Bagaimana Seseorang Terserang Laringitis?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Bagaimana Seseorang Terserang Laringitis?

Halodoc, Jakarta - Suara adalah salah satu aspek yang penting untuk berkomunikasi. Apalagi bagi mereka yang mengandalkan suara mereka untuk bekerja, seperti para penyanyi. Suara menjadi aset berharga yang harus dijaga. Saat suara sudah mulai serak, bahkan pita suara mulai membengkak, mereka wajib memeriksakan diri ke dokter karena ini merupakan tanda bahwa ia mengalami laringitis.

Laringitis adalah kondisi yang menyebabkan pita suara membengkak sehingga suara menjadi serak. Pita suara adalah lipatan membran mukosa pada laring. Saat meradang, suara yang terbentuk dari udara yang melewati pita suara menyebabkan suara parau. Pada banyak kasus, kondisi ini hilang dalam waktu 2-3 minggu, namun penyakit ini nyatanya bisa bertahan lebih lama. Dalam kondisi ini laringitis sudah masuk kategori kronis dan waktu penyembuhannya bisa jadi lebih lama. 

Baca Juga: 7 Makanan Penyebab Suara Serak

Apa Gejala Seseorang Mengalami Laringitis?

Saat mengalami laringitis, pengidapnya mengalami beberapa gejala umum. Misalnya nyeri tenggorokan, batuk, demam, suara yang dikeluarkan serak atau parau, atau kehilangan suara sama sekali. Parahnya, jika laringitis terjadi pada anak yang struktur saluran napasnya masih kecil, laringitis juga membuat mereka kesulitan bernapas. Jadi, penanganan wajib segera dilakukan. 

Apabila gejala seperti yang disebutkan sebelumnya kamu rasakan, maka jangan tunda untuk memeriksakannya ke dokter. Pasalnya, penanganan yang terlambat bisa menyebabkannya semakin sulit disembuhkan. Tanpa repot, kini kamu bisa membuat janji dengan dokter langsung dari aplikasi Halodoc. Dengan Halodoc, kamu bisa cari rumah sakit dan buat janji dengan langkah yang lebih mudah.

Baca Juga: Perhatikan 5 Hal Ini saat Mengalami Laringitis

Lantas, Apa Saja Penyebab Laringitis?

Seseorang bisa mengalami radang atau pembengkakan pada laring akibat beberapa faktor, antara lain:

  • Pita Suara yang Rusak. Pita suara seseorang bisa rusak akibat adanya getaran pada organ tersebut yang melebihi batas ketahanan. Seperti akibat berteriak terlalu keras atau bernyanyi dengan suara yang tinggi. Selain itu, kerusakan pita suara juga dapat terjadi akibat batuk berkepanjangan. 

  • Infeksi. Kondisi ini bisa terjadi akibat virus, bakteri, dan jamur. Virus yang umum menyebabkan laringitis adalah virus influenza. Dari golongan bakteri salah satunya adalah bakteri penyakit difteri. Sementara dari jenis jamur adalah jamur Candida yang juga dapat menyebabkan sariawan.

  • Reaksi Alergi. Alergi terhadap suatu zat kimia atau paparan debu juga bisa menyebabkan laringitis. Oleh karena itu, penting untuk memakai masker saat pergi keluar rumah, atau menggunakan transportasi publik.

  • Obat. Penggunaan obat kortikosteroid hirup, biasanya obat untuk asma.

  • Penyakit Lambung. Kondisi naiknya asam lambung ke tenggorokan lewat kerongkongan pada kasus penyakit refluks gastroesofageal (GERD) adalah salah satu penyebab laringitis terjadi. Asam lambung yang mencapai tenggorokan meningkatkan risiko iritasi laring. 

  • Konsumsi Alkohol dan Merokok. Kedua kebiasaan tidak sehat ini bisa menyebabkan laring mengering dan teriritasi.

Langkah Mengatasi Laringitis

Pengobatan laringitis disesuaikan dengan penyebabnya. Untuk kasus laringitis yang ringan, ia dapat diobati dengan obat non aspirin, seperti asetaminofen, dapat digunakan sebagai tambahan pada sirup obat batuk, anti nyeri untuk meredakan gejala. dicampur garam. Garam adalah barang dapur antimikroba yang mampu meredakan sakit tenggorokan akibat infeksi bakteri. 

Baca Juga: 5 Bahan Alami untuk Atasi Suara Serak

Jika penyebab laringitis adalah infeksi bakteri, maka dokter memberikan antibiotik. Untuk penanganan sementara, kamu bisa menggunakan kumur air hangat. Pengidapnya juga wajib beristirahat dan berbicara secukupnya atau menggunakan alat bantu seperti catatan atau mengetiknya di ponsel. Selain itu, disarankan untuk tidak berbisik di kala suara Anda mulai serak dan menghilang. Berbisik di kondisi sakit tenggorokan ini memperburuk kondisi Anda. Karena saat berbisik, otot di tenggorokan bekerja lebih keras.