• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bahaya yang Terjadi saat Selalu Menuruti Keinginan Anak

Bahaya yang Terjadi saat Selalu Menuruti Keinginan Anak

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Orangtua mungkin merasa senang saat bisa menuruti keinginan anak. Namun hati-hati, terlalu memanjakan anak dengan menuruti semua kemauannya ternyata bisa berbahaya. Sebab, hal ini nyatanya bisa memengaruhi tumbuh kembang dan sifat anak yang terbentuk kelak. Lantas, apa saja bahaya selalu menuruti keinginan anak?

Setiap orangtua mungkin memiliki pola asuh yang berbeda, tapi pengaruh dari hal-hal yang diterapkan mungkin tidak akan berbeda jauh. Sebaiknya, hindari memanjakan anak, apalagi selalu menuruti keinginannya. Sesekali, ayah dan ibu perlu mengatakan tidak atas apa yang diminta oleh Si Kecil, terutama untuk hal yang tidak terlalu penting. Kata tidak dan jangan akan mengajarkan anak mengenai prioritas, sehingga mereka dapat mengetahui mana yang hanya keinginan dan mana yang menjadi kebutuhan.

Baca juga: Ketahui Tipe Parenting yang Sesuai untuk Anak

Bahaya Selalu Menuruti Keinginan Anak

Menuruti keinginan anak tidak melulu dalam bentuk barang atau materi saja, tapi juga bisa memberikan aturan yang longgar atau membebaskan anak melakukan hal-hal yang diinginkan tanpa ada konsekuensi. Jika dibiarkan, hal ini bisa berbahaya dan memengaruhi perkembangan anak secara psikologis. Berikut beberapa bahaya selalu menuruti keinginan anak yang perlu diketahui!

1. Anak Sulit Mengikuti Aturan

Anak tidak akan selalu berada di lingkungan keluarga. Ada saatnya mereka pergi ke sekolah atau tempat lainnya. Jika orangtua selalu menuruti semua keinginannya, bukan tidak mungkin anak akan cenderung sulit untuk mengikuti peraturan yang berlaku di tempat lain, misalnya di sekolah.

2. Anak Sulit Mengambil Keputusan

Dampak jangka panjang dari kebiasaan orangtua yang selalu menuruti keinginan anak adalah mereka menjadi sulit mengambil keputusan. Sulit mengambil keputusan mulai dari hal terkecil, atau keputusan penting yang nantinya akan memengaruhi hidupnya, seperti menentukan pasangan hidup.

3. Anak Bisa Saja Mengalami Masalah Kesehatan

Anak bisa saja mengalami sejumlah masalah kesehatan jika ibu selalu menuruti semua keinginannya untuk mengonsumsi beragam makanan dan minuman yang tidak sehat, sehingga anak sulit menerapkan kebiasaan makan sehat. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin anak akan mengalami obesitas di kemudian hari.

4. Anak Memiliki Sifat Materialistis dan Tidak Menghargai

Jika apapun keinginan anak selalu terpenuhi, seperti membeli barang apapun yang mereka inginkan, hal tersebut dapat meningkatkan risiko anak memiliki sifat materialistis dan tidak menghargai sesuatu yang menjadi miliknya. Anak akan sulit untuk membedakan mana hal yang diinginkan dan yang dibutuhkan saat dewasa nanti.

Baca juga: 3 Hal yang Terjadi pada Anak dengan Orangtua OCD

Berikan Anak Pengertian

Orangtua mungkin merasa harus membuat anak merasa bahagia dan berharga. Namun, tidak harus dilakukan dengan selalu menuruti keinginannya, apalagi keinginan di luar batas yang bersifat memaksakan keadaan. Meski sulit untuk menolak keinginan anak, ibu perlu mengetahui bahwa bagaimana ibu bersikap yang akan membangun karakter anak di kemudian hari.

Sebaiknya ibu menjelaskan baik-baik dengan bahasa yang lugas dan dengan intonasi nada yang lembut. Jelaskan pada anak mengenai konsep skala prioritas, hak, serta tanggung jawabnya. Awalnya anak akan marah dan memberontak. Jika hal tersebut terjadi, ibu hanya perlu tegas, sehingga anak akan belajar dengan sendirinya bagaimana cara mengendalikan emosi dan mengerti jika tidak semua keinginan dapat terpenuhi.

Setelah Si Kecil mulai mengerti, ibu dan ayah bisa mulai menerapkan beberapa hal, misalnya aturan di mana anak hanya bisa mendapatkan mainan baru jika anak berhasil mendapatkan nilai yang baik saat ujian. Dengan begitu, anak akan belajar untuk mematuhinya. Di sini ibu hanya perlu menerapkannya dengan konsisten, jangan beri kelonggaran. 

Baca juga: Pola Asuh Permisif Bisa Sebabkan Anak Jadi Pemberontak

Jika ibu masih merasa sulit untuk menolak permintaan Si Kecil setelah melakukan langkah-langkah tersebut, ibu bisa berdiskusi langsung dengan psikolog di aplikasi Halodoc mengenai pola asuh anak yang baik guna menghentikan kebiasaan menuruti semua keinginan anak. Download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!


Referensi:
Psychology Today. Diakses pada 2021. Childhood Overindulgence: Too Much, Way Too Much.
Very Well Family. Diakses pada 2021. Are You Overindulging Your Child? .
Very Well Health. Diakses pada 2021. Why You Shouldn’t Overindulge Your Child.
Parents. Diakses pada 2021. Parents Who Loves Too Much.