• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bahaya Atau Tidak, Penyakit Kelenjar Getah Bening?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bahaya Atau Tidak, Penyakit Kelenjar Getah Bening?

Bahaya Atau Tidak, Penyakit Kelenjar Getah Bening?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 07 Maret 2021
Bahaya Atau Tidak, Penyakit Kelenjar Getah Bening?

Halodoc, Jakarta - Dikenal juga dengan limfadenopati, penyakit kelenjar getah bening terjadi ketika kelenjar getah bening mengalami pembengkakan atau pembesaran. Perlu diketahui, kelenjar getah bening terletak di berbagai bagian tubuh, termasuk ketiak, belakang telinga, leher, belakang kepala, atau pangkal paha. 

Kelenjar getah bening punya fungsi penting, sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh, untuk melawan kuman penyebab penyakit. Apakah penyakit kelenjar getah bening adalah kondisi yang berbahaya? Yuk simak pembahasannya!

Baca juga: Ini Cara Memeriksa Kelenjar Getah Bening

Penyakit Kelenjar Getah Bening Berbahaya Jika Tidak Ditangani

Gejala utama penyakit kelenjar getah bening adalah munculnya benjolan atau pembengkakan di bawah kulit, yang terasa ketika disentuh. Selain benjolan, gejala lain yang bisa terjadi adalah demam, kemerahan pada kulit yang bengkak, ruam kulit, merasa lemas, berkeringat di malam hari, dan berat badan menurun. 

Lalu, apakah penyakit kelenjar getah bening berbahaya? Jawabannya, iya, jika tidak segera ditangani. Jika tidak ditangani, penyakit kelenjar getah bening dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih parah. Pada beberapa kasus, komplikasi penyakit kelenjar getah bening berupa rusaknya jaringan kulit di area kelenjar. 

Selain itu, pada kasus yang jarang, pembengkakan karena penyakit kelenjar getah bening juga dapat membesar dan menekan area di sekitarnya. Jika pembengkakan kelenjar getah bening terjadi di bawah ketiak, benjolan tersebut bisa menekan saraf dan pembuluh darah yang menyuplai darah ke lengan.

Jika pembengkakan kelenjar getah bening terjadi di perut, maka pembengkakan dapat menekan usus, sehingga terjadi obstruksi usus, yaitu kondisi penyumbatan yang terjadi dalam usus, baik usus halus maupun usus besar. Kondisi ini menimbulkan gangguan penyerapan makanan atau cairan dalam saluran pencernaan.

Baca juga: 5 Cara Ampuh Atasi Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Pengobatan untuk Penyakit Kelenjar Getah Bening

Tidak ada pengobatan khusus untuk mengatasi penyakit kelenjar getah bening. Adapun penanganan yang dapat dilakukan adalah mengatasi penyebab yang mendasari pembengkakan tersebut.

Berikut ini penanganan yang umum dilakukan untuk penyakit kelenjar getah bening:

  • Kompres hangat, jika penyakit kelenjar getah bening terjadi akibat infeksi.
  • Konsumsi obat pereda nyeri, jika penyakit kelenjar getah bening menyebabkan rasa nyeri pada bagian tubuh yang terkena.
  • Mengonsumsi obat antivirus, jika penyakit kelenjar getah bening disebabkan oleh infeksi virus.
  • Mengonsumsi obat antibiotik, jika penyakit kelenjar getah bening disebabkan oleh infeksi bakteri.
  • Jika penyakit kelenjar getah bening disebabkan oleh kanker, langkah pengobatan yang dilakukan adalah kemoterapi, radiasi, atau pembedahan.

Pengobatan penyakit kelenjar getah bening dilakukan berdasarkan penyebab dari kondisi yang mendasarinya. Sebab, pembengkakan kelenjar getah bening dapat disebabkan oleh banyak kondisi medis lain. 

Baca juga: Bengkak pada Kelenjar Getah Bening Anak, Hati-Hati Kanker Limfoma!

Jadi, penting untuk memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala penyakit kelenjar getah bening. Dengan begitu, dokter dapat membantu memeriksa dan mencari tahu penyebab, serta merekomendasikan langkah pengobatan yang tepat berdasarkan kondisi yang dialami. 

Kamu juga bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter lewat chat, tentang keluhan kesehatan yang kamu alami. Jika dokter meresepkan obat, kamu juga bisa langsung membelinya dengan mudah lewat aplikasi Halodoc.

Referensi:
MedlinePlus. Diakses pada 2021. Swollen Lymph Nodes.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Diseases & Conditions. Swollen Lymph Nodes.