• Home
  • /
  • Bagaimana Cara Mendiagnosis Pembengkakan Otak?

Bagaimana Cara Mendiagnosis Pembengkakan Otak?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Bagaimana Cara Mendiagnosis Pembengkakan Otak?

Halodoc, Jakarta – Pusing adalah gangguan kesehatan yang umum dialami oleh siapa saja. Pusing biasanya dipicu karena berbagai faktor, salah satunya kelelahan. Namun, jangan sepelekan jika pusing yang dialami disertai dengan kesulitan berbicara. Kondisi ini bisa menjadi gejala awal dari kondisi pembengkakan otak.

Baca juga: Stroke Dapat Sebabkan Pembengkakan Otak, Ini Alasannya

Pembengkakan otak atau cerebral edema terjadi akibat penumpukan cairan dalam otak sehingga menyebabkan otak mengalami pembengkakan. Tidak ada salahnya untuk lakukan pemeriksaan terhadap gejala pembengkakan otak yang dialami. Fatalnya, pembengkakan otak yang tidak diatasi dengan baik dapat sebabkan kematian.

Cara Diagnosis Pembengkakan Otak

Ada beberapa gejala yang dialami oleh pengidap pembengkakan otak. Dilansir dari Medical News Today, pengidap pembengkakan otak dapat mengalami pusing yang disertai dengan mual, muntah, dan gangguan ingatan. 

Jika pembengkakan otak yang terjadi sudah cukup buruk, pengidap akan mengalami gejala, seperti kesulitan berbicara, perubahan kesadaran, kejang, hilang ingatan, inkontinensia urine, dan tubuh yang terasa lemas. Sebaiknya kunjungi rumah sakit terdekat untuk lakukan pemeriksaan terkait gejala yang kamu alami.

Pemeriksaan yang tepat membantu untuk mendiagnosis penyebab kamu alami gejala. Proses pemeriksaan yang dilakukan pada setiap pasien akan berbeda. Dilansir dari Healthline, cara tepat diagnosis penyebab pembengkakan otak, yaitu:

1. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik dilakukan untuk memastikan penyebab rasa sakit, kondisi yang terasa tidak nyaman, dan perubahan yang tidak normal pada pengidap.

2. CT Scan

CT scan akan dilakukan untuk memastikan lokasi pembengkakan yang terjadi.

3. MRI

Pemeriksaan MRI dilakukan pada area kepala pengidap untuk mengetahui dengan tepat lokasi yang mengalami pembengkakan.

4. Tes Darah

Pemeriksaan darah dilakukan untuk memastikan penyebab pembengkakan otak yang dialami oleh seseorang.

Baca juga: Gaya Hidup Sehat Bisa Cegah Pembengkakan Otak

Kenali Penyebab Pembengkakan Otak

Umumnya, pembengkakan otak terjadi karena cairan yang berlebihan pada otak. Cairan yang muncul disebabkan karena respon alami oleh tubuh karena adanya gangguan kesehatan.

Ada beberapa gangguan kesehatan yang sebabkan seseorang mengalami pembengkakan otak, seperti stroke iskemik, tumor otak, cedera kepala, perdarahan otak, adanya infeksi seperti meningitis atau toksoplasmosis.

Tidak hanya itu, sebaiknya berhati-hati saat melakukan aktivitas fisik di luar ruangan, tekanan udara yang turun saat di ketinggian dapat menjadi penyebab kamu mengalami pembengkakan otak. Pemeriksaan yang dilakukan dapat menentukan pengobatan yang tepat untuk mengatasi pembengkakan otak yang kamu alami. Tanyakan pada dokter Halodoc apabila kamu ingin mengetahui penyebab pembengkakan otak lainnya.

Dilansir dari Medical News Today, penggunaan obat-obatan juga dilakukan untuk mengatasi pembengkakan otak. Tidak hanya itu, tindakan pembedahan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi bagian otak yang mengalami kerusakan. Ventrikulostomi bisa dilakukan sebagai tindakan pengobatan lainnya untuk mengeluarkan cairan yang berlebihan di dalam otak.

Umumnya, pembengkakan otak dapat dicegah dengan menghindari benturan keras pada bagian kepala. Ada cara lainnya yang bisa dilakukan untuk mencegah pembengkakan otak, seperti:

  1. Lakukan gaya hidup sehat dan hindari kebiasaan merokok;

  2. Jangan lupa untuk menggunakan alat pengaman yang baik ketika melakukan aktivitas agar kepala dapat terhindar dari segala benturan;

  3. Hindari beberapa faktor yang dapat memicu penyakit stroke.

Baca juga: Lindungi Kepala agar Terhindar dari Pembengkakan Otak

Itulah cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kondisi pembengkakan otak. Sebaiknya segera lakukan pemeriksaan jika mengalami nyeri kepala yang tidak kunjung reda dalam beberapa hari.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. Cerebral Edema
Healthline. Diakses pada 2020. Cerebral Edema