BAB Berdarah saat Hamil, Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
BAB Berdarah saat Hamil, Apa Sebabnya?

Halodoc, Jakarta – Selama hamil, ibu menjadi lebih berhati-hati dalam menjaga tubuhnya. Setiap ibu hamil pasti mencoba yang terbaik untuk memastikan bahwa kondisi tubuh benar-benar sehat, sehingga bayi yang sedang dikandung lahir dengan aman dan sehat. Namun, saat menemui bercak darah pada tinja ibu menjadi langsung panik. Kondisi ini bisa menjadi tanda yang mengkhawatirkan, terlebih jika dialami oleh ibu hamil. 

Baca Juga: Kondisi BAB Paling Aman saat Hamil, Duduk atau Jongkok?

Walaupun bercak darah tinja membuat ibu panik, kondisi tersebut biasanya tidak serius, kecuali jumlahnya darah cukup banyak dan terjadi secara dalam waktu yang sering. Lantas, sebenarnya apa penyebab tinja berdarah pada ibu hamil? Berikut ini penyebab yang memicu timbulnya bercak darah di tinja saat hamil, yaitu:

  1. Sembelit

Wanita yang sedang hamil rentan mengalami sembelit. Sembelit dapat ringan ringan atau  parah di mana buang air besar menjadi menyakitkan. Sembelit bisa disebabkan karena ibu hamil tidak minum cukup air atau tidak mengonsumsi cukup serat dalam makanan. 

Terkadang, vitamin dosis tinggi yang dikonsumsi berbulan-bulan selama kehamilan juga menyebabkan sembelit. Sembelit dapat menyebabkan masalah lebih lanjut, termasuk darah dalam tinja. Untuk atasi sembelit, bisa mengonsumsi makanan mengandung serat dan perbanyak minum air mineral.

  1. Wasir

Pembuluh darah yang terletak di sekitar area anus dikenal sebagai wasir. Selama bulan-bulan terakhir kehamilan, wasir dapat menjadi bengkak dan menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan. Sembelit yang dialami ibu hamil dapat memicu wasir akibat harus berusaha lebih keras mengeluarkan tinja. Jika pendarahan disebabkan oleh wasir, dokter biasanya menyarankan ibu hamil untuk menambah asupan serat dan minum lebih banyak air. Dokter juga akan memberi agen bulking feses yang untuk melunakkan tinja.

  1. Fisura Anal

Fisura anal adalah retakan yang terbentuk pada kulit di sekitar area dubur. Pada kebanyakan kasus, fisura anal terjadi karena sembelit. Saat ibu terus berusaha keras untuk mengeluarkan tinja, celah anal dapat pecah yang dapat menyebabkan darah dalam feses.  Untuk meringankan rasa sakit dan ketidaknyamanan, coba untuk mandi air hangat dan perbanyak konsumsi serat. Salep Nifedipine dan Nitroglycerin bisa digunakan untuk menenangkan area yang terkena dan menyembuhkan celah-celah lebih cepat. 

  1. Fistula

Fistula seperti saluran dari daerah dubur ke kulit di sekitar anus. Pada kebanyakan kasus, fistula bekerja untuk membantu mengeluarkan zat keputihan. Namun, saluran ini rentan mengalami pendarahan jika ibu hamil mengalami sembelit. Fistula juga dapat menjadi penyebab peradangan parah di beberapa bagian saluran usus dan kondisinya dikenal sebagai penyakit Crohn. Untuk mengobati fistula, dokter biasanya meresepkan beberapa antibiotik yang aman dikonsumsi ibu hamil.

Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Mengejan saat Buang Air Besar?

  1. Divertikulosis

Di dalam anus terdapat banyak kantong yang dikenal sebagai divertikula. Seringnya divertikula berkembang di usus besar selama bertahun-tahun. Divertikula dapat mengembang dan membengkak apabila terdapat tekanan konstan pada usus besar. Kondisi ini bisa menyebabkan divertikula mengalami infeksi, sehingga menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai divertikulosis. 

  1. Polip danan Kanker

Salah satu masalah kesehatan yang juga berhubungan dengan perdarahan dari daerah dubur adalah kanker. Pertumbuhan kanker jinak yang terjadi di usus besar dikenal sebagai polip. Ketika polip berkembang menjadi besar, mereka dapat menyebabkan pendarahan. Ada beberapa jenis polip yang berubah menjadi kanker ganas, namun kasus ini jarang terjadi.

  1. Proktitis Dan Kolitis

Rektum atau usus besar bisa meradang dan menghasilkan borok. Rektum dan usus besar terkadang bisa mengalami peradangan pada saat yang sama. Radang rektum kondisinya disebut proktitis sedangkan radang usus disebut kolitis. Ada berbagai faktor penyebab munculnya borok pada permukaan bagian dalam usus. Munculnya borok ditandai dengan pendarahan atau darah dalam tinja.

Baca Juga: 4 Gangguan Pencernaan Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Itulah beberapa kondisi yang menyebabkan tinja berdarah pada ibu hamil. Sebelum mengobatinya sendiri, akan lebih aman jika ibu berdiskusi dengan dokter terlebih dahulu. Hubungi dokter Halodoc atau pesan janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc bila ingin memeriksakan diri.


Referensi:

Mom Junction. Diakses pada 2019. Blood In Stool During Pregnancy - Causes & Symptoms You Should Be Aware Of.
Baby Center. Diakses pada 2019. Rectal bleeding during pregnancy.