• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Cara Mengatasi Entropion Tanpa Operasi?

Bagaimana Cara Mengatasi Entropion Tanpa Operasi?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Bagaimana Cara Mengatasi Entropion Tanpa Operasi?

Halodoc, Jakarta – Sebaiknya jangan sepelekan kondisi mata merah yang berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Mata merah dapat menjadi salah satu tanda adanya gangguan pada kesehatan mata, salah satunya adalah entropion. Kondisi ini merupakan gangguan pada mata yang disebabkan tumbuhnya bulu mata ke arah dalam mata akibat kelopak mata yang berlipat.

Baca juga: Terdengar Sama, Apa Bedanya Entropion dan Ektropion?

Tidak hanya mata merah, kondisi ini juga dapat menyebabkan beberapa tanda lainnya pada mata yang menandakan adanya iritasi pada bagian mata. Jika tidak ditangani dengan tepat, entropion dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi ini, salah satunya dengan tindakan operasi. Namun, adakah cara lain yang bisa dilakukan untuk mengatasi entropion tanpa operasi? Berikut ulasannya.

Kenali Gejala Entropion

Entropion umumnya terjadi pada kelopak mata bagian bawah. Tanda dan gejala yang muncul pun terjadi akibat adanya gesekan bulu mata dan kelopak mata terhadap permukaan mata bagian luar. Ada beberapa gejala yang akan dialami oleh pengidap entropion, seperti:


  1. Merasa tidak nyaman pada area mata.
  2. Mata mengalami kemerahan.
  3. Terasa nyeri dan iritasi.
  4. Lebih sensitif terhadap cahaya dan angin.
  5. Mengalami mata berair.
  6. Munculnya lendir di area mata.
  7. Pengerasan kelopak mata.

Itulah beberapa gejala yang perlu kamu waspadai terkait dengan kondisi entropion. Kamu bisa gunakan aplikasi Halodoc dan bertanya langsung pada dokter ketika alami beberapa gejala tersebut. 

Segera kunjungi rumah sakit terdekat dan lakukan pemeriksaan apabila gejala yang kamu alami tersebut disertai dengan gejala lain. Kondisi kemerahan yang meningkat dengan cepat, area mata terasa nyeri yang cukup parah, dan alami penurunan kualitas penglihatan menjadi tanda bahwa kondisi mata membutuhkan tindakan medis dengan tepat. Hal ini terjadi akibat entropion sudah merusak bagian permukaan atau kornea mata yang dapat membahayakan penglihatan.

Baca juga: Bikin Iritasi, Ini Penyebab Kelopak Mata Masuk ke Dalam

Selain Operasi, Entropion Dapat Diatasi dengan Cara Lain

Entropion dapat diatasi dengan operasi maupun terapi pada mata. Pengobatan akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan mata yang kamu alami. Tindakan operasi dilakukan untuk mengembalikan kelopak mata pada posisi normal. Saat tindakan ini berlangsung pasien akan diberikan obat bius. Namun, setelah tindakan ini biasanya akan ada efek samping, seperti pembengkakan pada area mata.

Sedangkan tindakan lain dengan cara terapi, digunakan untuk jangka pendek atau saat pasien tidak memungkinkan untuk tindakan operasi entropion. Ada beberapa perawatan tanpa operasi yang bisa dilakukan, seperti:

1.Lensa Kontak Lunak

Penggunaan lensa kontak digunakan untuk melindungi kornea dari gesekan bulu mata. Hal ini dapat membantu kamu untuk meringankan gejala dan mencegah entropion menjadi lebih parah.

2. Suntikan Botox

Cairan botox akan disuntikkan pada kelopak mata agar kelopak mata tidak terlipat ke dalam. Biasanya, suntikkan ini akan bertahan selama 6 bulan.

3.Selotip Khusus

Penggunaan selotip khusus ini digunakan untuk menahan kelopak mata agar tidak terlipat ke dalam dan tidak berubah bentuk dalam beberapa waktu.

Baca juga: Kucek Mata Terlalu Kencang, Waspada Kelopak Mata Masuk ke Dalam

Beberapa penanganan tersebut merupakan penanganan jangka pendek. Untuk itu, tidak ada salahnya untuk selalu rutin lakukan pemeriksaan agar entropion yang kamu alami tidak semakin memburuk.

Umumnya, entropion disebabkan melemahnya otot pada area kelopak mata akibat proses pertambahan usia. Tidak heran banyak pengidap entropion yang telah memasuki usia lanjut. Selain itu, ada beberapa kondisi lainnya yang dapat tingkatkan risiko entropion, seperti riwayat cedera pada area mata hingga pernah menjalani operasi di sekitar mata.


Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Entropion.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Entropion.
Medical News Today. Diakses pada 2020. Entropion.