• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Awas, Teratozoospermia dapat Mengganggu Kesuburan Pria
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Awas, Teratozoospermia dapat Mengganggu Kesuburan Pria

Awas, Teratozoospermia dapat Mengganggu Kesuburan Pria

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 16 September 2022

“Teratozoospermia adalah gangguan sistem reproduksi pria yang dapat memicu kemandulan. Kondisi ini bisa ditandai dengan produksi sel sperma dalam bentuk yang tidak normal”

Awas, Teratozoospermia dapat Mengganggu Kesuburan PriaAwas, Teratozoospermia dapat Mengganggu Kesuburan Pria

Halodoc, Jakarta – Memiliki buah hati adalah salah satu impian hampir kebanyakan pasangan suami istri. Tentunya, hal ini bisa dicapai jika kesehatan sistem reproduksi suami dan istri dalam kondisi prima. Pasalnya, ada beberapa gangguan sistem reproduksi yang kemungkinan besar menyebabkan kehamilan sulit terjadi. Contohnya teratozoospermia yang merupakan gangguan sistem reproduksi yang dapat menyerang pria. 

Teratozoospermia didefinisikan sebagai suatu kondisi di mana sperma rusak atau tidak terbentuk dengan baik. Ketika sperma tidak terbentuk dengan baik, mereka mungkin tidak dapat berenang ke sel telur sehingga tidak cukup mampu untuk membuahi sel telur dalam tubuh wanita. Kondisi inilah yang kemudian memicu kemandulan

Berbagai Fakta tentang Teratozoospermia

Berikut adalah beberapa fakta mengenai teratozoospermia:

  1. Kondisi Sperma yang Tidak Normal

Masalah kesehatan pria ini bisa ditandai dengan produksi persentase sperma dalam bentuk yang abnormal, hal ini yang membuat sperma sulit untuk membuahi sel telur. Kondisi akan dikatakan tidak normal jika bentuk sperma yang abnormal ini lebih dari 30 persen dari sperma yang dikeluarkan saat ejakulasi. 

Teratozoospermia bisa diidentifikasi melalui analisis seminogram. Cacat sperma ini juga bisa muncul di semua bagian baik di kepala, tengah, atau ekor. Sperma yang normal harus memiliki bentuk kepala oval yang sempurna, ekor tunggal, panjang, terurai, dan bagian inti yang lebih tebal dari ekor.

  1. Bisa Terjadi pada Bagian Kepala, Badan, dan Ekor Sperma

Sperma yang normal memiliki tiga bagian yaitu kepala, badan, dan ekor. Gangguan ini bisa diidentifikasi dengan melihat ketiga bagian tersebut. 

Istilah sperma abnormal mengacu pada ukuran kepala sperma yang lebih kecil, atau lebih besar. Kemudian kerusakan pada bagian badan disebut sebagai rough body. Sementara sperma yang memiliki dua ekor disebut sebagai two tails, dan dua kepala disebut sebagai two heads.

  1. Penyebab Teratozoospermia

Beberapa penyebab yang diketahui dapat menyebabkan gangguan kesuburan pada pria, antara lain:

  • Masalah pada testis (bisa berupa infeksi atau cedera dll)
  • Varikokel
  • Merokok (Merokok dapat berimbas buruk pada kualitas sel sperma)
  • Mengonsumsi narkoba
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Vasektomi (Pembedahan mikro yang dilakukan untuk mensterilkan seorang pria)
  • Diabetes
  • Perawatan untuk kanker seperti terapi radiasi atau kemoterapi
  • Lingkungan yang meningkatkan suhu testis. (Ini bisa berasal dari lingkungan yang berhubungan dengan pekerjaan atau menghabiskan lebih banyak waktu di bak mandi air panas, sauna atau memakai celana ketat dll)
  • Cacat genetik.

Lantas, Bagaimana Cara Mencegah Teratozoospermia?

Calon ayah dapat melakukan tindakan berikut untuk mencegah teratozoospermia pada sel sperma.

  • Dapatkan tidur yang cukup dan ikuti jadwal tidur yang sehat yaitu tujuh jam sehari.
  • Mengkonsumsi makanan sehat.
  • Makan buah dan sayuran yang kaya antioksidan.
  • Olahraga rutin.
  • Tidak minum alkohol dan tidak merokok.
  • Rutin konsumsi vitamin E
  • Hindari mengenakan celana ketat.

Perlu diketahui, bahwa teratozoospermia ini bukanlah suatu penyakit kronis. Oleh karena itu, pria yang mengalaminya bisa menjalani perawatan dan perubahan gaya hidup yang lebih sehat untuk meningkatkan kualitas sperma.

Agar dapat mengetahui perawatan yang lebih baik, calon ayah bisa berkonsultasi dengan dokter di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Jangan tunda untuk memeriksakan diri sebelum kondisinya semakin memburuk. Tunggu apa lagi? Yuk download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Metro Male Clinic. Diakses pada 2022. Teratozoospermia.
National Library of Medicine. Diakses pada 2022. Genetic Aspects of Monomorphic Teratozoospermia.