Awas, Tinea Barbae Bisa Sebabkan Infeksi Jamur pada Janggut

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Awas, Tinea Barbae Bisa Sebabkan Infeksi Jamur pada Janggut

Halodoc, Jakarta - Kurap bisa terjadi pada area tubuh mana saja. Percayakah kamu kalau kelainan ini juga bisa menyerang janggut pria? Kondisi ini terjadi karena infeksi jamur jenis Tinea barbae, dengan tanda utama berupa gatal dan berkerak pada area yang terinfeksi. Pria dewasa dan usia lanjut lebih berisiko mengalaminya, juga pada pria yang tidak menjaga kebersihan kulit dan lebih sering berhubungan dengan ternak. 

Mengenali Gejala dari Tinea Barbae

Kurap memang bisa menyerang rambut, kulit, dan kuku. Nah, pada kasus kurap yang terjadi pada janggut, akan terlihat kulit memerah dan berbentuk seperti cincin, bagian tengahnya bersih seperti kulit kepala yang botak. Kurap ini juga akan terlihat seperti ketombe, berupa serpihan atau kerak putih yang menempel, dan mengelupas dari kulit yang terinfeksi. 

Namun, bisa juga infeksi jamur pada janggut ini muncul dengan warna hitam. Bisa terjadi, karena terjadinya kerusakan pada pangkal rambut di kulit. Bahkan, tidak hanya warna putih dan hitam, kemunculan infeksinya juga bisa berwarna merah dengan diikuti bengkak dan benjolan berukuran kecil pada permukaan kulit yang seperti lecet.

Baca juga: Aneh tapi Nyata, Pogonophobia Rasa Takut Terhadap Jenggot

Kalau kamu berada di dekat ternak dan mengalami infeksi jamur pada janggut akibat tinea barbae, kamu harus segera memeriksakan kondisi ternak yang ada di lingkungan sekitarmu, karena ada kemungkinan ternak tersebut juga turut terinfeksi yang bisa ditularkan ke manusia. Kamu bisa menyembuhkannya dengan membuat janji langsung dengan dokter di rumah sakit, tetapi hewan ternak yang terinfeksi pun harus disembuhkan supaya tidak menularkan penyakit yang sama. 

Pengobatan dan Pencegahan Tinea Barbae

Supaya bisa mendapatkan diagnosis yang akurat, dokter memeriksa dengan cermat ruam yang muncul pada area janggut. Jika diperlukan, maka dilakukan pengambilan sampel dari rambut atau kulit untuk memastikan jenis jamur yang jadi penyebabnya. Untuk mengatasinya, biasanya diberikan sampo khusus dan obat antijamur secara bersamaan.

Baca juga: Ketahui Penyebab Kurap Bisa Muncul di Wajah

Pasalnya, apabila hanya menggunakan salah satunya, baik sampo maupun obat antijamur, kemungkinan besar infeksi jamur pada janggut tidak bisa teratasi dengan maksimal. Pemberian obat bergantung pada kondisi masing-masing pengidap, dan penggunaannya harus secara intensif, mulai dari empat hingga 12 minggu. 

Namun, kalau kamu belum terinfeksi, tidak ada salahnya untuk melakukan pencegahan. Pun, kalau kamu sudah pernah mengalaminya dan menjaga agar tidak kembali terinfeksi, kamu bisa melakukan beberapa hal berikut ini. 

  • Menjaga kebersihan kulit, terutama janggut. Tidak hanya rambut, janggut juga perlu dicuci dengan shampo setidaknya satu bulan sekali. Gunakan shampo dengan kandungan selenium sulfide untuk mencegah munculnya jamur. Jangan menggunakan barang-barang seperti handuk, sisir, dan topi milik orang lain atau bergantian. 

  • Hindari membiarkan janggut basah dalam waktu yang lama. Setelah mandi, segera keringkan. Janggut yang kering dan bersih bisa mencegah tumbuh kembang jamur yang menyebabkan infeksi. 

  • Ganti sisir kalau kamu sedang menjalani pengobatan. Jangan lupa, jaga pula kebersihan sisir dengan mencucinya setiap dua minggu sekali atau kalau kamu merasa sisir sudah kotor. 

  • Kebersihan pakaian, handuk, dan seprai juga perlu kamu perhatikan. Ganti secara berkala dan cucilah dengan menggunakan air hangat untuk membunuh jamur. Perhatikan juga tempat kamu menjemur pakaian, hindari lokasi yang dekat dengan ternak atau bisa dijangkau oleh ternak. 

Baca juga: Jarang Mandi Bisa Buat Kulit Kena Kadas dan Kurap

Referensi: 
DermNet. Diakses pada 2019. Tinea Barbae.
Medscape. Diakses pada 2019. Tinea Barbae.
MSD Mannuals. Diakses pada 2019. Tinea Barbae.