Bagaimana Abses Otak Dapat Dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
mencegah abses otak

Halodoc, Jakarta - Adanya kantung yang terbentuk pada bagian otak tertentu dan berisi nanah merupakan kondisi yang disebut dengan abses otak. Seseorang akan berisiko tinggi mengidap kondisi ini ketika mengidap infeksi pada tubuh, sehingga kuman menyebar ke dalam otak. Selain akibat dari infeksi, benturan yang terjadi pada kepala akibat dari kecelakaan juga dapat berisiko tinggi menimbulkan abses otak.

Ketika abses otak terjadi, hal ini merupakan kondisi gawat darurat yang harus segera ditangani oleh ahlinya. Jika tidak segera ditangani, risiko kehilangan nyawa dapat terjadi kepada pengidapnya. Untuk mencegah terjadinya abses otak, hal-hal apa saja yang harus dilakukan?

Baca juga: Jaga Kesehatan Otak, Ini Bedanya Radang Otak dan Abses Otak

Begini Langkah Pencegahan pada Abses Otak

Penyakit abses otak dapat terjadi karena sejumlah penyakit yang ada pada tubuh. Sebagai langkah pencegahannya, biasanya dokter akan melakukan pengobatan terhadap penyakit yang dapat memicu terjadinya abses otak. Selain itu, pemeriksaan medis secara rutin dapat kamu lakukan guna menghindari terjadinya abses otak, karena penyakit ini dapat timbul karena adanya infeksi dalam tubuh.

Abses Otak Ditandai dengan Gejala Berikut Ini

Setelah terinfeksi, gejala tidak akan langsung muncul pada pengidapnya. Gejala baru akan muncul setelah beberapa minggu pengidapnya terinfeksi. Beberapa gejala yang akan muncul pada pengidap abses otak, antara lain:

  • Demam tinggi, lebih dari 38 derajat Celsius.

  • Merasakan pusing yang hebat.

  • Mual dan muntah-muntah.

  • Merasa gelisah atau linglung.

  • Menggigil dan kejang-kejang.

  • Leher terasa kaki.

  • Sensitif terhadap cahaya.

  • Penurunan kerja otot.

  • Penurunan kemampuan berbicara.

  • Mengalami gangguan penglihatan.

Pada bayi dan anak-anak, gejala akan berbeda dengan orang dewasa. Gejala abses otak yang dialami oleh bayi dan anak-anak, yaitu muntah-muntah, menangis dengan teriak-teriak, serta otot tubuh terlihat kaku. Segera diskusikan dengan dokter, apalagi jika gejala disertai dengan lumpuhnya otot, mengalami kejang mendadak, serta cara bicara mulai tidak jelas.

Baca juga: Kondisi Kesehatan dan Penyakit Ini Bisa Picu Abses Otak

Apa yang Menjadi Penyebab dari Abses Otak?

Adanya pembengkakan pada otak yang disebabkan oleh timbunan nanah merupakan penyebab utama dari abses otak. Selain itu, lemahnya sistem imunitas tubuh yang lemah juga menyebabkan kuman masuk ke dalam otak. Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya abses otak, yaitu:

  • Penyakit jantung kongenital, yaitu penyakit jantung bawaan sejak lahir yang ditandai dengan adanya kelainan struktur pada organ jantung.

  • Penyakit meningitis, yaitu infeksi virus yang menyebabkan radang pada selaput di sekitar otak dan sumsum tulang belakang.

  • Penyakit kanker, yaitu penyakit yang terjadi akibat pertumbuhan sel-sel dalam tubuh yang tidak normal, sehingga membentuk kanker.

  • Menjalani kemoterapi.

  • Penyakit otitis media, yaitu infeksi yang terjadi pada telinga bagian tengah, tepatnya pada rongga di belakang gendang telinga.

  • Penyakit sinusitis, yaitu peradangan pada jaringan yang melapisi sinus yang terletak pada dahi, pipi, belakang mata, dan belakang hidung. 

Baca juga: Sering Alami Kejang, Kenali Penanganan Abses Otak

Prosedur operasi pengangkatan abses otak dibutuhkan jika abses berukuran lebih dari dua sentimeter akan memiliki risiko untuk pecah di dalam otak. Dengan melakukan pemeriksaan medis rutin, kamu dapat melakukan penanganan secepatnya, sehingga komplikasi berbahaya dapat secepat mungkin dicegah. Jika mengetahui gejalanya, segera diskusikan dengan dokter ahli pada aplikasi Halodoc untuk mengetahui langkah pengobatan apa yang harus kamu jalani.

Referensi:
NHS Choices UK (Diakses pada 2019). Brain Abscess. 
MedlinePlus (Diakses pada 2019). Brain Abscess.