• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bahaya Endoftalmitis yang Dapat Akibatkan Kebutaan

Bahaya Endoftalmitis yang Dapat Akibatkan Kebutaan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Mata adalah salah satu pancaindera yang memungkinkan kamu melihat segalanya. Tanpa mata yang sehat, kamu mungkin kesulitan melihat dengan jelas. Namun, indra yang satu ini rentan teriritasi dan mengalami peradangan. Endoftalmitis adalah salah satu kondisi peradangan mata yang bisa terjadi. 

Penyakit mata yang satu ini termasuk ke dalam kondisi serius. Endoftalmitis yang tidak segera diobati dinilai dapat menyebabkan kebutaan. Berikut penjelasan mengapa endoftalmitis bisa sebabkan kebutaan

Baca Juga: 3 Penyakit Mata yang Bisa Dideteksi Melalui Screening Retina

Alasan Endoftalmitis Bisa Sebabkan Kebutaan

Peradangan endoftalmitis disebabkan oleh infeksi. Infeksi bisa disebabkan oleh operasi mata yang tidak benar atau tertusuk dengan benda asing. Bisa dibayangkan bagaimana jadinya kalau mata kita tertusuk benda tajam? Itulah alasan endoftalmitis termasuk kondisi serius. Ketika infeksi tidak segera ditangani, maka pengidapnya bisa mengalami kebutaan. 

Endoftalmitis dibagi menjadi dua jenis utama, yakni endoftalmitis eksogen dan endogen. Endoftalmitis eksogen terjadi ketika infeksi masuk ke dalam mata melalui sumber luar. Sedangkan endoftalmitis endogen terjadi infeksi menyebar ke mata dari bagian tubuh lainnya. Melansir dari Healthline, endoftalmitis eksogen adalah bentuk yang paling umum. Jenis ini sering disebabkan oleh operasi mata atau benda asing yang menusuk mata.

Endoftalmitis eksogen kerap terjadi selama operasi mata spesifik, salah satunya adalah operasi katarak. Selain katarak, operasi lain yang berisiko menyebabkan infeksi jenis ini adalah operasi intraokular yang dilakukan di dalam bola mata itu sendiri. Faktor risiko lain untuk endoftalmitis eksogen termasuk kehilangan cairan di belakang mata, penyembuhan luka yang tidak tepat, dan waktu operasi yang lebih lama.

Kalau kamu mendapati tanda-tanda endoftalmitis setelah mengalami cedera mata, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk diidentifikasi lebih lanjut. Sebelum mengunjungi rumah sakit, kamu dapat membuat janji dengan dokter terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi.

Baca Juga: Ayo Kenali Tanda dan Gejala Endoftalmitis yang Ganggu Penglihatan

Bagaimana Menangani Infeksi Endoftalmitis?

Sebelum ditangani, dokter perlu melakukan beberapa tes untuk mendiagnosis gejala. Dokter akan melihat kondisi mata dan menguji penglihatan. Kemudian dokter menanyakan soal operasi, prosedur mata atau cedera yang baru-baru ini terjadi. Jika ternyata kamu memiliki cedera mata, dokter melanjutkannya dengan USG untuk melihat apakah ada benda asing di mata.

Jika dokter mencurigai adanya infeksi, tes yang disebut keran air /cairan perlu dilakukan. Tes ini melibatkan penggunaan jarum kecil untuk mengeluarkan cairan dari bola mata. Cairan tersebut kemudian dikirim ke laboratorium untuk diuji apakah ada infeksi. Jika dokter telah mendiagnosis endoftalmitis, perawatan umumnya dilakukan dengan menyuntikkan antibiotik atau obat antijamur ke dalam mata. 

Pengidap endoftalmitis mungkin perlu mendapatkan steroid untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan akibat infeksi. Ketika infeksi berkembang lebih serius, pengidap mungkin diharuskan untuk menjalani operasi vitrektomi. Operasi ini bertujuan untuk menghilangkan gel vitreous dari mata yang kemudian dilanjutkan dengan  menyuntikkan obat untuk mencegah infeksi.

Selalui ikuti instruksi perawatan di rumah setelah operasi mata atau injeksi mata. Cuci tangan sebelum memasukkan obat tetes mata dan jangan biarkan botol pipet menyentuh mata karena dapat mencemari pipet.

Baca Juga: Cegah Kebutaan, Obati Endoftalmitis dengan 3 Cara Ini

Karena cedera mata sering menjadi penyebab endoftalmitis, gunakan kacamata pelindung saat melakukan hal-hal yang bisa melukai mata untuk mencegahnya. Kamu perlu mengenakan kacamata yang tepat dan perlengkapan keamanan selama berolahraga yang sekiranya dapat melukai mata. 

Referensi :
Healthline. Diakses pada 2020. What Is Endophthalmitis?.
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2020. What is Endophthalmitis?,