• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Cara Mencegah Terjadinya Lordosis?

Bagaimana Cara Mencegah Terjadinya Lordosis?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Bagaimana Cara Mencegah Terjadinya Lordosis?

“Lordosis adalah kelainan tulang belakang yang rentan untuk dialami siapa saja. Pada sebagian besar kasus, pengidap lordosis tidak memerlukan perawatan medis. Namun, bila disepelekan, lordosis dapat menjadi semakin parah dan menimbulkan komplikasi serius. Oleh sebab itu, ada baiknya untuk mengetahui beberapa hal yang dapat dilakukan guna mengurangi risiko terjadinya lordosis sedari dini.”

Halodoc, Jakarta – Lordosis adalah salah satu bentuk kelainan tulang belakang dan dapat terjadi pada siapa saja. Kelainan ini dapat membuat kondisi tulang punggung bagian bawah atau lumbal melengkung secara berlebihan ke depan. Sedangkan pada kondisi normal, tulang punggung sedikit melengkung di bagian leher, punggung atas dan punggung bawah. Kondisi tulang yang normal tersebut berperan dalam mempertahankan struktur tubuh. 

Oleh sebab itu, pengidap lordosis rentan untuk mengalami rasa nyeri dan tidak nyaman akibat adanya tekanan berlebih pada tulang belakang. Namun, apakah lordosis dapat dicegah? Simak ulasannya di sini!

Baca juga: Alami Osteoporosis Rentan Terkena Lordosis

Gejala Lordosis yang Perlu Diketahui

Sebelum mengetahui langkah apa saja yang dapat dilakukan guna mencegah lordosis. Ada baiknya untuk mengetahui gejala lordosis yang dapat timbul, bila seseorang mengidap lordosis. Gejala lordosis yang paling umum adalah adanya nyeri otot pada punggung. Hal ini dikarenakan tulang belakang yang melengkung secara tidak normal dapat menarik otot ke arah yang berbeda, akibatnya ketegangan otot terjadi. Namun, bila kamu mengidap lordosis serviks, rasa sakit yang timbul dapat meluas ke leher, bahu, dan punggung bagian atas.

Lordosis perlu diwaspadai bila sudah menimbulkan gejala fisik seperti mati rasa, nyeri, kesemutan, dan kesulitan dalam mempertahankan kendali otot. Sebab, bisa jadi beberapa gejala tersebut adalah indikasi akan kondisi yang lebih serius, seperti trapped nerve atau saraf yang terjepit. Bila merasakannya, kamu dapat konsultasikan keluhan secara langsung kepada dokter terpercaya melalui aplikasi Halodoc. Nantinya, dokter yang berpengalaman akan memberikan anjuran yang tepat untuk keluhanmu.

Bisakah Lordosis Dicegah?

Sebenarnya, belum ada pedoman khusus yang dapat dilakukan guna mencegah lordosis. Akan tetapi, ada beberapa latihan untuk menjaga postur tubuh dan kesehatan tulang yang bisa kamu coba,  antara lain:

  • Mengangkat bahu (shoulder shrugs).
  • Latihan memiringkan leher (neck side tilts).
  • Melakukan pose yoga tertentu, seperti bridge pose atau cat pose.
  • Mengangkat kaki (leg raises).
  • Melakukan pelvic tilt menggunakan bola (stability ball).

Selain metode latihan tersebut, ada beberapa hal lain yang dapat dilakukan untuk mencegah lordosis. Salah satunya adalah tidak berdiri terlalu lama, karena dapat mengubah lekuk tulang belakang. Hal tersebut berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Asian Spine Journal

Bila kamu terlalu sering berdiri akibat kebiasaan atau tuntutan pekerjaan, ada baiknya meluangkan waktu sejenak untuk istirahat atau duduk. Sebab, duduk dengan posisi yang baik secara signifikan dapat mengurangi perubahan pada lekukan punggung bawah. Pastikan kursi yang kamu gunakan memiliki penyangga punggung yang ergonomis dan nyaman.

Baca juga: Redakan Sakit Tulang Belakang dengan Cara Ini

Cara Menangani Lordosis

Selain pencegahan yang dapat dilakukan, ada baiknya untuk mengetahui apa saja penanganan yang dapat dilakukan untuk mengatasi lordosis. Pasalnya, semakin cepat lordosis ditangani, maka risiko komplikasi yang lebih serius dapat diminimalkan. Pada sebagian besar kasus, pengidap lordosis tidak memerlukan perawatan medis, kecuali bila kondisinya sudah parah.  Penanganan yang dilakukan pun akan bervariasi, tergantung dari seberapa parah lengkungan tulang belakang dan apakah ada gejala lain atau tidak. Namun, bila penanganan memang dibutuhkan, ada beberapa pilihan yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Penggunaan obat-obatan, untuk meredakan rasa sakit dan bengkak.
  • Terapi fisik harian, guna memperkuat otot sekaligus rentang gerak.
  • Program penurunan berat badan, untuk membantu pembentukan postur.
  • Terapi penggunaan brace pada anak-anak dan remaja, untuk menghambat progresivitas kurva.
  • Operasi, bila kasus lordosis sudah parah dan disertai masalah neurologis.
  • Konsumsi vitamin D, agar tubuh lebih efektif menyerap kalsium, sehingga kesehatan tulang dapat terjaga.

Baca juga:  Ini 10 Makanan Sumber vitamin D Bantu Cegah Osteoporosis

Meningkatkan kesehatan tulang dapat dilakukan melalui berbagai cara. Salah satunya adalah memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D secara maksimal.

Kamu dapat membeli suplemen yang kamu butuhkan secara langsung melalui aplikasi Halodoc. Tentunya tanpa perlu keluar rumah atau mengantri berlama-lama di Apotek. Jadi tunggu apa lagi? Yuk download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi: 

Healthline. Diakses pada 2021. Lordosis 
Asian Spine Journal. Diakses pada 2021. The Effect of Standing and Different Sitting Positions on Lumbar Lordosis: Radiographic Study of 30 Healthy Volunteers.
Medical News Today. Diakses pada 2021. What Is Lordosis And What Causes It?