• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Balerina Berisiko Terkena Plantar Fasciitis, Benarkah?

Balerina Berisiko Terkena Plantar Fasciitis, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta – Nyeri tumit bisa menjadi salah satu gejala dari penyakit plantar fasciitis. Meski bisa menyerang siapa saja, risiko penyakit ini ternyata meningkat pada beberapa kondisi bahkan profesi. Balerina alias seorang penari balet disebut lebih rentan mengalami plantar fasciitis. Pasalnya, seorang penari balet melakukan gerakan atau aktivitas yang banyak memberikan tumpuan pada tumit. 

Plantar fasciitis merupakan jenis penyakit yang menyerang jaringan penghubung pada tumit dengan jari-jari kaki. Bagian penghubung ini disebut plantar fascia. Peradangan pada bagian tersebut rentan terjadi akibat ada tekanan yang terlalu banyak pada kaki. Hal tersebut kemudian menyebabkan cedera atau robek pada jaringan tersebut. Biar lebih jelas, simak penjelasanny berikut! 

Baca juga: Ini 4 Cara Atasi Sakit Akibat Plantar Fasciitis

Faktor Risiko Plantar Fasciitis

Jaringan plantar fascia memiliki fungsi sebagai peredam getaran, penyangga telapak kaki, serta membantu proses berjalan pada seseorang. Saat terjadi peradangan, biasanya akan muncul rasa nyeri sebagai gejala. Nyeri pada jaringan ini disebabkan oleh tekanan yang terlalu banyak. Nyatanya, tekanan yang banyak pada kaki bisa menyebabkan cedera atau robek pada jaringan plantar fascia.

Cedera yang terjadi akibat terlalu banyak tekanan bisa memicu terjadinya peradangan dan nyeri pada tumit. Orang yang banyak melakukan aktivitas dengan tekanan di kaki, seperti balerina, lebih berisiko mengalami gangguan ini. Penyakit plantar fasciitis terjadi karena ada tekanan yang terjadi secara berulang pada bagian kaki. 

Selain menari balet, ada beberapa kondisi atau aktivitas fisik lain yang juga bisa meningkatkan risiko plantar fasciitis, seperti lari jarak jauh dan aerobik. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang juga bisa menyebabkan seseorang rentan mengalami plantar fasciitis, di antaranya: 

  • Faktor Usia 

Seseorang disebut rentan mengalami gangguan ini jika sudah berusia lanjut alias lansia. Plantar fasciitis lebih berisiko menyerang orang yang berusia 40 tahun hingga 60 tahun.

  • Kelebihan Berat Badan 

Orang yang memiliki berat badan berlebih alias obesitas juga rentan mengalami penyakit ini. Pasalnya, berat badan berlebih bisa menyebabkan tekanan yang berlebihan pula pada jaringan plantar fascia. 

  • Olahraga Tertentu 

Jenis olahraga tertentu juga bisa meningkatkan risiko plantar fasciitis. Memaksakan diri untuk melakukan jenis olahraga seperti lari jarak jauh atau aerobik bisa memicu plantar fasciitis. 

  • Faktor Pekerjaan 

Berdiri terlalu lama juga bisa menyebabkan tekanan pada kaki meningkat, dan hal itu bisa memicu terjadinya plantar fasciitis. Karenanya, ada beberapa jenis pekerjaan yang disebut bisa meningkatkan risiko penyakit ini, di antaranya atlet, pekerja pabrik, dan profesi lain. 

Baca juga: Inilah Gejala dan Penyebab Plantar Fasciitis

  • Gangguan pada Kaki 

Masalah pada kaki, seperti bentuk kaki yang terlalu rata, terlalu melengkung, cara berjalan yang tidak normal, serta jaringan sendi kaki yang tegang bisa memicu peradangan. Semakin lama, hal ini bisa berkembang menjadi plantar fasciitis. 

  • Salah Memilih Sepatu 

Kebiasaan memilih dan menggunakan sepatu yang salah juga bisa meningkatkan risiko penyakit ini. Sebab, hal itu bisa menyebabkan telapak kaki tidak ditopang dengan baik, sehingga memicu plantar fasciitis.  

Baca juga: Atlet Lari Terancam Kena Plantar Fasciitis pada Tumit

Masih penasaran tentang nyeri tumit plantar fasciitis? Tanya dokter di Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call atau Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Plantar Fasciitis.
Healthline. Diakses pada 2020. Plantar Fasciitis.
WebMD. Diakses pada 2020. Plantar Fasciitis.