• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bahaya Mana, Menonton TV Terlalu Dekat atau Main Gadget?

Bahaya Mana, Menonton TV Terlalu Dekat atau Main Gadget?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Memasuki era digital seperti sekarang ini, tanpa disadari kita semakin bergantung pada perangkat digital, mulai dari TV dan laptop sampai smartphone dan tablet. Apalagi pandemi Corona juga turut memaksa kita untuk melakukan hampir semua kegiatan via online. Namun, kamu mungkin juga sudah tahu bahwa menatap layar perangkat digital terlalu lama bisa berdampak buruk bagi kesehatan mata. 

Beberapa kebiasaan tidak baik yang sering dilakukan banyak orang, seperti menonton TV terlalu dekat atau bermain gadget terlalu lama bisa membuat mata menjadi lelah atau menurunkan kemampuan penglihatan. Lantas, manakah yang lebih berbahaya, menonton TV terlalu dekat atau bermain gadget?

Benarkah Menonton TV Terlalu Dekat Berbahaya?

Ada kabar baik buat kamu atau anak-anak kamu yang suka menonton TV, karena menonton TV dalam jarak dekat tidak diketahui dapat menyebabkan masalah kesehatan. Mitos ini berlaku karena pada tahun 1960-an, General Electric (GE) menjual beberapa perangkat TV berwarna dengan model baru yang memancarkan radiasi dalam jumlah berlebihan, sebanyak 100.000 kali lebih banyak daripada batas aman. GE dengan cepat menarik kembali TV tersebut dan memperbaikinya. Namun, stigmanya masih ada sampai hari ini.

Namun, benarkah TV tidak menyebabkan kerusakan pada penglihatan seseorang? Menurut Dr. Lee Duffner dari American Academy of Ophthalmology, menonton TV dari dekat tidak akan menyebabkan kerusakan fisik pada mata. Namun, aktivitas tersebut tentu dapat menyebabkan mata menjadi tegang atau lelah, apalagi bila kamu duduk sangat dekat atau menonton dari posisi yang aneh. Untuk mengatasi ketegangan atau kelelahan mata akibat menonton televisi, kamu cukup mematikan TV dan beristirahat. Dengan tidur yang cukup, mata yang lelah akan segera kembali normal.

Meskipun begitu, masih ada beberapa orangtua yang menyalahkan kebiasaan menonton TV dalam jarak dekat untuk masalah penglihatan yang dialami oleh anak mereka. Menurut Debra Ronca, kontributor di situs web How Stuff Works, duduk dekat dengan TV mungkin tidak membuat anak mengalami rabun jauh.

Namun, anak yang menonton TV terlalu dekat mungkin saja sudah mengidap rabun jauh tapi tidak terdiagnosis. Jadi, bila anak kamu terbiasa duduk terlalu dekat dengan TV demi kenyamanannya, sebaiknya coba periksakan matanya.

Tentunya, menonton TV secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan kesehatan secara tidak langsung, terutama untuk anak-anak. Anak-anak yang secara konsisten menonton TV lebih dari empat jam sehari cenderung mengalami kelebihan berat badan. Selain itu, mereka juga cenderung meniru perilaku buruk yang mereka lihat pada layar TV.

Karena orangtua tidak mungkin melarang anak untuk tidak menonton TV sama sekali, para ahli memberitahu bahwa kuncinya adalah pada moderasi. Batasi waktu eksposur anak-anak ke layar perangkat digital apapun dan pantau tontonan mereka. 

Baca juga: Sering Nonton Sambil Tiduran Bisa Picu Stroke, Benarkah?

Bermain Gadget Lebih Berbahaya untuk Anak-anak

Dibandingkan menonton TV terlalu dekat, bermain gadget dinilai dapat memberikan dampak yang lebih berbahaya, khususnya untuk anak-anak. Hal ini karena gadget memungkinkan anak untuk melihat layar lebih dekat dan melakukan berbagai macam hal.

Berkat interaktivitas perangkat, anak-anak bisa menjadi sangat kecanduan pada gadget dibandingkan sekadar menonton TV. Perangkat tersebut dapat bekerja sebagai stimulan pada tingkat yang sama seperti kafein dan zat lainnya. Hal itu terjadi karena dopamine yang dilepaskan oleh stimulasi elektronik dapat menyerang anak-anak dengan sangat mudah, karena otak mereka belum berkembang sepenuhnya.  

Menggunakan tablet atau ponsel selama 30 menit saja sudah dapat mengacaukan jam tubuh anak. Penggunaan alat elektronik tersebut dapat mengganggu melatonin, hormon yang memberi tahu kapan waktunya untuk tidur pada malam hari. Hal itu terjadi karena anak-anak terpapar sinar dari gadget pada jarak yang sangat dekat dengan mata mereka untuk jangka waktu yang lama. Sementara itu, TV tidak menimbulkan efek yang begitu drastis karena biasanya dilihat dari jarak yang lebih jauh dari gadget.

Selain itu, penggunaan gadget juga memungkinkan anak-anak untuk menerima berbagai macam sensasi, yang dapat mengganggu sistem saraf mereka dan membuat mereka menjadi moody. Tidak seperti menonton TV, saat menggunakan tablet, anak-anak memiliki lebih banyak pilihan tentang apa yang harus ditonton dan apa yang harus dilakukan, karena mereka menerima banyak jenis rangsangan yang berbeda.

Baca juga: Ketahui Dampak Gadget pada Psikologis Remaja

Saat bermain game di gadget, anak-anak biasanya menjadi sangat bersemangat dan hal ini meningkatkan detak jantung dan tekanan darah mereka. Kegembiraan ini nantinya bisa menimbulkan stres dan kecemasan bila mereka tidak mencapai hasil akhir yang diinginkan.

Kecanduan gadget juga dapat membuat anak mengabaikan tanggung jawab dan hal-hal penting lainnya, seperti mengerjakan pekerjaan rumah atau bermain di luar bersama teman-teman. Akibatnya, anak dapat mengembangkan masalah perhatian dan mengalami penurunan prestasi di sekolah.

Baca juga: Ini Tips Penggunaan Gadget untuk Anak Selama Pandemi

Nah, mengingat ada banyak bahaya yang bisa ditimbulkan gadget pada anak, orangtua dianjurkan untuk membatasi waktu penggunaan gadget pada anak. Untuk berdiskusi seputar pola asuh anak, ayah atau ibu juga bisa langsung menghubungi ahlinya lewat aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Scientific American. Diakses pada 2020. You'll Go Blind: Does Watching Television Close-Up Really Harm Eyesight?
Bright Side. Diakses pada 2020. Turns Out Our Kids’ Use of Gadgets Is More Harmful Than Watching TV