• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Cara Mendiagnosis Kista Epidermoid

Bagaimana Cara Mendiagnosis Kista Epidermoid

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar istilah kista epidermoid? Kista ini biasanya muncul di area wajah, leher, kepala, punggung, serta kelamin. Jika dilihat dari tampilannya, kista ini berwarna kecokelatan, berisi cairan kental yang berbau. Ukurannya sendiri dapat sebesar kelereng, bahkan seukuran dengan bola pingpong. Kista ini merupakan benjolan jinak yang jarang sekali menimbulkan masalah. Berikut langkah mendiagnosis kista epidermoid!

Baca juga: Kista Ovarium Bisa Terjadi pada Usia Remaja?

Bagaimana Langkah Mendiagnosis Kista Epidermoid?

Biasanya langkah mendiagnosis dilakukan dengan melihat karakteristik dari benjolan. Jika diperlukan, dokter akan melakukan pengambilan sampel jaringan atau cairan kista untuk diperiksa di laboratorium. Pengambilan sampel jaringan atau cairan ini dikenal dengan istilah biopsi, yang dapat dilakukan pada waktu operasi pengangkatan kista dilakukan.

Karena tergolong benjolan yang jinak, kista epidermoid dapat berhenti tumbuh dan hilang dengan sendirinya. Namun, jika kista sudah mengganggu penampilan, serta menimbulkan rasa tidak nyaman, berikut beberapa langkah mengobati kista epidermoid:

  • Operasi kecil, yang dilakukan dengan mengangkat seluruh kista.

  • Suntikan obat, yang dilakukan untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan.

  • Sayatan kecil pada kista, yang dilakukan untuk mengeluarkan isi dalam kista.

  • Terapi laser, yang dilakukan untuk memperkecil ukuran kista.

Hal yang perlu diketahui dan diingat adalah, jangan memencet kista karena akan menimbulkan infeksi. Selain itu, kista dapat tumbuh menjadi lebih besar. Jika kista pecah, menimbulkan rasa nyeri, dan mengeluarkan banyak cairan, segera tutupi luka dan segera pergi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan yang tepat!

Baca juga: Tips Cepat Hamil setelah Operasi Kista

Gejala Kista yang Perlu Diperhatikan

Gejala umum terbentuknya kista adalah munculnya benjolan di bawah kulit pada salah satu bagian tubuh, seperti pergelangan tangan. Beberapa karakteristik kista yang perlu diketahui, antara lain:

  • Adanya benjolan berukuran sebesar kelereng hingga sebesar bola pingpong.

  • Adanya benjolan di area wajah, tubuh bagian atas, atau leher.

  • Adanya komedo hitam di bagian atas benjolan.

  • Adanya pembengkakan dan kemerahan jika kista telah terinfeksi.

  • Adanya cairan kental berwarna kuning yang berbau tidak sedap saat kista pecah.

Walaupun kista ini bukan termasuk kanker dan jarang menyebabkan masalah serius, tapi semua benjolan yang muncul di tubuh perlu diperiksakan ke dokter. Segera periksakan diri jika kista membesar dengan cepat, terasa nyeri, pecah, serta tumbuh di lokasi yang tidak biasa, seperti jari tangan atau jari kaki.

Baca juga: Jangan Sepelekan 7 Gejala Kista Ini

Jika Tidak Diatasi dengan Baik, Ini Komplikasi Kista yang Terjadi

Kista jenis ini tumbuh saat sel-sel kulit mati terjebak di dalam kulit, yang dipicu oleh cedera kulit, jerawat, infeksi HPV, atau paparan sinar matahari yang berlebihan. Kista ini dapat tumbuh dan menyerang pada siapa saja. Namun, akan lebih berisiko jika dialami oleh orang yang sudah melewati masa puber dan memiliki kulit jerawat. Jika gejala yang muncul tidak segera diatasi dengan baik, berikut sejumlah komplikasi yang dapat terjadi:

  • Jika kista mengalami peradangan, maka akan muncul kemerahan pada area sekitar kista.

  • Jika kista dipencet sampai pecah, maka akan timbul infeksi.

  • Jika kista tidak segera ditangani dengan prosedur operasi, maka kista dapat tumbuh kembali.

Selain beberapa hal tersebut, pada kasus yang jarang terjadi, kista dapat berubah menjadi kanker kulit. Karena komplikasi-komplikasi tersebut, gejala yang muncul harus segera ditangani dengan tepat.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Epidermoid Cysts.
Healthline. Diakses pada 2020. Epidermoid Cysts.
WebMD. Diakses pada 2020. What’s the Treatment for Skin Cysts?