• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Baru Pertama ke Dokter Gizi Anak? Ini 5 Hal yang Bisa Ditanyakan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Baru Pertama ke Dokter Gizi Anak? Ini 5 Hal yang Bisa Ditanyakan

Baru Pertama ke Dokter Gizi Anak? Ini 5 Hal yang Bisa Ditanyakan

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 25 Januari 2023

“Selain kondisi kesehatannya, orang tua juga wajib memperhatikan asupan gizi anak. Sebab, nutrisi yang tidak terpenuhi akan membuat anak rentan mengalami masalah pada pertumbuhan dan perkembangannya.”

Baru Pertama ke Dokter Gizi Anak? Ini 5 Hal yang Bisa DitanyakanBaru Pertama ke Dokter Gizi Anak? Ini 5 Hal yang Bisa Ditanyakan

Halodoc, Jakarta – Menjadi orang tua, terutama untuk pertama kali, membuat ibu dan ayah kerap kali memiliki banyak pertanyaan tentang tumbuh kembang anak. Salah satu yang sering ibu utarakan mungkin tidak jauh dari seputar gizi anak

Sebab, hal satu ini memang sangat berhubungan dengan tumbuh kembang dan kesehatan sang buah hati. Ibu mungkin bisa mendapatkan banyak informasi dari artikel melalui internet, pengalaman orang tua lain pada forum parenting, atau bertanya pada kakek nenek yang telah lebih dulu mengalami kondisi tersebut. 

Namun, ibu tidak boleh lupa bahwa zaman telah berkembang lebih maju dan modern, apa yang menjadi kebiasaan orang tua pada masa lalu bisa jadi tidak bisa lagi ibu lakukan pada masa sekarang. Terlebih, yang tak kalah pentingnya adalah, setiap anak memiliki kebutuhan masing-masing, tak terkecuali gizinya. 

Pertanyaan Seputar Gizi Anak ketika Mengunjungi Ahli Gizi

Apapun masalah tentang anak yang sedang ibu alami, termasuk masalah gizi sang buah hati, tanyakan saja pada ahlinya. Jadi, ibu bisa mendapatkan penjelasan dan solusi yang tepat. Begitu pula dengan permasalahan nutrisi Si Kecil, ibu bisa bertanya langsung kepada ahli gizi anak. 

Biasanya, orang tua akan menanyakan beberapa pertanyaan berikut saat berdiskusi dengan ahli nutrisi:

1. Berapa banyak protein yang anak butuhkan?

Dokter akan melihat kebutuhan protein anak sesuai dengan usia dan jenis kelamin. Menjelang usia pubertas, asupan protein untuk anak terbagi berdasarkan jenis kelaminnya. 

Umumnya, kebutuhan protein harian untuk anak usia 0 sampai 9 tahun masih sama antara anak laki-laki dan perempuan. Namun, menjelang usia 10 tahun, kebutuhan protein anak laki-laki cenderung lebih tinggi daripada anak perempuan. 

Protein memang menjadi perhatian orang tua, terutama karena anak cenderung pilih-pilih makanan, sedang tumbuh gigi, dan belajar mengunyah. Semua hal ini dapat memengaruhi konsumsi protein anak. 

2. Bolehkah memberikan makanan yang sama selama itu memenuhi gizi anak?

Ibu perlu mengetahui bahwa gizi anak dari menu makan sehat sebenarnya lebih dari sekadar vitamin dan mineral yang cukup, karena hal ini juga mencakup keseimbangan serat, karbohidrat kompleks, lemak esensial dan protein. 

Jadi, daripada menawarkan makanan yang sama setiap hari, lebih baik ibu mencari menu yang lebih bervariasi dan tetap dapat memenuhi asupan gizi harian sang buah hati. 

3. Apakah anak memerlukan suplemen?

Jika anak-anak mengonsumsi makanan seimbang yang sehat, secara teori mereka tidak membutuhkan suplemen. Oleh karena itu, ibu tahu bahwa 1 dari 5 anak mengalami kekurangan zat besi, sehingga dalam beberapa kasus perlu suplemen khusus. 

Satu-satunya kondisi anak memerlukan suplemen adalah ketika mereka mengalami kekurangan zat besi, atau ketika anak sedang sakit. Pemberian zinc ekstra dan vitamin C dapat berguna untuk kondisi tersebut karena membantu pemulihan dari penyakit yang lebih cepat. 

4. Berapa banyak susu yang perlu anak konsumsi setiap hari?

Susu mengandung nutrisi penting untuk perkembangan anak, salah satunya adalah kalsium. Memasuki usia tiga tahun, anak-anak setidaknya mengonsumsi susu maksimal 350 mililiter per hari. 

Mengonsumsi susu lebih dari asupan tersebut justru dapat menggantikan nutrisi penting yang sebenarnya bisa ibu berikan pada anak dari jenis makanan lain, seperti sumber protein nabati.

5. Bagaimana membuat anak mau makan sayur?

Coba, coba dan coba lagi! Anak-anak sering melewati tahapan dalam preferensi rasa. Jadi, menjadi hal yang sebenarnya sangat normal bagi anak untuk menikmati makanan tertentu dan kemudian berkata tidak mau keesokan harinya.

Guna membuat anak makan lebih banyak sayuran sehingga gizi anak tercukupi, mulailah dengan menyediakannya secara rutin. Pertimbangkan untuk bertanya pada anak sayuran mana yang ingin anak coba, lalu sediakan untuk mereka. 

Membahas mengenai makanan sehat dan pemenuhan gizi anak memang menjadi tugas orang tua yang cukup menantang. Jika ibu memerlukan bantuan, tanyakan langsung saja pada ahli gizi di Halodoc dengan cara download Halodoc terlebih dahulu melalui App Store atau Play Store. 

Referensi:
Nurture Life. Diakses pada 2023. Nutrition for Kids: Your Top 10 Kid Nutrition Questions Answered.
Peninsula Kids. Diakses pada 2023. The 10 most frequently asked kid’s nutrition questions.
Children’s Hospital Colorado. Diakses pada 2023. Top Child Nutrition Questions from Parents.