• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bahaya Ruam pada Kulit Bayi dan Cara Mengatasinya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bahaya Ruam pada Kulit Bayi dan Cara Mengatasinya

Bahaya Ruam pada Kulit Bayi dan Cara Mengatasinya

5 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 09 Agustus 2022

“Ruam pada kulit bayi bisa menjadi masalah yang serius. Ruam popok misalnya, menurut IDAI, terjadi pada sekitar 7-35 persen bayi, terutama usia 9-12 bulan. Ibu, ini pentingnya memilih krim ruam kulit yang tepat.”

Bahaya Ruam pada Kulit Bayi dan Cara MengatasinyaBahaya Ruam pada Kulit Bayi dan Cara Mengatasinya

Halodoc, Jakarta – Kulit bayi sangat sensitif dan rentan terhadap ruam. Beberapa jenis ruam pada kulit bayi yang umum terjadi adalah eksim atau dermatitis atopik, dan ruam popok. 

Semua jenis ruam yang terjadi tidak boleh disepelekan. Beberapa kasus ruam perlu pengobatan lebih lanjut yang telaten. Apa yang bisa dilakukan orang tua untuk mengatasi ruam pada kulit bayi? Yuk, simak!

Baca juga: 5 Cara Mengatasi Bintik Merah pada Kulit Bayi

Pentingnya Mewaspadai Ruam pada Kulit Bayi

Ruam pada kulit bayi adalah kondisi yang tidak boleh disepelekan. Selain membuat kulit jadi merah-merah, ini juga bisa menyebabkan rasa gatal yang mengganggu Si Kecil. Akibatnya, Si Kecil bisa jadi rewel karena merasa tidak nyaman. 

Ruam kulit yang tidak ditangani dengan baik juga bisa menjadi parah, menyebar, dan bahkan menyebabkan gejala lain seperti demam. Terutama jika ruam kulit disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri.

Untuk itu, orang tua perlu menaruh perhatian lebih saat bayi mengalami ruam kulit. Cari tahu apa yang jadi penyebabnya, apakah karena infeksi kuman, alergi, atau ada penyebab yang lain. 

Berikut ini jenis-jenis ruam pada bayi:

  • Ruam Popok. Merupakan ruam yang terjadi di area popok bayi. Biasanya disebabkan oleh kelembapan atau keasaman urine dan feses bayi.
  • Dermatitis Atopik (Eksim). Merupakan ruam yang paling sering muncul di wajah, di belakang lutut, dan di lengan.
  • Ruam Air Liur. Merupakan ruam yang terjadi ketika air liur mengiritasi kulit di sekitar mulut atau di dada.
  • Ruam Panas (Milaria). Merupakan ruam yang biasanya muncul di area yang tertutup pakaian, seperti ketiak, leher, dada, lengan, batang tubuh, dan kaki. Umumnya disebabkan oleh panas berlebih.

Gejala ruam pada kulit bayi bisa bervariasi tergantung jenisnya. Namun, secara umum, gejala yang dapat terjadi adalah:

  • Bintik atau bercak kemerahan pada kulit bayi.
  • Gatal pada kulit.
  • Bayi tampak rewel dan gelisah.

Penanganan yang Bisa Dilakukan

Bayi mungkin mengalami ruam karena berbagai penyebab. Cobalah untuk mencari penyebab ruam pada kulit bayi. Apakah itu ruam popok, reaksi alergi, eksim karena kulit kering, atau infeksi virus? Penting untuk memahami penyebabnya.

Pantau juga kondisi ruam untuk melihat apakah ada perburukan. Berikut ini penanganan ruam kulit bayi yang bisa dilakukan orang tua:

Krim Ruam Kulit Bayi yang Low Hazard dan Sudah Teruji Hypoallergenic

Selain berbagai cara tadi, ruam kulit juga bisa diatasi dengan menggunakan krim khusus ruam kulit bayi. Ada banyak pilihan krim ruam kulit yang dijual di apotek. Namun, penting untuk memilih krim yang tepat mengingat kulit bayi sangat sensitif.

Krim ruam kulit bayi yang low hazard bisa jadi pilihan terbaik. Low hazard adalah istilah untuk produk perawatan kulit yang menggunakan bahan alami dan aman untuk kulit.

Hal ini diungkapkan dalam Environmental Working Group mengenai keamanan produk perawatan kulit, termasuk produk untuk bayi. Produk bayi yang berlabel low hazard berarti sudah teruji efektif dan rendah risiko karena tidak meninggalkan efek samping pada kulit bayi. 

Menurut studi pada 2020 di IOP Conference Series Earth and Environmental Science mengungkapkan bahwa penggunaan bahan kimia secara berlebihan dapat  menyebabkan efek samping pada kulit.

Selain itu, sudah disertai uji hypoallergenic pada produk krim untuk anak sangat penting karena menjaga keamanan dari kulit bayi yang masih sensitif. Pengujian hypoallergenic berfungsikan untuk mengetahui produk tersebut akan menimbulkan dampak alergi pada kulit atau tidak.

Tak hanya itu, pilihlah juga krim yang mempunyai spesifikasi atau kandungan khusus untuk mengatasi ruam. Karena apabila krim yang digunakan hanya mengandung dexphantenol saja, lebih untuk menjaga kelembapan kulit bayi.

Beberapa bahan yang berpotensi menimbulkan efek berbahaya pada bayi adalah:

  • Bahan pewangi.
  • Pewarna sintetis.
  • Paraben.
  • Ftalat.
  • Formaldehida.
  • Propilen glikol.
  • Sulfat.

Baca juga: Begini Cara Cegah Ruam Popok pada Si Kecil

Pilih Krim yang Tepat dan Aman

Untuk mengatasi ruam pada kulit bayi, penting untuk memilih krim yang tepat dan aman. Artinya, ibu perlu memilih krim yang mempunyai spesifikasi untuk mengatasi ruam.

Salah satu produk krim ruam kulit bayi yang bisa dipilih adalah PUREBB Rash Cream. Mengandung zinc oxide 10% yang ampuh mengatasi berbagai jenis ruam, mulai dari ruam popok, ruam susu, hingga kemerahan di lipatan kulit bayi. 

Kombinasi dexpanthenol dan zinc oxide dalam PUREBB Rash Cream lebih efektif dibandingkan krim yang hanya memiliki komposisi tunggal dexpanthenol. Hal ini dibuktikan dalam penelitian yang diterbitkan pada 2006 di Journal of the Medical Association of Thailand.

Menurut studi di International Journal of Women’s Dermatology,  zinc oxide memiliki efek antiinflamasi, anti-iritasi, antioksidan, antibakteri, dan regeneratif. Zat ini juga memiliki sifat antiperspirant, sehingga dapat membantu mengurangi gejala ruam popok.

Di samping itu, krim ini juga mengandung dexpanthenol yang baik bagi kulit. Dexpanthenol adalah zat yang memiliki sifat melembapkan, sehingga bisa membantu meredakan iritasi kulit, serta mencegah kulit kering, kulit bersisik, dan masalah kulit lainnya.

Dexpanthenol yang juga diperkaya dengan sifat antiinflamasi dan antimikroba telah terbukti efektif sebagai pengobatan  untuk ruam popok. Jadi, kombinasi zinc oxide 10% dan dexpanthenol dalam PUREBB Rash Cream dapat menjadi solusi untuk segala masalah ruam pada kulit bayi.

Selain itu, PUREBB Rash Cream juga mengandung jojoba oil yang dapat  mempercepat penyembuhan ruam dan menjaga kelembapan kulit Si Kecil. Kandungan pH dalam PUREBB Rash Cream juga sudah disesuaikan dengan kulit bayi yang sensitif. 

Krim ini kandungannya sudah standar low hazard karena terbuat dari bahan alami, tanpa pengawet, parfum sintetis, alkohol, dan paraben. Selain itu, PUREBB Rash Cream juga sudah teruji klinis hypoallergenic, sehingga dapat digunakan pada bayi baru lahir dan di area wajah bayi.

Nah, ibu bisa mendapatkan PureBB Rash Cream dengan mudah tanpa perlu keluar rumah, melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
International Journal of Women’s Dermatology. Diakses pada 2022. A new therapeutic horizon in diaper dermatitis: Novel agents with novel action.
IOP Conference Series Earth and Environmental Science. Diakses pada 2022. Toxicity and Effect of Chemicals in Skin Care Products on Human Health.
Journal of the Medical Association of Thailand. Diakses pada 2022. Comparison of Dexpanthenol and Zinc Oxide Ointment with Ointment Base in the Treatment of Irritant Diaper Dermatitis from Diarrhea: A Multicenter Study.
IDAI. Diakses pada 2022. 5 Langkah Mengatasi Ruam Popok pada Bayi.
Parents. Diakses pada 2022. Skin Rash Treatment: How to Stop the Itch.
WebMD. Diakses pada 2022. Your Newborn’s Skin and Rashes.
Healthline. Diakses pada 2022. How to Spot and Take Care of Your Baby’s Rash.
Healthline. Diakses pada 2022. What Types of Products Are Safe for Baby’s Skin?
Firstcry Parenting. Diakses pada 2022. Jojoba Oil for Babies and Kids – Benefits and Usage.
Medicine Net. Diakses pada 2022. How Can I Treat My Baby’s Rashes Naturally?
EWG. Diakses pada 2022. EWG’s Restricted List: Personal Care Products.