• Home
  • /
  • Apa Bahayanya Trigliserida Tinggi Bagi Tubuh?

Apa Bahayanya Trigliserida Tinggi Bagi Tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Apa Bahayanya Trigliserida Tinggi Bagi Tubuh?

Halodoc, Jakarta – Ingin terhindar dari risiko penyakit jantung? Tidak cukup jika kamu hanya mengawasi tekanan darah dan kadar kolesterol saja. Ada hal lain yang perlu jadi pantauan juga, yaitu trigliserida. Memiliki kadar trigliserida yang tinggi dalam darah meningkatkan risiko penyakit jantung. Namun jangan khawatir, menerapkan gaya hidup yang sehat secara keseluruhan membantu menurunkan trigliserida dalam darah. 

Apa yang dimaksud dengan trigliserida? Senyawa ini adalah jenis lemak (lemak) yang ditemukan dalam darah. Saat kamu makan, tubuh mengubah kalori yang tidak perlu digunakan segera menjadi trigliserida. Nah, trigliserida disimpan dalam sel-sel lemak dan hormon melepaskan trigliserida untuk energi di antara waktu makan. Jika kamu secara teratur makan lebih banyak kalori daripada yang dibutuhkan, terutama dari makanan berkarbohidrat tinggi, maka kamu sangat mungkin memiliki trigliserida tinggi (hipertrigliseridemia).

Baca juga: Apa yang Terjadi pada Tubuh saat Kadar Trigliserida Tinggi?

Berapa Kadar Trigliserida yang Normal? 

Tes darah sederhana dapat mengungkapkan apakah trigliserida dalam tubuh termasuk dalam rentang yang sehat:

  • Normal. Kurang dari 150 miligram per desiliter (mg / dL), atau kurang dari 1,7 milimol per liter (mmol / L);

  • Cukup Tinggi. Antara 150 hingga 199 mg / dL (1,8 hingga 2,2 mmol / L);

  • Tinggi. Antara 200 hingga 499 mg / dL (2,3 hingga 5,6 mmol);

  • Sangat Tinggi. Lebih dari 500 mg / dL atau lebih tinggi (5,7 mmol / L atau lebih tinggi).

Dokter biasanya akan memeriksa trigliserida tinggi sebagai bagian dari tes kolesterol, yang kadang-kadang disebut panel lipid atau profil lipid. Kamu harus berpuasa sebelum darah diambil untuk pengukuran trigliserida yang akurat.

Sebelum menjadi semakin parah, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui kadar trigliserida di rumah sakit terdekat. Tak perlu repot, karena kamu kini bisa buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc

Mengapa Trigliserida Tinggi Berbahaya?

Melansir dari Mayo Clinic, trigliserida tinggi berkontribusi pada pengerasan arteri atau penebalan dinding arteri yang meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, dan penyakit jantung. Trigliserida yang sangat tinggi juga menyebabkan peradangan pankreas akut (pankreatitis).

Trigliserida tinggi sering merupakan tanda kondisi lain yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, termasuk obesitas dan gangguan sindrom metabolik (sekelompok kondisi akibat terlalu banyak lemak di sekitar pinggang, tekanan darah tinggi, trigliserida tinggi, gula darah tinggi dan kadar kolesterol abnormal).

Baca juga: 5 Pantangan Makanan saat Kadar Trigliserida Tinggi

Trigliserida tinggi juga bisa menjadi pertanda:

  • Diabetes tipe 2 atau prediabetes;

  • Sindrom metabolik - suatu kondisi ketika tekanan darah tinggi, obesitas dan gula darah tinggi terjadi bersamaan, meningkatkan risiko penyakit jantung;

  • Kadar hormon tiroid yang rendah (hipotiroidisme).

Kondisi genetik langka juga memengaruhi cara tubuh mengubah lemak menjadi energi. Kadang-kadang trigliserida tinggi adalah efek samping konsumsi obat-obatan tertentu, seperti:

  • Diuretik;

  • Estrogen dan progestin;

  • Retinoid;

  • Steroid;

  • Penghambat beta;

  • Beberapa imunosupresan;

  • Beberapa obat HIV.

Baca juga: 7 Cara untuk Menurunkan Trigliserida dalam Darah

Bagaimana Cara Menurunkan kadar Trigliserida yang Aman? 

Ada beberapa pilihan gaya hidup sehat untuk menurunkan kadar trigliserida, antara lain: 

  • Berolahraga Secara Teratur. Lakukan olahraga setidaknya 30 menit sehari. 

  • Hindari Gula dan Karbohidrat Olahan. Karbohidrat sederhana, seperti gula dan makanan yang dibuat dengan tepung putih atau fruktosa meningkatkan trigliserida.

  • Turunkan Berat Badan. Jika kamu memiliki hipertrigliseridemia ringan hingga sedang, fokuslah pada pembatasan asupan kalori. Kalori ekstra dikonversi menjadi trigliserida dan disimpan sebagai lemak. Saat kamu mengurangi kalori, maka kamu mengurangi trigliserida.

  • Pilih Lemak yang Lebih Sehat. Alih-alih daging merah, cobalah ikan dengan asam lemak omega-3 yang tinggi - seperti mackerel atau salmon. Hindari lemak atau makanan trans dengan minyak atau lemak terhidrogenasi.

  • Batasi Jumlah Alkohol. Alkohol tinggi kalori dan gula dan memiliki efek yang kuat pada trigliserida. Jika kamu memiliki hipertrigliseridemia berat, hindari minum alkohol.

Itulah beberapa cara menjaga agar kadar trigliserida tetap dalam batasan normal dan sehat. Jika ada yang masih ingin ditanyakan tentang kondisi kesehatan, kamu dapat menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc, kapan saja dan di mana saja. 

Referensi:
Harvard Health. Publishing. Diakses pada 2020. Should You Worry About High Triglycerides?
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Triglycerides: Why Do They Matter?
Web MD. Diakses pada 2020. High Triglycerides: What You Need to Know.