• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Batasan Penggunaan Gadget untuk Balita

Batasan Penggunaan Gadget untuk Balita

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Penggunaan gawai memang mampu memberikan banyak manfaat dan kemudahan mengakses berbagai informasi. Meski begitu, di balik beragam manfaat tersebut tetap ada risiko yang perlu diwaspadai, terlebih pada anak. Inilah mengapa perlu ada batasan penggunaan gadget untuk balita. 

Batasan Penggunaan Gadget untuk Balita

Pakar kesehatan mengatakan bahwa batas waktu maksimal akses gawai untuk anak mengakses gadget adalah 1 sampai 2 jam setiap hari. Berikut durasi yang disarankan untuk mengakses gadget pada anak berdasarkan usianya:

  • Anak berusia di bawah 2 tahun disarankan untuk tidak diberikan akses gawai sama sekali. Jika memang benar-benar diperlukan, anak berusia di atas 1,5 tahun dapat mengakses gawai hanya dengan didampingi orang tua dan durasinya tidak lebih dari 1 jam per hari.
  • Anak berusia 2 hingga 5 tahun boleh mengakses gawai hanya 1 jam per hari, pun hanya boleh program yang memang berkualitas.
  • Anak berusia 6 tahun atau lebih boleh diberikan gadget, tetapi dengan batas waktu yang telah diatur oleh orangtua, misalnya gawai hanya boleh diberikan pada akhir pekan atau aksesnya maksimal hanya 2 jam per hari.

Baca juga: Anak Terus-terusan Main Gadget, Tanda Pola Asuh yang Salah?

Namun, orangtua juga perlu tahu bahwa batasan durasi tersebut tidak hanya pada gawai, tetapi termasuk pula interaksi dengan televisi atau perangkat elektronik, seperti komputer maupun laptop.

Tips Memberikan Batasan Akses Gadget pada Anak

Merasa kesulitan memberikan batasan penggunaan gadget pada balita? Beberapa cara berikut ini mungkin bisa jadi alternatif yang bisa dicoba:

  • Buat aturan durasi akses atau main gadget sesuai dengan usia Si Kecil.
  • Buat peraturan dan jadwal yang mengharuskan ibu dan ayah tidak berinteraksi dengan gadget, misalnya saat makan, menjelang tidur, atau bepergian.
  • Pilih aplikasi yang memang memberikan bermanfaat untuk anak, misalnya aplikasi belajar membaca atau berhitung.
  • Pantau apa yang sedang dimainkan atau dilihat oleh anak.
  • Sebisa mungkin, luangkan waktu untuk melakukan aktivitas lain bersama anak, seperti membaca cerita, menggambar, bermain sepeda, atau berenang. Jadi, anak tidak melulu memegang ponsel.

Baca juga: Gadget atau Mainan, Hadiah Terbaik untuk Anak

Tidak hanya membatasi anak bermain gawai, sebagai orangtua, ayah dan ibu pun harus menjadi contoh yang baik dengan membatasi diri memegang ponsel. Jadi, anak akan melihat bagaimana orangtuanya dan tidak selalu ingin bermain ponsel di waktu luangnya. 

Akan tetapi, jika hal itu justru membuatnya marah dan merasa diperlakukan tidak adil, bisa jadi anak sudah mengalami kecanduan gawai. Segera tanyakan solusinya pada psikolog melalui aplikasi Halodoc sehingga anak segera mendapatkan penanganan.

Berbagai Dampak Kecanduan Gawai

Bukan tanpa alasan mengapa perlu ada batasan penggunaan gadget untuk balita. Tanpa adanya hal tersebut, anak akan rentan mengalami gangguan perkembangan kognitif, terlebih pada usia 1 sampai 3 tahun. Bahkan, anak pun akan lebih berisiko mengalami speech delay

Baca juga: Berapa Lama Waktu Balita Dapat Bermain Gadget?

Beberapa dampak lain yang sangat mungkin terjadi, termasuk:

  • Kegemukan, karena anak menjadi malas bergerak dan kurang aktif secara fisik.
  • Masalah dalam kontrol perilaku dan emosi.
  • Menjadi malas berpikir.
  • Kehilangan rasa empati terhadap orang lain.
  • Cenderung menjadi pribadi antisosial.

Jadi, segera terapkan batasan penggunaan gadget untuk sang buah hati, ya!



Referensi:
WHO. Diakses pada 2021. To grow up healthy, children need to sit less and play more
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Screen time and children: How to guide your child
Kids Health. Diakses pada 2021. Screen Time Guidelines for Babies and Toddlers.