Bagaimanakah Acute Respiratory Distress Syndrome Diobati?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Bagaimanakah Acute Respiratory Distress Syndrome Diobati?

Halodoc, Jakarta – Dalam mekanisme sistem pernapasan manusia, udara yang dihirup masuk ke dalam paru-paru. Setelah masuk ke paru-paru, udara diteruskan ke alveolus melalui bronkus untuk dilakukan pertukaran gas. Di dalam alveolus, oksigen diikat oleh sel darah merah dan karbondioksida dihembuskan keluar. 

Baca Juga: Kenali Gejala dari Acute Respiratory Distress Syndrome

Apabila terdapat cairan yang masuk ke dalam alveolus, kondisi ini disebut acute respiratory distress syndrome (ARDS). Adanya cairan yang masuk ke dalam alveolus menghambat proses pertukaran udara pada alveolus. Akibatnya, jumlah oksigen yang diiikat oleh sel darah merah menjadi lebih sedikit, sehingga membuat beberapa organ tubuh tidak berfungsi dengan baik. Lantas, bagaimana kondisi ini diobati? 

Cara Mengobati Acute Respiratory Distress Syndrome

Pengobatan ARDS menggunakan obat-obatan atau dikombinasikan dengan perawatan lainnya. Berikut ini perawatan ARDS yang bisa dilakukan, yaitu:

1. Obat-Obatan

Pemberian obat-obatan untuk pengidap ARDS bertujuan untuk meringankan gejala. Berikut obat-obatan yang dapat diberikan:

  • Obat pereda nyeri untuk meringankan ketidaknyamanan;

  • Antibiotik untuk mengobati infeksi apabila ARDS disebabkan oleh bakteri;

  • Obat pengencer darah untuk mencegah pembentukan gumpalan darah di paru-paru atau kaki.

Kalau kamu memerlukan obat-obatan di atas, biar tidak repot kamu bisa membelinya lewat aplikasi Halodoc. Caranya, pilih fitur Buy Medicine, tentukan obat yang sesuai dengan kebutuhanmu, dan obat segera di antar ke tempat tujuan. Mudah sekali, bukan? Yuk, download Halodoc sekarang. 

2. Terapi Oksigen

Terapi oksigen diperlukan untuk mencegah terjadinya kegagalan fungsi organ. Dokter dapat memberikan pengidapnya oksigen dengan masker atau mesin ventilasi mekanis untuk memaksa udara masuk ke paru-paru dan mengurangi cairan di kantung udara.

3. Pengelolaan Cairan

Mengelola asupan cairan penting untuk menunjang pengobatan pengidap ARDS. Hal ini bertujuan agar tubuh pengidap ARDS mendapat asupan cairan yang cukup. Pengidap ARDS yang kekurangan cairan menyebabkan organ dan jantung menjadi tegang. Meski begitu, terlalu banyak cairan dalam tubuh juga berisiko menyebabkan penumpukan cairan lebih banyak di paru-paru. Oleh karena itu, pengelolaan cairan harus dipastikan seimbang.

4. Rehabilitasi Paru-Paru

Pengidap ARDS yang sudah cukup pulih, tetap perlu menjalankan rehabilitasi paru-paru untuk memperkuat sistem pernapasan dan meningkatkan kapasitas paru-paru. Rehabilitasi paru mencakup pelatihan olahraga dan belajar pengelolaan gaya hidup untuk membantu pemulihan ARDS.

Baca Juga: Pola Hidup Sehat Cegah Acute Respiratory Distress Syndrome

Setelah mengetahui pengobatannya, kamu mungkin perlu mengetahui apa sebenarnya yang bisa sebabkan terjadinya ARDS. Biar lebih waspada, berikut penyebab ARDS yang perlu kamu ketahui.

Penyebab Terjadinya Acute Respiratory Distress Syndrome

ARDS umumnya muncul akibat dari kondisi medis tertentu. Munculnya cairan disebabkan oleh  bocornya selaput atau pembuluh darah terkecil di paru-paru ke alveolus. Selaput pelindung ini bekerja menyimpan cairan di dalam pembuluh. Namun, suatu penyakit atau cedera parah menyebabkan kerusakan pada membran yang menyebabkan kebocoran cairan. Berikut kondisi-kondisi yang berisiko menyebabkan ARDS, yaitu:

  • Sepsis merupakan penyakit yang sering menimbulkan ARDS. Sepsis terjadi ketika  adanya infeksi serius pada aliran darah.

  • Menghirup asap atau zat kimia dalam kadar tinggi menyebabkan ARDS, contohnya menghirup atau menyedot muntah atau hampir tenggelam dalam air.

  • Kasus pneumonia yang parah dapat mempengaruhi kelima lobus paru-paru.

  • Kecelakaan, seperti jatuh atau tabrakan mobil dapat secara langsung merusak paru-paru atau bagian otak yang mengontrol pernapasan

  •  Pankreatitis (radang pankreas), transfusi darah masif dan luka bakar juga berisiko sebabkan ARDS

Baca Juga: Ini Tes untuk Diagnosis Acute Respiratory Distress Syndrome

ARDS umumnya terjadi pada orang yang sudah sakit kritis atau yang memiliki cedera parah. Orang yang mengalami ARDS mengalami gejala napas pendek yang parah yang berkembang dalam beberapa jam hingga beberapa hari setelah cedera atau infeksi yang terjadi.