• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Cara Sifilis Ditularkan dari Orang ke Orang?

Bagaimana Cara Sifilis Ditularkan dari Orang ke Orang?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Sifilis, atau dikenal dengan penyakit raja singa menjadi salah satu penyakit menular seksual. Kamu pasti sudah bisa menduga dari namanya, sifilis menular lewat kontak seksual. Namun, ternyata masalah kesehatan ini juga bisa menular ke orang lain dengan banyak cara, lho! 

Penyakit raja singa muncul karena infeksi bakteri yang bernama Treponema pallidum. Ketika bakteri masuk ke dalam tubuh, seseorang bisa langsung merasakan berbagai gejalanya, seperti demam dan munculnya luka pada kulit. Nah, munculnya lesi inilah yang menjadi tanda bahwa sifilis bisa mulai menulari orang lain. 

Baca juga: Bagaimana Ciri-Ciri Sifilis pada Ibu Hamil?

Berbagai Cara Penularan Sifilis

Ketika seseorang melakukan kontak atau bersentuhan langsung dengan luka orang lain yang mengidap sifilis, bakteri akan sangat mudah berpindah dari pengidap ke orang tersebut. Nah, penularan atau perpindahan bakteri bisa terjadi melalui beberapa cara berikut ini. 

  • Kontak Seksual

Kontak seksual menjadi jalur paling utama dan paling sering terjadi dalam kasus sifilis. Penularannya bisa terjadi secara oral, vaginal, bahkan anal. Ketika seseorang yang memiliki luka sifilis pada organ intimnya melakukan hubungan seks tanpa menggunakan alat pengaman, bakteri akan sangat mudah berpindah ke pasangan. 

Beberapa hari setelah penularan terjadi, luka siflis akan mulai muncul pada anus, skrotum, vagina, penis, bahkan hingga mulut. Sayangnya, orang-orang yang mengidap penyakit ini sering kali tidak menyadari bahwa terdapat luka pada alat kelaminnya. Kondisi ini akan mengakibatkan penyebaran yang lebih luas lagi, terutama jika aktif secara seksual atau sering berganti pasangan.

Baca juga: 4 Fakta Tentang Sifilis yang Ditularkan dari Hubungan Intim

  • Menggunakan Jarum Suntik yang Tidak Steril

Selain kontak seksual, penularan sifilis juga bisa terjadi karena penggunaan jarum suntik yang tidak steril. Ini artinya, orang-orang yang menggunakan obat terlarang secara suntik sudah pasti berisiko terserang penyakit ini, meski tidak melakukan hubungan seksual dengan pengidap.

Proses transfusi darah juga menjadi aktivitas penggunaan jarum suntik yang tidak steril. Meski begitu, kondisi ini lebih jarang terjadi karena setiap pendonor akan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum melakukan donor darah.

  • Penularan dari Ibu Hamil pada Janin

Jika ibu hamil mengidap sifilis, risiko penularan pada janin terbilang sangat tinggi. Perlu diketahui bahwa sifilis menjadi gangguan kesehatan yang sangat membahayakan bagi bayi, karena akan meningkatkan risiko terjadinya gangguan tumbuh kembang, kejang, dan kelahiran mati.

Jadi, lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin guna menghindari komplikasi yang tidak diinginkan. Supaya lebih mudah, gunakan aplikasi Halodoc untuk membuat janji terlebih dahulu di rumah sakit terdekat. Jadi, pastikan aplikasi Halodoc sudah kamu download di ponsel, ya!

Baca juga: Ini 4 Gejala Kamu Terkena Sifilis

  • Kontak Langsung dengan Luka Terbuka 

Waspada dengan luka terbuka pada pengidap sifilis, karena juga bisa menjadi cara penularan pada orang lain. Memang, penularan melalui cara ini terbilang jarang, tetapi bukan berarti kamu bisa mengabaikannya, terlebih jika kamu bekerja di rumah sakit atau pelayanan kesehatan lainnya. 

Bakteri penyebab penyakit sifilis bisa dengan mudah masuk ke dalam tubuh jika luka yang tidak tertutup di tubuh bersentuhan langsung dengan lesi sifilis. Perlu diingat pula bahwa sifilis tidak bisa menular melalui kontak biasa, seperti berbagi makanan, berpegangan tangan atau berpelukan bersin dan batuk. Sifilis pun tidak menular jika kamu menggunakan kloset duduk atau benda yang sama dengan pengidap. 

Itulah tadi beberapa cara penularan sifilis selain melalui kontak langsung secara seksual. Jadi, selalu berhati-hati, ya!

Ternyata, meski identik dengan anjing, rabies bisa terjangkit pada kucing juga, lho! Ketahui penjelasannya di sini, ya!

Referensi: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Syphilis.
NHS. Diakses pada 2021. Syphilis. 
MedlinePlus. Diakses pada 2020. Syphilis.