25 October 2018

Bahayanya Fibromyalgia Bisa Sebabkan Depresi karena Rasa Sakit

Bahayanya Fibromyalgia Bisa Sebabkan Depresi karena Rasa Sakit

Halodoc, Jakarta - Nyeri otot tak hanya dapat disebabkan oleh porsi olahraga yang berlebihan atau terlalu banyak aktivitas yang melibatkan otot saja. Kata ahli, nyeri otot juga bisa disebabkan karena fibromyalgia. Keluhan medis ini merupakan penyakit kronis yang membuat pengidapnya merasakan rasa sakit di sekujur tubuh. Rasa sakit ini dapat berupa nyeri tumpul, sensasi terbakar, hingga rasa seperti ditusuk-tusuk.

Fibromyalgia memang bisa dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak. Namun, kebanyakan pengidapnya berusia 30—50 tahun. Namun, wanita memiliki risiko yang lebih tinggi terserang penyakit ini ketimbang pria.

Dari banyaknya perempuan yang terserang penyakit ini, diva pop Lady Gaga yang paling menarik perhatian khalayak. Terutama ketika dirinya membatalkan penampilan di sebuah festival musik di Rio de Janeiro, Brazil, pada 2017. Pelantun "Born This Way" itu tak kuasa menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Dia pun mesti beristirahat untuk mengatasi masalah saraf yang belum diketahui penyebab dan cara menyembuhkannya tersebut.

Para ahli memperkirakan kalau fibromyalgia disebabkan karena adanya kadar senyawa tak normal dalam otak. Senyawa ini yang mengakibatkan perubahan sistem saraf otak, ketika memproses pesan nyeri ke seluruh tubuh. Tapi yang mesti diketahui, penyakit ini tak hanya menimbulkan rasa nyeri di sekujur tubuh pengidapnya saja. Sebab, tak menutup kemungkinan fibromyalgia juga bisa menyebabkan depresi pada pengidapnya. Lho, kok bisa?  

Frustrasi Mengatasi Rasa Sakit

Hubungan antara depresi dan gejala penyakit ini memang masuk akal. Alasannya jelas, merasakan dan mengatasi rasa sakit yang parah dan kelelahan karena masalah saraf ini bisa membuat seseorang frustrasi. Enggak cuma itu, penyakit ini juga bisa mengganggu aktivitas dan rutinitas hidup mereka.

Menurut ahli, pengidap masalah saraf ini sering mengalami kehilangan minat dalam kegiatan favorit mereka. Tapi yang bikin menambah masalah, mereka juga terkadang akan merasakan kesepian, kelelahan, dan rasa sedih. Menurut ahli dari divisi rheumatology dan klinis imunologi di University of Florida di Gainesville, Amerika Serikat, depresi bisa membuat rasa sakit dan kelelahan menjadi lebih buruk. Bahkan, dalam beberapa kasus bisa menyebabkan kecacatan fungsional pada pengidapnya.

Pengidap penyakit yang banyak menyerang wanita ini memang perlu harap-harap cemas. Sebab, banyak studi mengatakan bahwa pengidap fibromyalgia berisiko tiga kali terserang depresi daripada mereka yang tak mengidapnya.

Kenali Gejalanya

Gejala utama dari penyakit ini berupa rasa sakit yang menyebar ke seluruh tubuh. Rasanya berupa sensasi terbakar atau nyeri tumpul yang bisa berlangsung setidaknya 12 minggu. Selain itu, berikut gejala-gejala lain yang mungkin muncul:

  • Kram perut.

  • Tubuh sensitif terhadap rasa sakit.

  • Kecemasan.

  • Depresi.

  • Otot kaku.

  • Sulit tidur dan kelelahan.

  • Sakit kepala.

  • Sindrom iritasi usus.

  • Kepanasan atau kedinginan.

  • Haid disertai rasa nyeri yang parah.

Awasi Penyebabnya

Para ahli menduga ada beberapa faktor yang bisa menyebabkannya. Berikut faktor pemicunya:

  • Usia. Kondisi ini umumnya dialami oleh orang-orang yang berusia 30—50 tahun.

  • Genetik. Risiko mengalami fibromyalgia bisa meningkat bila memiliki anggota keluarga yang mengidap kondisi sama.

  • Usia. Kebanyakan penyakit ini dialami oleh orang yang berusia 30—50 tahun.

  • Trauma fisik atau emosional. Misalnya, cedera, operasi, infeksi virus, atau mengalami kejadian traumatis.

  • Kadar yang tidak normal pada senyawa-senyawa dalam sistem saraf pusat, sehingga lebih sensitif terhadap sinyal-sinyal rasa sakit.

Jenis kelamin. Kaum hawa lebih berisiko untuk mengalami fibromyalgia ketimbang pria.

Punya keluhan masalah kesehatan seperti di atas? Kamu bisa lho bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: