• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Cara Mendeteksi Gangguan Disosiatif?

Bagaimana Cara Mendeteksi Gangguan Disosiatif?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Berbagai gangguan kesehatan mental dapat kamu alami akibat adanya masa trauma saat kecil, salah satunya adalah gangguan disosiatif atau yang dikenal juga dengan kepribadian ganda. Gangguan ini menjadi salah satu kondisi dimana seseorang memiliki dua atau lebih kepribadian yang sangat berbeda.

Baca juga: Ini Hal yang Akan Dialami Pengidap Gangguan Disosiatif

Tidak hanya faktor trauma saat kecil, kondisi ini disebabkan berbagai faktor yang dapat memicu gangguan disosiatif. Jika tidak diatasi dengan baik, kondisi ini dapat berisiko meningkatkan keinginan bunuh diri oleh pengidap. Lalu, bagaimana mendeteksi kondisi ini? Kenali gejala dan lakukan pemeriksaan sejak dini untuk mendeteksi adanya gangguan ini agar segera ditangani dengan tepat.

Kenali Gejala Gangguan Disosiatif

Pernahkah kamu mendengar mengenai gangguan identitas disosiatif atau yang dikenal dengan gangguan kepribadian ganda? Kondisi ini menyebabkan pengidapnya memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda satu dengan yang lain. Hingga saat ini penyebab kepribadian ganda belum diketahui secara pasti, tetapi pengalaman traumatis pada saat masa kecil menjadi salah satu faktor pemicu terbesar pada kondisi ini.

Pengalaman traumatis bisa berupa penganiayaan, pelecehan fisik, pola asuh orangtua yang menyebabkan anak merasakan takut berlebihan, hingga pengalaman bencana alam. Kondisi ini tentunya perlu ditangani dengan tepat agar tidak menyebabkan gangguan kesehatan mental yang lebih buruk.

Baca juga: Halusinasi Jadi Gejala Awal Gangguan Identitas Disosiatif

Salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk mendeteksi adanya gangguan disosiatif dengan mengenali gejala gangguan kesehatan mental ini. Melansir Mayo Clinic, ada beberapa gejala utama yang akan dialami oleh pengidap gangguan ini, seperti:

1.Amnesia Disosiatif

Gejala ini akan menyebabkan pengidapnya mengalami kehilangan ingatan yang cukup parah dan berbeda dengan kondisi lupa. Pengidap yang mengalami amnesia disosiatif dapat kehilangan ingatan pada kejadian-kejadian yang menyebabkan kondisi traumatis. Bahkan, seseorang yang mengalami gejala amnesia disosiatif dapat kehilangan ingatan mengenai dirinya. Kondisi ini dapat terjadi dalam jangka waktu yang cukup beragam, mulai jangka pendek hingga jangka panjang.


2.Gangguan Identitas Disosiatif

Gejala ini akan dialami oleh pengidap dengan ditandai munculnya kepribadian lain pada diri pengidap. Bahkan, pengidap bisa memberi nama terhadap beberapa kepribadian yang dimiliki.


3.Gangguan Depersonalisasi – Derealisasi

Kondisi ini bisa ditandai dengan sensasi bahwa pengidap sedang menyaksikan dirinya sendiri melakukan hal lain. Biasanya, pengidap akan kesulitan membedakan realita yang ada.

Itulah beberapa gejala khusus yang akan dialami oleh pengidap gangguan disosiatif. Namun, ada beberapa gejala umum yang akan dialami, seperti ketidakmampuan untuk mengatasi stres, depresi, selalu merasa bahwa pengidap merasa memiliki beberapa kepribadian yang berbeda, merasa asing dengan diri sendiri, hingga menunjukkan perilaku impulsif.

Pemeriksaan untuk Deteksi Gangguan Disosiatif

Mendeteksi adanya gangguan disosiatif tentulah bukan hal yang mudah. Gejala yang dialami pun nyatanya hampir mirip dengan gangguan mental lainnya, seperti gangguan kepribadian ambang hingga gangguan kecemasan.Tentunya gangguan ini perlu pemeriksaan lebih lanjut agar bisa terdeteksi dan dilakukan pengobatan serta perawatan secara tepat. 

Melansir WebMD, pemeriksaan akan dilakukan dengan mengetahui riwayat keluarga hingga kesehatan pasien. Setelah itu, pendeteksian gangguan ini akan ditentukan kriteria DSM-5 yaitu The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, seperti:

  1. Pengidap memiliki kepribadian lebih dari dua dengan pola pemahaman, hubungan, dan pola pikir yang berbeda satu dengan yang lain.
  2. Terjadi kondisi amnesia atau gangguan dalam mengingat informasi penting yang terkait dengan informasi pribadi maupun peristiwa penting.
  3. Mengalami tekanan atau gangguan pada aktivitas yang dilakukan.
  4. Gejala atau gangguan yang dialami bukanlah hasil dari praktek kebudayaan atau keagamaan.
  5. Gejala tidak terjadi setelah pengidap mengonsumsi jenis obat-obatan tertentu.

Baca juga: Gangguan Disosiatif Bisa Sebabkan Gangguan Ingatan

Itulah beberapa kriteria yang akan diperhatikan dokter dalam mendeteksi adanya gangguan disosiatif. Tidak hanya itu, beberapa pemeriksaan lanjutan juga dibutuhkan untuk memastikan kondisi kesehatan mental, seperti rontgen, CT Scan, atau MRI untuk memastikan penyebab yang dialami oleh pasien.

Pengobatan dan perawatan yang dilakukan pun membutuhkan dukungan dari pihak keluarga. Jika kamu memiliki riwayat keluarga dengan gangguan disosiatif, tidak ada salahnya gunakan aplikasi Halodoc dan bertanya langsung pada dokter untuk perawatan kondisi ini.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Dissociative Disorders.
WebMD. Diakses pada 2020. Dissociative Identity Disorders.