Banyak Terjadi di Kongo, Bisakah Ebola Menyebar ke Indonesia?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Banyak Terjadi di Kongo, Bisakah Ebola Menyebar ke Indonesia?

Halodoc, Jakarta - Penyakit virus Ebola adalah jenis penyakit serius yang berasal dari Afrika. Sekitar tahun 2014 hingga 2015, penyakit ini mewabah dengan cepat di beberapa negara di Benua Afrika, dan Kongo adalah salah satunya. Lalu, tahun 2016, wabah secara resmi dinyatakan telah berakhir.

Namun, baru-baru ini, kembali tersiar kabar bahwa virus Ebola kembali menjadi wabah di Kongo. World Health Organization (WHO) menyebutkan virus mematikan ini telah mewabah di sebuah daerah bernama Bikoro. Tentu saja, kondisi ini membuat prihatin karena virus Ebola bisa menyebar dengan sangat cepat.

Meski merupakan virus yang langka, nyatanya virus Ebola mematikan. Virus ini bisa menyebabkan tubuh demam, diare, hingga perdarahan baik di dalam maupun luar tubuh. Ketika virus masuk ke dalam tubuh, ia merusak sistem kekebalan berikut organ-organ tubuh.

Pada akhirnya, virus ini menyebabkan tingkatan pembekuan darah mengalami penurunan yang membuat perdarahan mudah terjadi. Setidaknya, sekitar 90 persen orang yang terinfeksi virus ini tidak bisa diselamatkan.

Baca juga: Mematikan, Ini 4 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Ebola

Sebenarnya, Ebola tidak menular seperti virus pada umumnya, misalnya ketika kamu terserang flu, pilek, atau campak. Penyebaran virus ini terjadi melalui kontak dengan kulit atau cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti monyet, simpanse, atau kelelawar. Virus bergerak dari satu orang ke orang lainnya dengan cara yang sama. Bahkan, penularan bisa terjadi pada orang sehat yang merawat atau menguburkan pengidap.

Cara infeksi lain yang sering terjadi adalah melalui jarum atau permukaannya yang sebelumnya telah terkontaminasi. Kamu tidak mendapatkan infeksi penyakit ini dari udara, air, atau makanan. Seseorang yang positif mengidap penyakit Ebola tetapi tidak menunjukkan gejalanya tidak bisa menularkan penyakit ini.

Bisakah Ebola Menyebar Hingga ke Indonesia?

Virus Ebola rentan mewabah. Cara paling mudah adalah dari para pelancong yang berkunjung ke daerah endemik tanpa perlindungan tubuh sebelumnya. Jadi, tidak menutup kemungkinan virus ini bisa turut menyebar di Indonesia. Pasalnya, belum ada obat yang mampu mengatasi penyakit ini, meski para peneliti terus berusaha mengembangkannya.

Baca juga: Sempat Mewabah, Bagaimana Penyakit Ebola Diobati?

Pun, tidak ada vaksin yang bisa mencegah penularan virus ini pada tubuh. Cara terbaik untuk menghindari penularannya adalah tidak bepergian ke daerah endemik, terlebih ke wilayah Kongo atau tempat lainnya di Benua Afrika.

Jika kamu diharuskan untuk melakukan perjalanan ke wilayah tersebut, sebisa mungkin hindari kontak langsung dengan kelelawar, monyet, simpanse, dan gorila karena hewan-hewan ini adalah media penyebaran yang utama.

Selain itu, cucilah tangan sesering mungkin dengan menggunakan sabun dan air. Jika memungkinkan, gunakan alkohol jika sabun tidak tersedia. Sebelum makan, pastikan buah dan sayuran dicuci dan dikupas. Jangan sentuh hewan yang mati, terlebih memakan dagingnya.

Sebagai tindakan pencegahan dini dari penularan virus ini, kamu bisa melindungi diri dengan menggunakan masker dan sarung tangan hingga sepatu boot dan kacamata setiap kali harus melakukan kontak dengan para pengidap.

Baca juga: Indonesia Aman dari Ebola, Benarkah?

Penyakit akibat virus Ebola terkadang bisa sangat fatal. Semakin cepat seseorang diberikan perawatan, maka peluang hidup mereka semakin besar. Maka, segera tanyakan pada dokter bagaimana penanganan pengidap Ebola atau mengetahui gejalanya. Gunakan aplikasi Halodoc untuk memudahkan tanya jawab kamu dengan dokter. Jadi, kapan saja dan di mana saja kamu berada, jangan lupa untuk download aplikasi Halodoc ya!