• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Cara Mengatasi Trauma Pasca Keguguran?

Bagaimana Cara Mengatasi Trauma Pasca Keguguran?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Bagaimana Cara Mengatasi Trauma Pasca Keguguran?

Halodoc, Jakarta - Keguguran menjadi momok yang paling mengerikan bagi ibu hamil. Jika pernah mengalami, melewati periode berduka bukanlah hal yang mudah. Sebagian wanita bisa saja terlarut dalam kesedihan, hingga muncul kondisi yang disebut dengan PTSD (gangguan stres pascatrauma).

Masing-masing wanita pasca keguguran akan melalui tahapan yang berbeda. Semakin cepat menerima kenyataan, maka semakin cepat ia pulih dari traumanya. Lalu, bagaimana cara mengatasi trauma pasca keguguran? Inilah beberapa hal yang dapat dilakukan.

Baca juga: Waspada, Ini Penyebab Keguguran di Trimester Ketiga

Lakukan Ini untuk Mengatasi Trauma Pasca Keguguran

Keguguran merupakan pengalaman yang sangat traumatis. Butuh waktu lama untuk bangkit kembali dan menerima rasa kehilangan yang mendalam. Untuk mengatasi trauma pasca keguguran, ibu bisa mencoba melakukan beberapa langkah berikut ini:

1. Kenali Reaksi yang Muncul

Masing-masing ibu akan melewati tahapan yang berbeda dalam memulihkan emosi pasca keguguran. Hal yang perlu diketahui adalah, reaksi yang muncul setelah mengalaminya. Berikut ini beberapa kondisi yang dialami:

  • Timbul rasa tidak percaya dan berusaha untuk menghindari kenyataan. 
  • Rasa sedih dan putus asa mendorong ibu menyalahkan diri sendiri atas nasib berat yang menimpa.
  • Selalu merasa sedih, tertekan, menangis terus-menerus, kehilangan nafsu makan, sulit tidur, tidak fokus bekerja, serta tidak tertarik pada apapun.
  • Setelah melalui beberapa hal sebelumnya, ibu berhasil pasrah dan menerima kehilangan. Menerima bukan berarti melupakan. Meski demikian, ibu telah berhasil melewati masa-masa kehilangan, dan kembali menjalani hidup.

2. Terbuka dengan Pasangan

Langkah selanjutnya adalah meminta dukungan pasangan. Dalam hal ini, ibu tidak bisa egois, karena pasangan juga sedang berduka kehilangan calon bayinya. Jangan terlalu menyalahkan suami atas keadaan. Sebaiknya ibu fokus dalam memupuk romantisme, agar lebih cepat sembuh dari trauma.

3. Diskusikan dengan Ahlinya

Jika peristiwa keguguran membuat ibu sulit untuk menjalani aktivitas sehari-hari, bahkan rasa depresi dan kecemasan kerap menghantui, saatnya untuk bercerita pada ahlinya. Berkaitan dengan hal tersebut, ibu bisa mendiskusikan apa yang dirasakan dengan psikolog atau psikiater di aplikasi Halodoc, ya.

Baca juga: 7 Fakta Mengenai Aborsi yang Perlu Dipahami

Lakukan Hal Ini Jika Ingin Cepat Hamil Pasca Keguguran

Kehilangan hal yang sangat dinanti memang menghancurkan hati. Muncul rasa takut berlebihan keguguran akan berulang. Jika ibu berhasil mengatasi trauma dan ingin cepat hamil kembali, berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan:

  • Masa pemulihan. Keguguran memicu pendarahan, kram perut, dan pembengkakan payudara. Sebelum merencanakan kehamilan, pulihkan kondisi tubuh terlebih dulu ya, bu.
  • Siapkan diri. Setiap wanita akan melalui tahapan yang berbeda untuk pulih. Biasanya, diperlukan waktu 2–8 minggu untuk mengembalikan siklus menstruasi normal dan menyeimbangkan hormon tubuh dalam tubuh.
  • Perhatikan asupan gizi. Proses pemulihan tubuh akan lebih cepat jika diimbangi dengan konsumsi makanan tinggi serat dan kaya zat besi. 
  • Suplemen tambahan. Suplemen asam folat dibutuhkan untuk memastikan bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat. Untuk mendapatkannya, gunakan fitur “beli obat” di aplikasi Halodoc, ya.
  • Hidup sehat. Langkah tersebut termasuk menjauhi rokok, alkohol, dan narkoba, serta cukupi kebutuhan waktu tidur.
  • Rutin berhubungan intim. Pasca keguguran, disarankan untuk berhubungan intim sebanyak 2–3 kali untuk memperoleh kehamilan.

Baca juga: Apa Saja Hal yang Bisa Menyebabkan Stillbirth?

Sebagai langkah paling ampuh agar cepat hamil pasca keguguran, ibu disarankan untuk memeriksakan diri di rumah sakit terdekat untuk memastikan jika kondisi rahim aman dibuahi. Pastikan ibu menjalani sejumlah pemeriksaan untuk mendukung program hamil agar tidak terjadi keguguran berulang. 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. Trauma of Miscarriage May Trigger PTSD.
Very Well Family. Diakses pada 2021. Why Anxiety Is Common After Miscarriage and How to Cope.
Huff Post. Diakses pada 2021. Miscarriage Trauma Can Last Far Longer Than We Realized.