Bagaimana Cara Mengobati Akalasia?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Bagaimana Cara Mengobati Akalasia?

Halodoc, Jakarta – Akalasia adalah kondisi hilangnya kemampuan kerongkongan untuk mendorong makanan atau minuman dari mulut ke lambung. Akibatnya, pengidap akalasia menjadi kesulitan menelan makanan. Gejala lainnya berupa nyeri ulu hati, naiknya kembali makanan atau minuman yang dikonsumsi (regurgitasi), nyeri dada, muntah, dan penurunan nafsu makan.

Baca Juga: Awas, Akalasia Bisa Timbulkan Komplikasi Ini

Pada kondisi normal, otot bagian bawah kerongkongan (lower esophageal sphincter/LES) akan terbuka secara otomatis agar makanan bisa masuk ke lambung. Namun pada pengidap akalasia, LES tidak membuka secara normal, sehingga makanan menumpuk di bagian bawah kerongkongan atau naik kembali ke pangkal kerongkongan. Kondisi ini terjadi akibat faktor genetik, adanya gangguan sistem imun, dan infeksi virus.

Cara Diagnosis Akalasia

Kalau kamu mengalami gejala mirip akalasia, segera bicara pada dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Biasanya, dokter akan mendiagnosis akalasia melalui tes esofagografi, manometri, dan endoskopi. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

  • Esofagografi, tes pencitraan untuk mendapat gambar detail kerongkongan. Pengidap diminta untuk menelan cairan zat pewarna (kontras) yang mengandung barium, sehingga kondisi kerongkongan terlihat jelas saat foto rontgen.

  • Manometri. Tabung plastik kecil dan fleksibel akan dimasukkan ke dalam kerongkongan melalui hidung. Alat ini berfungsi untuk merekam aktivitas dan kekuatan kontraksi otot, serta memeriksa tekanan yang muncul di LES.

  • Endoskopi. Sebuah alat yang disertai kamera di bagian ujungnya dimasukkan ke bagian bawah kerongkongan untuk memeriksa kondisi kerongkongan dan lambung.

Baca Juga: Sulit Menelan Makanan? Awas Mungkin Terserang Akalasia

Begini Cara Mengobati Akalasia

Pengobatan akalasia bertujuan untuk mengurangi gejala, membuka otot LES, dan mencegah terjadinya komplikasi. Berikut ini jenis penanganan yang dilakukan pada pengidap akalasia:

  • Suntik botox untuk mengendurkan dan membuka LES.

  • Pelebaran kerongkongan. Dilakukan dengan memasukkan sebuah balon ke bagian kerongkongan yang mengalami penyempitan dengan bantuan endoskopi. Kemudian, balon dikembangkan untuk memperbesar LES, sehingga makanan dan minuman bisa masuk ke dalam lambung.

  • Operasi, dikenal dengan myotomy. Tindakan operasi untuk mengatasi akalasia terdiri dari heller myotomy, peroral endoscopic myotomy (POEM), dan fundoplication.

  • Pemberian obat-obatan, seperti nitrogliserin dan nifedipine. Obat diberikan jika kondisi pengidap tidak memungkinkan untuk menjalani prosedur pelebaran kerongkongan, suntik botox, atau operasi.

  • Penanganan mandiri di rumah. Caranya dengan perbanyak minum air putih ketika sedang makan, mengunyah makanan dengan baik sebelum ditelan, menjalani pola makan dengan porsi lebih kecil dan lebih sering, menghindari makan sebelum tidur (minimal tiga jam), menghindari tidur dengan posisi datar (gunakan bantal penyangga kepala), serta berhenti merokok.

Baca Juga: Harus Tahu, Ini 5 Gejala Akalasia yang Bikin Susah Nelan

Tanpa penanganan yang tepat, akalasia bisa menyebabkan berbagai komplikasi. Antara lain pneumonia aspirasi, perforasi esofagus, hingga kanker esofagus. Kalau kamu punya keluhan sulit menelan, jangan ragu berbicara pada dokter Halodoc. Kamu hanya perlu membuka aplikasi Halodoc dan masuk ke fitur Talk to A Doctor. Kamu bisa melakukannya kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!