Balita Juga Bisa Mengidap Maag, Orangtua Harus Apa?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Balita Juga Bisa Mengidap Maag, Orangtua Harus Apa?

Halodoc, Jakarta – Maag adalah gejala penyakit berupa rasa nyeri dan panas pada lambung yang terjadi karena banyak faktor. Di antaranya meliputi luka terbuka pada lambung (tukak lambung), infeksi bakteri H. pylori, efek samping konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid, dan stres. Meski tergolong umum, tahukah kamu jika balita juga bisa mengalami maag?

Baca Juga: Bukan Cuma Mag, Ini Penyebab Asam Lambung Naik

Pada anak, maag umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri H. pylori yang menular lewat makanan dan minuman. Selain kuman, anak yang tidak suka makan sayur membuat pertumbuhan jonjot usus kurang baik, sehingga memengaruhi proses pencernaan makanan di dalam tubuh.

Anak yang sering konsumsi makanan pedas, terlebih saat kondisi lambungnya belum bisa menerima, berisiko tinggi mengalami maag. Lantas, apa yang harus dilakukan orang tua saat Si Kecil mengidap maag?

Cara Mengatasi Maag pada Balita

Gejala maag pada balita mirip dengan orang dewasa, yaitu perut kembung, sering buang angin, nyeri ulu hati, mual, dan muntah. Tak jarang, kondisi ini membuat Si Kecil kehilangan nafsu makan, sering bersendawa, sulit makan, susah buang air, hingga feses bercampur darah.

Apabila Si Kecil mengalami gejala tersebut, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Biasanya, dokter melakukan endoskopi untuk melihat struktur mukosa lambung. Selanjutnya, untuk memastikan keberadaan bakteri H. pylori akan dilihat dengan pemeriksaan penunjang lainnya.

Sebagai pertolongan pertama, ibu bisa menghindarkan Si Kecil dari makanan asam, berminyak, pedas, dan minuman yang mengandung kafein (seperti teh, kopi, dan soft drink). Kafein bisa merangsang pengeluaran asam lambung dan memperburuk gejala peradangan lambung. Lebih baik ibu memberikan Si Kecil makanan bertekstur lunak agar ia tidak semakin merasakan nyeri.

Apabila maag pada Si Kecil disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter memberikan antibiotik dan obat lain yang harus diminum. Setelah habis, Si Kecil perlu ke dokter untuk melakukan kontrol kembali. Bagaimana dengan maag yang parah? Si Kecil tentu memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.

Baca Juga: Agar Maag Tak Lagi Kambuh, Begini Tips Atur Pola Makannya

Mencegah Maag pada Balita

Cara terbaik mencegah maag pada balita adalah menghindarkan dari infeksi bakteri H. pylori. Caranya dengan menjaga kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi, serta menerapkan gaya hidup sehat. Berikut ini penjelasannya:

  • Pastikan kebersihan makanan dan minuman Si Kecil sebelum dikonsumsi. Jangan biarkan Si Kecil jajan sembarangan, karena kebersihan dan keamanannya belum terjamin. Bagaimana jika Si Kecil lebih senang jajan sembarangan? Ibu bisa mengakalinya dengan membuat makanan dan minuman sehat di rumah, tentunya dengan bentuk dan warna yang menarik perhatian Si Kecil.

  • Ajarkan Si Kecil cara mencuci tangan pakai sabun, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah menyentuh hewan. Kebiasaan ini bisa menghindarkan Si Kecil dari berbagai infeksi penyakit, termasuk diare.

  • Berikan makanan sesuai dengan pertumbuhan Si Kecil. Tekstur makanan (termasuk makanan pedas) bisa mengiritasi lambung, sehingga menyebabkan maag.

Baca Juga: Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Maag

Itulah cara mengatasi maag pada balita. Kalau Si Kecil mengalami gejala maag, ibu nggak perlu ragu untuk membawanya ke poliklinik anak. Tanpa harus antre, ibu bisa membuat janji terlebih dulu dengan dokter di rumah sakit pilihan di sini. Kamu juga bisa tanya jawab dengan dokter dengan download aplikasi Halodoc.