• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bahaya Infeksi Sporotrichosis yang Perlu Diketahui

Bahaya Infeksi Sporotrichosis yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Sporotrichosis adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur Sporothrix schenckii. Infeksi umumnya terjadi ketika kulit rusak saat menangani bahan tanaman, seperti rumpun pohon mawar, briars, atau kotoran yang mengandung banyak mulsa.

Sporotrichosis lebih sering terjadi pada orang dengan pekerjaan sering bergelut dengan tanaman. Petani, ahli hortikultura, tukang kebun mawar, serta pekerja pembibitan tanaman. Sporotrichosis juga dapat terjadi pada orang dengan sistem kekebalan yang melemah ketika mereka menghirup debu yang dipenuhi dengan spora jamur. Informasi selengkapnya ada di bawah ini!

Gejala Sporotrichosis

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Icahn School of Medicine at Mount Sinai, gejala sporotrichosis bisa meliputi benjolan merah kecil yang tidak nyeri yang berkembang di tempat infeksi. Kemudian, seiring berlalunya waktu, benjolan ini akan berubah menjadi tukak lambung. Benjolan dapat berkembang hingga 3 bulan setelah cedera.

Sebagian besar luka terjadi di area tangan dan lengan karena daerah ini biasanya terluka ketika menangani tanaman. Jamur bisa sampai ke saluran di sistem getah bening tubuh. Bisul kecil muncul sebagai garis-garis pada kulit ketika infeksi bergerak ke atas lengan atau kaki. 

Baca juga: Gatal Hingga Infeksi Kulit, Awas Gejala Eksim

Luka ini tidak sembuh kecuali diobati, dan bisa berlangsung bertahun-tahun. Luka kadang-kadang bisa mengeluarkan sedikit nanah. Sporotrichosis yang terjadi di seluruh tubuh (sistemik) dapat menyebabkan masalah paru-paru dan pernapasan, infeksi tulang, radang sendi, dan infeksi sistem saraf.

Informasi selengkapnya mengenai infeksi ini, tanyakan langsung di HalodocDokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk orangtua. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor orangtua bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Pengobatan dan Pencegahan

Infeksi kulit sering diobati dengan obat antijamur yang disebut itraconazole. Ini dikonsumsi secara oral dan dilanjutkan selama 2 hingga 4 minggu setelah luka kulit telah dibersihkan. Pengidap infeksi ini bila diharuskan juga perlu minum obat selama 3 hingga 6 bulan. 

Dengan perawatan yang spesifik, pemulihan bisa terjadi. Sporotrichosis yang menyebar ke seluruh sistem tubuh dapat mengancam jiwa orang dengan sistem kekebalan yang lemah.  Selain itu, mereka dengan imun rendah juga bisa mengalami radang sendi, infeksi tulang, komplikasi akibat dari konsumsi obat-obatan, masalah paru-paru dan pernapasan (seperti pneumonia), serta infeksi otak (meningitis).

Mengetahui risiko dari orang dengan sistem kekebalan yang lemah, penting untuk melakukan upaya pencegahan risiko cedera kulit. Mengenakan sarung tangan tebal saat berkebun bisa membantu.

Baca juga: Lapisan Kulit Terasa Mengeras, Waspada Eksim

Sedangkan pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat, bisa jadi gejalanya adalah kondisi yang tidak nyaman serta infeksi kulit sekunder. Mengobati infeksi sporotrichosis dapat memakan waktu beberapa bulan atau tahun dan bekas luka mungkin tetap di lokasi infeksi aslinya. Infeksi yang melibatkan otak, paru-paru, sendi, atau area lain dari tubuh jauh lebih sulit untuk diobati.

Perlu diketahui kalau terkadang infeksi lain dapat meniru sporotrichosis, sehingga dokter perlu melakukan tes untuk memastikan diagnosis. Tes untuk sporotrichosis biasanya melibatkan biopsi dari salah satu nodul, diikuti dengan pemeriksaan sampel biopsi di bawah mikroskop untuk mengidentifikasi lebih detail. Kemungkinan infeksi lain mungkin termasuk:

  1. Bakteri berhubungan dengan TBC atau kusta.

  2. Cacar sapi.

  3. Herpes.

  4. Jamur dan bakteri lainnya.

  5. Penyakit tidak menular seperti lupus.

Referensi:

Icahn School of Medicine at Mount Sinai. Diakses pada 2020. Sporotrichosis.
WebMD. Diakses pada 2020. Sporotrichosis.