Bagaimana Cara Mengobati Hipertensi Pulmonal?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
bagaimana-cara-mengobati-hipertensi-pulmonal-halodoc

Halodoc, Jakarta – Kamu mungkin sudah familiar dengan penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Namun, tahukah kamu tentang hipertensi pulmonal? Hipertensi pulmonal adalah jenis tekanan darah tinggi yang spesifik menyerang pembuluh darah arteri di paru-paru dan sisi kanan jantung. Bila tidak segera diobati, hipertensi pulmonal bisa menyebabkan gagal jantung yang dapat membahayakan nyawa. Karena itu, sangat penting untuk melakukan pengobatan sedini mungkin untuk mencegah terjadinya komplikasi. Yuk, ketahui cara mengobat hipertensi pulmonal di sini.

Hipertensi pulmonal bisa terjadi ketika arteri kecil pada paru-paru yang disebut arteriol pulmonal dan pembuluh kapilernya menyempit, tersumbat, atau rusak. Kondisi ini bisa mengakibatkan aliran darah dari sisi kanan jantung menuju paru-paru yang berperan dalam menyebarkan oksigen ke semua organ menjadi terganggu. Akibatnya, tidak hanya aliran darah menjadi sulit menuju ke paru-paru, tetapi tekanan pada arteri paru-paru juga meningkat. Peningkatan tekanan tersebut membuat bilik kanan jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah menuju paru-paru. Lama-kelamaan otot jantung akan melemah, sehingga akhirnya memicu gagal jantung.

Hipertensi pulmonal bisa terjadi pada siapa saja dari segala usia, tetapi orang yang memiliki masalah pada jantung atau paru-paru berisiko lebih tinggi mengalami penyakit ini.

Baca juga: Berakibat Fatal, Bagaimana Proses Terjadinya Gagal Jantung Kongestif?

Gejala Hipertensi Pulmonal

Gejala awal hipertensi pulmonal seringkali tidak disadari, hingga penyakit ini mulai bertambah buruk seiring perkembangannya. Berikut ini gejala hipertensi pulmonal yang umumnya akan dialami pengidap:

  • Nyeri dada;

  • Jantung berdebar;

  • Napas pendek atau terputus-putus. Gejala ini awalnya muncul setiap melakukan aktivitas, tetapi lama-kelamaan bisa semakin memburuk sampai bisa terjadi walaupun sedang beristirahat;

  • Pembengkakan di area tungkai dan perut;

  • Lemas;

  • Warna bibir atau kulit kebiruan; dan

  • Pusing atau pingsan.

Bila kamu mengalami gejala hipertensi pulmonal seperti di atas, coba bicarakan saja kepada dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Dokter terpercaya Halodoc bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Jangan lupa download Halodoc di App Store dan Google Play sebagai teman penolong untuk kesehatanmu.

Baca juga: Tak Hanya Nyeri Dada, Ini 14 Tanda Sakit Jantung

Cara Mengobati Hipertensi Pulmonal

Sayangnya, hipertensi pulmonal merupakan penyakit yang belum bisa disembuhkan. Jadi, pengobatannya hanya bertujuan untuk meredakan gejala dan menghambat perkembangan penyakit. Bila terdeteksi dan ditangani lebih awal, kerusakan arteri pulmonal secara permanen bisa dicegah. Berikut ini beberapa pilihan cara mengobati hipertensi pulmonal:

1. Pemberian Obat-Obatan

Ada banyak jenis obat-obatan yang bisa diberikan pada pengidap hipertensi pulmonal, antara lain:

  • Antikoagulan, yaitu obat pengencer darah untuk menghambat terbentuknya gumpalan darah. Contoh antikoagulan yang sering digunakan adalah warfarin.

  • Sildenafil atau tadalafil, kedua obat ini sama-sama berfungsi untuk membuka pembuluh darah paru-paru untuk mempermudah darah untuk mengalir. 

  • Antagonis kalsium. Obat ini hanya efektif pada sebagian pengidap hipertensi pulmonal dan bekerja dengan cara melemaskan otot pembuluh darah.

  • Diuretik. Obat ini berfungsi untuk mengurangi penumpukan cairan di dalam paru-paru, sehingga kerja jantung menjadi lebih ringan.

2. Suplemen Oksigen

Pada pengidap hipertensi pulmonal yang hidup di dataran tinggi atau mengalami sleep apnea, dokter bisa memberikan suplemen oksigen.

3. Operasi

Cara mengobati hipertensi pulmonal lainnya adalah dengan melakukan prosedur operasi. Operasi yang biasanya dilakukan untuk hipertensi pulmonal, antara lain:

  • Septostomi atrium. Prosedur ini dilakukan untuk mengatasi gejala yang tidak bisa diatasi dengan obat-obatan. Dokter akan melakukan bedah jantung terbuka untuk membuat celah antara serambi kiri dan kanan jantung untuk mengurangi tekanan pada sisi kanan jantung. Dengan begitu, jantung bisa memompa darah lebih optimal.

  • Endarterektomi paru. Tindakan ini bertujuan untuk menghilangkan gumpalan darah di arteri pulmonal. Endarterektomi paru biasanya dilakukan pada pengidap hipertensi pulmonal dan emboli paru.

  • Balloon Pulmonary angioplasty. Prosedur ini dilakukan untuk melancarkan kembali aliran darah ke paru-paru. Pada prosedur ini, sebuah balon kecil ditempatkan dan dikembangkan beberapa saat pada arteri untuk membuka aliran darah yang terhambat di arteri pulmonal.

Baca juga: Jaga Tekanan Darah Normal dengan Rutin Berolahraga

Referensi:
NHS. Diakses pada 2019. Pulmonary hypertension – Treatment.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Pulmonary hypertension - Diagnosis and treatment.