• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bahaya Cantengan yang Tidak Kunjung Sembuh

Bahaya Cantengan yang Tidak Kunjung Sembuh

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Bahaya Cantengan yang Tidak Kunjung Sembuh

Halodoc, Jakarta – Cantengan adalah masalah yang kerap terjadi pada kuku kaki, terutama di bagian jempol. Gangguan ini memang kecil kemungkinannya untuk menyebabkan seseorang kehilangan nyawa, tetapi cantengan yang parah juga dapat membahayakan jika dibiarkan. Namun, apa saja bahaya yang dapat terjadi jika seseorang tetap membiarkan penyakit ini? Ketahui jawabannya di sini!

Komplikasi Akibat Cantengan yang Terus Dibiarkan

Cantengan terjadi akibat kuku kaki yang tumbuh ke dalam kulit yang ada di sebelah kuku. Hal ini dapat menyebabkan peradangan pada kuku dan jaringan di sekitarnya. Gangguan ini disebut juga dengan paronikia yang biasanya memengaruhi jempol kaki, tetapi tidak menutup kemungkinan jari kuku lainnya juga dapat terserang. Apabila kamu mengalami gangguan ini, ada baiknya segera mendapatkan pengobatan.

Baca juga: Begini Cara Mengatasi Cantengan di Rumah

Cantengan yang tidak mendapatkan pengobatan dan/atau terus dibiarkan biasanya dapat menyebabkan timbulnya rasa sakit dan infeksi. Setiap jari manusia dapat merasakan banyak hal karena distribusi ujung saraf yang padat.

Maka dari itu, rasa sakitnya sangat terasa hingga kamu sangat sulit untuk beraktivitas. Bahkan, cantengan juga dapat menyebabkan beberapa komplikasi jika tidak kunjung mendapatkan pengobatan.

Cantengan menyebabkan kuku kaki untuk tumbuh ke dalam, sehingga dapat mengiritasi kulit, sehingga menimbulkan rasa sakit, bengkak, kemerahan, serta nyeri di sekitar area yang mengalaminya. Jika terus dibiarkan, kuku kaki yang tumbuh dapat merobek kulit sehingga rentan terkena bakteri.

Akhirnya, infeksi terjadi yang ditandai dengan nanah dan bau tidak sedap. Pada beberapa kasus dapat menimbulkan komplikasi, seperti kehilangan kuku jari dan pembengkakan pada ujung jari kaki.

Bahkan, beberapa komplikasi yang lebih berbahaya yang dapat terjadi, antara lain:

  • Infeksi tulang.
  • Alami luka terbuka.
  • Mengidap ulkus kaki.
  • Keluar nanah pada jari kaki.
  • Sirkulasi darah yang terganggu pada area cantengan.

Akhirnya, jaringan tersebut dapat membusuk dan mati akibat tidak adanya sirkulasi darah dan infeksi mampu menyebar ke area tubuh terdekat. Seseorang yang mengidap diabetes lebih rentan untuk mengalami cantengan karena sirkulasi darah di kaki yang buruk dan ketidakpekaan saraf. Maka dari itu, pemeriksaan rutin pada jari kaki untuk pengidap diabetes penting untuk dilakukan agar masalah ini dapat ditangani segera.

Kamu juga dapat memeriksakan kondisi diri pada beberapa rumah sakit yang telah bekerja sama dengan Halodoc. Cukup dengan download aplikasi Halodoc, segala kemudahan dalam akses kesehatan, termasuk pemesanan untuk pemeriksaan fisik di beberapa rumah sakit di sekitarmu dapat dilakukan. Maka dari itu, unduh aplikasinya sekarang juga!

Baca juga: Bukan Cuma Nyeri pada Kuku, Ini 9 Gejala Cantengan

Pengobatan Rumahan untuk Atasi Cantengan

Gangguan kuku kaki yang tumbuh ke dalam seringkali dapat diatasi dengan pengobatan rumahan jika masih tahap awal. Beberapa cara yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Rendam kaki di dalam air dengan suhu kamar, lalu taburkan bubuk garam Epsom yang dapat mengurangi peradangan saat larut ke dalam air.
  • Gunakan salep antibiotik topikal dan tutupi dengan perban.
  • Kenakan alas kaki yang pas, tidak kekecilan atau kebesaran.

Selain itu, pastikan juga untuk tidak memotong kuku berulang kali karena dapat menyebabkan gangguan ini semakin buruk lama-kelamaan. Fakta lainnya, penggunaan krim yang dijual bebas yang mengandung obat pereda nyeri hanya dapat mengurangi rasa sakit, tetapi tidak dapat menyembuhkan gangguan yang ada.

Baca juga: Inilah Cara Merawat Cantengan secara Mandiri di Rumah

Jika kamu mengalami cantengan yang tidak kunjung sembuh, ada baiknya untuk segera memeriksakannya ke dokter. Semakin cepat penyakit ini ditangani, semakin kecil juga kemungkinan kamu mengalami infeksi. Tentunya, infeksi yang terus dibiarkan dapat menimbulkan gangguan yang lebih besar. Maka dari itu, pastikan kondisi yang ada sesegera mungkin!

Referensi:
Medicine Net. Diakses pada 2021. What Will Happen if You Leave an Ingrown Toenail Untreated?
Family Foot. Diakses pada 2021. Here’s  Why You Should Never Ignore an Ingrown Toenail.