Bagaimanakah Cara Infeksi MRSA Ditularkan?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Bagaimanakah Cara Infeksi MRSA Ditularkan?

Halodoc, Jakarta - Infeksi MRSA (Methicillin-resistant Staphylococcus Aureus) merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus, yang sudah tidak mempan lagi terhadap berbagai jenis antibiotik, seperti amoxicillin atau penisilin. Bagaimana cara penularan infeksi MRSA?

Bakteri Staphylococcus pada dasarnya tidak membahayakan dan hidup pada kulit serta hidung manusia. Namun, ketika pertumbuhannya tidak terkendali, bakteri ini dapat menyebabkan infeksi. Infeksi MRSA dapat menular melalui kontak langsung pada pengidap, luka yang terinfeksi, atau tangan yang terkontaminasi.

Lebih lanjut, penularan infeksi MRSA terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:

  • Hospital Acquired MRSA (HA-MRSA). Infeksi MRSA jenis ini ditularkan dalam lingkungan rumah sakit, atau disebut juga infeksi nosokomial. Penularan infeksi juga dapat terjadi karena adanya kontak langsung dengan luka yang terinfeksi atau tangan yang terkontaminasi. MRSA tipe ini dapat menyebabkan kondisi yang membahayakan, seperti infeksi pada aliran darah dan pneumonia.

  • Community Acquired (CA-MRSA). Merupakan tipe infeksi MRSA yang terjadi pada kulit dan ditularkan melalui kontak langsung dengan kerabat dekat atau orang-orang di sekitar yang terinfeksi. Infeksi jenis ini juga merupakan dampak dari kebersihan yang tidak terjaga.

Baca juga: Antibiotik dengan Injeksi Lebih Efektif dari Oral, Benarkah

Gejala yang Bervariasi Berdasarkan Jenisnya

Gejala infeksi MRSA dapat bervariasi, sesuai dengan jenisnya. Pada HA-MRSA, gejala yang muncul dapat berupa:

  • Demam.

  • Menggigil.

  • Batuk.

  • Sesak napas.

  • Nyeri dada.

  • Sakit kepala.

  • Nyeri otot.

  • Lemas.

Sementara itu, CA-MRSA adalah jenis infeksi yang menyebabkan infeksi kulit. Kulit yang tergores atau tersayat memiliki potensi tinggi mengalami kondisi ini. Area kulit yang ditumbuhi rambut, seperti ketiak dan bagian belakang leher juga memiliki potensi tinggi terinfeksi. Infeksi MRSA ini dapat menyebabkan kulit menjadi bengkak, kemerahan, nyeri, dan bernanah.

Jika kamu mengalami berbagai gejala yang telah disebutkan tadi, jangan ragu untuk membicarakannya dengan dokter, agar diagnosis dan penanganan bisa dilakukan dengan cepat. Diskusi dengan dokter juga bisa dilakukan kapan dan di mana saja melalui aplikasi Halodoc, lewat fitur Chat atau Voice/Video Call. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasinya di ponselmu, ya.

Baca juga: Enggak Steril, Ini 5 Penyakit Akibat Bakteri

Bagaimana Mengobati Infeksi MRSA?

Pengobatan untuk infeksi MRSA dapat berbeda-beda yang tergantung jenis dan keparahan kondisi. Untuk menentukan jenis pengobatan yang tepat, kamu perlu memeriksakan diri terlebih dahulu ke dokter, ya. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc.

Pada infeksi HA-MRSA, pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik melalui suntikan. Dosis dan lama pemberiannya tergantung keparahan kondisi serta hasil pemeriksaan laboratorium. Sementara itu, pengobatan untuk CA-MRSA biasanya cukup dengan antibiotik tablet. 

Namun jika infeksi memburuk dan meluas, dokter akan membuat sayatan pada kulit yang terinfeksi untuk mengeluarkan nanah. Tindakan ini menggunakan obat bius lokal. Beri tahu dokter jika memiliki riwayat alergi terhadap obat bius.

Baca juga: Infeksi Virus vs Infeksi Bakteri, Lebih Berbahaya Mana?

Pencegahan Penyebaran Infeksi MRSA

Sebagai upaya pencegahan, pasien yang terinfeksi HA-MRSA dan tengah menjalani rawat inap di rumah sakit harus ditempatkan dalam ruang isolasi agar infeksi tidak menyebar. Tak hanya itu, pengunjung dan petugas medis juga harus menjaga kebersihan tangan dan menggunakan pakaian khusus. Berbagai peralatan yang digunakan juga harus didisinfeksi secara benar.

Sementara itu, beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi CA-MRSA adalah:

  • Mencuci tangan dengan benar.

  • Menutup luka dengan penutup khusus luka agar tidak terkontaminasi.

  • Menjaga kebersihan pakaian. Jika memiliki luka pada kulit, cuci pakaian dengan air panas dan sabun cuci. Keringkan semua pakaian menggunakan pengering pakaian dengan suhu yang panas.

  • Tidak berbagi pakai barang-barang pribadi, seperti handuk, pisau cukur, selimut, dan peralatan olahraga.

 

Referensi:
NHS Choices UK. Diakses pada 2019. MRSA.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. MRSA Infection.
WebMD. Diakses pada 2019. Understanding MRSA Infection.