• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Baik Buruk Splash Pregnancy Bagi Pasangan Muda yang Baru Menikah
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Baik Buruk Splash Pregnancy Bagi Pasangan Muda yang Baru Menikah

Baik Buruk Splash Pregnancy Bagi Pasangan Muda yang Baru Menikah

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 28 November 2022

"Splash pregnancy bisa menjadi kabar baik maupun kurang menyenangkan untuk pasangan yang baru menikah. Pasalnya, kehamilan bisa terjadi meski tidak adanya penetrasi."

Baik Buruk Splash Pregnancy Bagi Pasangan Muda yang Baru MenikahBaik Buruk Splash Pregnancy Bagi Pasangan Muda yang Baru Menikah

Halodoc, Jakarta – Normalnya, kehamilan terjadi saat adanya penetrasi. Alhasil, sel sperma bisa masuk dan menembus sel telur yang sudah matang. Pada splash pregnancy, kehamilan bisa terbentuk meski tidak ada penetrasi. 

Walaupun kelihatannya mustahil, kondisi ini nyatanya memang bisa terjadi, apalagi kalau jarak antara penis dengan lubang vagina sangat dekat. Saat ejakulasi,  sel sperma bisa masuk ke dalam vagina dan melakukan perjalanan untuk membuahi sel telur.

Baik Buruk Splash Pregnancy

Splash pregnancy bisa menjadi kabar baik maupun kurang menyenangkan bagi pasangan muda yang baru menikah. Bagi mereka yang mendambakan momongan, splash pregnancy tentu menjadi kabar yang membahagiakan. 

Namun, hal ini bisa kurang menyenangkan bagi pasangan yang masih ingin menunda momongan. Apalagi bagi mereka yang punya kebiasaan merokok atau minum alkohol. Kebiasaan tersebut tentu bisa membahayakan kehamilan. 

Jika kamu dan pasangan ingin mencegah splash pregnancy, sebaiknya gunakan pengaman, seperti kondom saat berhubungan seksual. 

Tanda-Tanda Splash Pregnancy

Tanda-tandanya sama seperti kehamilan pada umumnya, yaitu:

  • Melewati periode menstruasi. Jika kamu mengalaminya segera lakukan tes kehamilan untuk memastikan penyebab siklus yang terlewat.
  • Perubahan pada payudara menjadi membengkak dan tekstur kulit yang lebih lembut.
  • Mual dan muntah akibat perubahan hormon dalam tubuh. Kondisi ini dikenal sebagai morning sickness.
  • Peningkatan frekuensi buang air kecil. Pasalnya, jumlah darah mengalami peningkatan sehingga ginjal akan memproses cairan ekstra pada kandung kemih.
  • Kelelahan akibat meningkatnya hormon progesteron selama awal kehamilan.
  • Perut kembung karena perubahan hormon
  • Muncul bercak darah akibat adanya proses implantasi, yaitu saat sel telur menempel pada dinding rahim. Kondisi ini bisa terjadi 10-14 hari setelah pembuahan.

Namun, banyak tanda kehamilan yang mirip seperti gangguan kesehatan lainnya. Maka dari itu, sebaiknya lakukan tes kehamilan di rumah menggunakan test pack. Jika hasilnya positif, artinya kamu benar mengalami kehamilan. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan usia kehamilan dan kondisi kesehatan janin dalam kandungan.

Apa yang Perlu Dilakukan Selanjutnya?

Setelah positif hamil, tentu kamu perlu menjaga kesehatan diri supaya tidak mudah sakit perkembangan janin tetap optimal. Ada berbagai tips yang bisa dilakukan, seperti:

  • Mulailah mengonsumsi berbagai makanan sehat dan bernutrisi.
  • Hindari kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol.
  • Konsumsi vitamin prenatal sesuai dengan anjuran dokter.
  • Penuhi kebutuhan air putih setiap hari.
  • Perbanyak konsumsi buah dan sayur.
  • Lakukan olahraga ringan setiap hari
  • Rutin melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan.
  • Lakukan pemeriksaan gigi.
  • Perbanyak istirahat.

Jika kamu punya pertanyaan lain seputar kehamilan atau masalah kesehatan lainnya, hubungi dokter spesialis kandungan melalui aplikasi Halodoc saja. Dokter yang ahli di bidangnya akan menjawab pertanyaan kamu sekaligus memberikan solusi terbaik. Jangan tunda sebelum kondisinya memburuk, download Halodoc sekarang juga!

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2022. Can You Get Pregnant Without Having Sex?
Healthline. Diakses pada 2022. Can You Still Get Pregnant If the Sperm Comes Out?
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Symptoms of Pregnancy: What Happens First.
Very Well Family. Diakses pada 2022. 50 Tips for a Healthy Pregnancy.