• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Balita Tantrum, Ini Cara Tepat Mengatasinya

Balita Tantrum, Ini Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Balita tantrum bisa membuat orangtua stres dan frustasi. Tantrum balita biasanya disertai rengekkan, tangisan hingga berteriak, menendang dan memukul. Kondisi ini umum terjadi pada balita laki-laki dan perempuan. Biasanya, tantrum pada anak terjadi saat mereka berusia 1 hingga 3 tahun. 

Beberapa anak mungkin sering tantrum, sedangkan beberapa anak lainnya jarang mengalaminya. Tantrum adalah fase yang normal dari perkembangan anak. Itu merupakan cara anak menunjukkan bahwa mereka kesal dan frustasi. Tantrum dapat terjadi ketika anak sedang lelah, lapar, atau tidak nyaman. Nah, sebaiknya orangtua mengetahui cara yang tepat untuk mengatasi balita tantrum.

Baca juga: Normalkah Anak Alami Tantrum? Ketahui 4 Faktanya

Mengatasi Balita yang Sedang Tantrum

Tetap tenang saat menanggapi anak tantrum adalah hal yang perlu dilakukan oleh setiap orangtua. Jangan memperumit masalah dengan ikut frustasi atau marah sendiri. Ingatkan diri bahwa tugas ayah dan ibu adalah membantu anak tetap belajar tenang. 

Tantrum harus ditangani secara berbeda tergantung pada alasan yang menyebabkan anak marah. Terkadang, orangtua mungkin perlu memberikan hiburan. Jika anak lelah atau lapar, inilah waktunya untuk tidur siang atau makan cemilan. Cobalah alihkan ledakan emosi anak pada aktivitas baru yang menarik perhatiannya.

Jika balita mengamuk dengan tujuan untuk mendapatkan perhatian ayah dan ibu, maka cara terbaik untuk mengatasi perilakunya dengan mengabaikannya. Jika amukan terjadi setelah anak ditolak, maka tetap tenang dan jangan memberikan banyak penjelasan mengapa anak tidak bisa mendapatkan apa yang diinginkannya. 

Apabila amukan terjadi setelah anak diminta melakukan sesuatu yang tidak ingin dia lakukan, sebaiknya abaikan amukan tersebut. Namun, pastikan bahwa ayah dan ibu terus meminta anak menyelesaikan tugasnya setelah ia tenang. 

Anak-anak yang berada dalam bahaya, dapat melukai diri sendiri atau orang lain selama tantrum, maka harus dibawa ke tempat yang tenang dan aman untuk menenangkan diri. Ini juga berlaku untuk tantrum di tempat umum. 

Jika terjadi masalah keamanan dan balita mengulangi perilakunya setelah diminta berhenti, maka gunakan waktu istirahat atau pegang anak dengan kuat selama beberapa menit. Sebaiknya, bersikaplah konsisten. Orangtua jangan menyerang pada masalah keamanan. 

Baca juga: Anak Tantrum, Ini Sisi Positifnya untuk Orangtua

Sementara itu, tantrum bisa juga terjadi anak prasekolah dan anak-anak yang lebih tua. Mereka menggunakan amukan untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Untuk anak-anak usia sekolah, sebaiknya ajak anak ke kamar untuk menenangkan diri, berilah perhatian pada perilakunya, dan coba komunikasikan solusi yang tepat dengan anak.

Dibanding harus menetapkan batas waktu tertentu, beritahu anak untuk tetap berada di kamar hingga dia memiliki kendali lagi. Namun, jika waktu untuk menenangkan diri ditambah perilaku negatif (seperti memukul), maka tetapkan batas waktu pada anak.

Perlu orangtua ingat bahwa jangan sikapi tantrum anak dengan mengalah. Ini hanya akan membuktikan kepada Si Kecil bahwa tindakannya itu efektif. Amukan biasanya kondisi yang tidak perlu dikhawatirkan dan biasanya berhenti dengan sendirinya. Saat anak-anak tumbuh dewasa, mereka akan mendapatkan kendali diri. Anak-anak akan belajar untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengatasi frustasi. 

Baca juga: Mengenal 2 Jenis Tantrum pada Anak

Jika orangtua mengalami masalah saat mengatasi tantrum pada anak atau ingin berbincang tentang pola asuh anak yang tepat, cobalah untuk mendiskusikannya pada psikolog melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran penanganan yang tepat. Yuk, segera download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2020. Temper Tantrum
Parents. Diakses pada 2020. A Parent’s Guide to Temper Tantrums
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Temper tantrums in toddlers: How to keep the peace