Paru

Pengobatan Kanker Paru

Kanker paru bisa diobati dengan cara yang berbeda. Pengobatan akan dilakukan sesuai kondisi pasien, jenis, hingga lokasi sel kanker. Namun, umumnya, ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan:

1.Operasi

Operasi bisa dilakukan sebagai pengobatan kanker paru saat kondisi kanker masih berada pada stadium 1 maupun 2. Operasi dilakukan untuk mengangkat sel kanker pada salah satu sisi pari yang terdampak. Selain itu, tindakan ini dilakukan untuk menghambat penyebaran sel kanker dalam tubuh.

2.Kemoterapi

Pada stadium lanjut, kemoterapi digunakan untuk membunuh sel kanker dengan menggunakan obat. Kemoterapi juga bisa dilakukan sebelum pengidap kanker paru melakukan tindakan operasi. Tujuannya agar sel kanker menyusut dan pengangkatan lebih mudah dilakukan.

3.Radioterapi

Radioterapi dilakukan dengan menggunakan energi yang sangat tinggi untuk membunuh sel kanker. Selain membunuh sel kanker, pada stadium lanjut, tindakan radioterapi juga dapat menurunkan rasa nyeri maupun tidak nyaman yang dialami oleh pengidap kanker.

4.Terapi Target

Pengobatan ini dilakukan ketika radioterapi dan kemoterapi sudah tidak berjalan dengan maksimal. Pengobatan ini akan digunakan pada pasien stadium lanjut.

Itulah beberapa pengobatan yang bisa dilakukan. Masih ada berbagai jenis pengobatan lain yang bisa dilakukan. Kamu bisa gunakan Halodoc dan bertanya langsung pada dokter mengenai jenis pengobatan lainnya untuk mengatasi kanker paru.

Baca juga: Kapan Sebaiknya Batuk Darah Diperiksakan ke Dokter?

Selain pengobatan, kanker paru juga penyakit yang bisa dicegah, loh. Untuk mencegah penyakit ini, sebaiknya hentikan kebiasaan merokok. Tidak hanya itu, hindari paparan asap rokok secara langsung maupun tidak langsung. 

Lakukan gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan sehat. Perbanyak mengonsumsi sayur dan buah menjadi salah satu cara menekan risiko kanker paru. Jangan lupa untuk rutin berolahraga agar kondisi kesehatan kamu dalam kondisi optimal.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Lung Cancer.
Lung Cancer. Diakses pada 2021. Symptoms - Coughing Up Blood.
UCLA Health. Diakses pada 2021. Coughing Up Blood.