• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Cara Mencegah Tantrum Terjadi pada Anak?

Bagaimana Cara Mencegah Tantrum Terjadi pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Bagaimana Cara Mencegah Tantrum Terjadi pada Anak?

Halodoc, Jakarta – Cara mencegah tantrum terjadi pada anak adalah dengan memberikan perhatian positif serta mengetahui batasan anak. Perhatian positif yang dimaksud adalah dengan memberikan pujian setiap kali anak berperilaku baik. 

Tantrum juga bisa dicegah dengan cara membangun komunikasi interaktif dengan anak. Sehingga orangtua tahu apa yang anak inginkan agar anak bisa bebas mengungkapkan apa yang ada di pikirannya kepada orangtua. Informasi selengkapnya mengenai cara mencegah tantrum pada anak bisa dibaca selengkapnya di bawah ini!

Mencegah Tantrum pada Anak

Pernahkah ibu mengalami anak meronta-ronta di lantai mall atau supermarket sembari berteriak tidak mau ditenangkan? Perilaku ini disebut dengan tantrum. Kondisi ini adalah fase yang normal dari perkembangan anak. 

Baca juga: Mengenal 2 Jenis Tantrum pada Anak

Ini adalah cara anak-anak kecil menunjukkan bahwa mereka sedang kesal atau frustrasi. Tantrum biasanya terjadi ketika anak-anak merasa lelah, lapar, dan tidak nyaman. Akan ada dorongan untuk mengamuk ketika anak-anak tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkannya. 

Bagaimana cara mencegah tantrum? Cara mencegah tantrum tidak lain adalah dengan menghindari pemicunya. Coba orangtua amati, apa kira-kira yang membuat anak mengamuk? Situasi seperti apa yang membuat anak tantrum?

Saat melewati lorong permen dan cokelat di supermarket? Ketika orangtua memintanya untuk mandi saat sedang menonton kartun favorit? Atau anak memang sedang lelah dan mengantuk ketika kalian sedang dalam sebuah perjalanan.

Baca juga: 4 Cara untuk Mencegah Anak Mengalami Tantrum

Dengan mengetahui pemicu anak melakukan tantrum, sejatinya orangtua bisa mencegah terjadinya tantrum. Hal yang membuat kondisi ini seringkali tidak terkendali adalah ketika orangtua tidak bisa menahan emosi sehingga balik memarahi anak. 

Jika anak tetap kesal dan tidak bisa ditenangkan, cobalah mengambil kendali dengan memegang anak erat-erat. Katakan padanya dengan lembut bahwa ibu menyayangi anak, tetapi tidak dapat memberikan apa yang dia inginkan. 

Jangan meremehkan kemampuan anak untuk memahami apa yang orangtua katakan. Katakan pada anak mengenai rencana hari ini dan bagaimana kalian akan melakukan aktivitas dengan menyenangkan.

Orangtua harus konsisten dan tidak langsung melemah dengan memberikan apa yang diminta anak. Ketika orangtua konsisten, lama-lama anak bisa mengelola frustasinya. Ketika anak semakin bertambah usia, maka anak-anak akan lebih bisa diajak berkomunikasi sehingga tidak lagi marah-marah melainkan sudah bisa menyampaikan apa yang dia inginkan secara baik-baik. 

Tips Mengatasi Tantrum

Puji anak ketika berhasil mendapatkan kendali atas emosinya. Orangtua bisa mengatakan, "Mama suka adek bisa tenang tadi.” Anak-anak mungkin sangat rentan setelah kemarahan ketika mereka tahu bahwa ia sudah membuat orangtua menjadi tidak sabar. 

Ketika akhirnya anak sudah tenang dan orangtua memberikan pelukan, ini memberikan jaminan kalau orangtua tetap memberikan perhatian penuh dan menyayangi anak meski tadi anak tantrum. 

Tadi sudah disinggung di atas bagaimana kurang istirahat membuat anak cepat rewel. Karenanya, pastikan anak cukup tidur. Tidur yang terlalu sedikit dapat membuat anak-anak menjadi hiper, berperilaku tidak menyenangkan, sampai bertindak ekstrem. 

Tidur yang cukup dapat secara dramatis mengurangi amarah. Cari tahu berapa banyak tidur yang dibutuhkan pada rentang usia anak. Sebagian besar kebutuhan tidur anak-anak berada dalam rentang jam tertentu berdasarkan usia mereka, tetapi setiap anak memiliki kebutuhan tidurnya sendiri.

Jika tantrum anak susah dikendalikan, orangtua bisa mendapatkan rekomendasi dari aplikasi Halodoc. Psikolog yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Referensi:
KidsHealth.org. Diakses pada 2020. Temper Tantrums.
WebMD. Diakses pada 2020. How to Handle a Temper Tantrum.