Batu Ginjal Bisa Sebabkan Kencing Darah

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
batu ginjal, kencing darah

Halodoc, Jakarta - Kencing darah, atau adanya kandungan darah dalam urine akan mengubah warna urine menjadi kemerahan atau kecokelatan. Urine yang normal seharusnya tidak mengandung darah sedikit pun, kecuali pada wanita menstruasi. Adanya kandungan darah pada urine bisa menjadi pertanda penyakit serius, meskipun hanya terjadi sekali. Jika hal ini sampai terjadi, segera periksakan diri ke dokter, ya! Karena bisa jadi kondisi ini adalah gejala kalau kamu tengah mengalami batu ginjal.

Baca juga: Ada Darah dalam Urine, Waspadai 8 Hal Ini

Kencing Darah, Adanya Kandungan Darah pada Urine

Kencing darah, atau yang biasa juga disebut dengan hematuria merupakan kondisi ketika adanya kandungan darah pada cairan urine kamu. Hematuria sendiri dibagi menjadi beberapa jenis, di antaranya:

  • Hematuria gross, yaitu jika ditemukan cukup banyak darah pada cairan urine. Pada pengidap kondisi ini, cairan urine akan berwarna merah muda, kemerahan, atau terdapat bintik-bintik darah yang dapat dilihat oleh mata telnjang.

  • Hematuria mikroskopik, yaitu kondisi saat terdapat cairan darah pada urine, tetapi tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Darah biasanya akan terlihat jika dilakukan tes laboratorium dan menggunakan mikroskop.

Ini Gejala Muncul pada Pengidap Kencing Darah

Perubahan warna urine menjadi merah muda, kemerahan, atau kecoklatan merupakan gejala utama dari hematuria. Namun, jika jumlah kandungan darah dalam urine tidak banyak, warna urine kemungkinan tidak akan berubah. Selain perubahan warna pada urine, gejala yang muncul akan tergantung dari penyebab terjadinya hematuria. Gejala umum yang biasanya akan muncul pada pengidap kondisi ini, antara lain sakit pada perut bagian bawah, sering buang air kecil, bahkan sulit untuk buang air kecil.

Baca juga: Urine Berdarah? Hati-Hati Hematuria

Batu Ginjal Bisa Sebabkan Kencing Darah, Benarkah?

Adanya kandungan darah pada cairan urine merupakan salah satu indikasi adanya batu ginjal. Jika dibiarkan, batu ginjal dapat menghambat saluran kemih. Dengan begitu proses buang air kecil menjadi terganggu. Hal ini bisa saja disebabkan oleh kurangnya minum air putih, mengonsumsi obat-obatan tertentu, serta sedang menjalani pengobatan tertentu. Selain itu, faktor yang dapat memicu terjadinya kencing darah, antara lain:

  • Hemofilia, yaitu penyakit yang menyebabkan gangguan perdarahan karena kekurangan faktor pembekuan darah.

  • Pembesaran kelenjar prostat (BPH), yaitu kondisi ketika kelenjar prostat membesar.

  • Kanker ginjal, yaitu ketika sel-sel ginjal menjadi ganas dan tumbuh di luar kendali, sehingga membentuk tumor.

  • Kanker kandung kemih, yaitu kondisi ketika sel di dalam kandung kemih tumbuh tidak normal dan tidak terkendali, sehingga membentuk sel kanker.

  • Anemia sel sabit, yaitu jenis anemia yang terjadi akibat kelainan genetik di mana bentuk sel darah merah tidak normal. Hal ini mengakibatkan pembuluh darah kekurangan pasokan darah sehat dan oksigen untuk disebarkan ke seluruh tubuh.

Jangan Sampai Terjadi, Begini Langkah Pencegahan Hematuria

Karena penyebabnya yang beragam, mencegah penyakit ini akan sulit dilakukan. Namun, ada beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Kurangi konsumsi makanan asin.

  • Menjaga berat badan agar tetap ideal.

  • Olahraga rutin, minimal seminggu tiga kali.

  • Penuhi asupan nutrisi tubuh dengan makanan bergizi seimbang.

  • Cukup minum air putih.

  • Kurangi konsumsi makanan dengan banyak kandungan mineral oksalat, seperti talas dan bayam.

  • Berhenti merokok.

Baca juga: Gumpalan Darah pada Urine, Berbahayakah?

Jika gejala-gejala ringan muncul, segera periksakan diri ke dokter. Jangan menunggu sampai gejala hematuria serius muncul dan membahayakan nyawamu. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa berdiskusi langsung dengan membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihanmu melalui Halodoc. Yuk,  download aplikasinya segera!