• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Batuk Berdahak Lebih Mudah Menular, Benarkah?

Batuk Berdahak Lebih Mudah Menular, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
undefined

Halodoc, Jakarta - Pada dasarnya, batuk adalah bentuk reaksi tubuh terhadap benda asing yang masuk ke dalam sistem pernapasan. Namun pada batuk berdahak, batuk  bertujuan mendorong lendir dari sistem pernapasan sehingga kamu bisa bernapas lebih mudah.  

Kebanyakan batuk berdahak disebabkan oleh infeksi oleh virus atau bakteri. Saat saluran pernapasan mengalami infeksi, misalnya saat sedang flu, tubuh akan memproduksi lebih banyak lendir. Lendir ini menjebak dan mengeluarkan organisme penyebab infeksi. Tubuh pun beraksi dengan batuk untuk mengeluarkan lendir tersebut. Oleh karena itu, orang yang mengalami batuk berdahak disarankan untuk membuang dahak, bukan menelannya. Sebab jika kita menelannya, maka dapat memperlambat penyembuhan. Lantas, benarkah batuk berdahak lebih mudah menular?

Baca juga: Ini Bedanya Batuk Berdahak dan Kering pada Anak

Batuk Berdahak Mudah Menular?

Penyebab umum batuk berdahak adalah infeksi oleh virus atau bakteri, sehingga jelas mereka dapat dengan mudah menular ketimbang batuk kering yang umumnya terjadi akibat alergi atau asam lambung. 

Nah, berikut ini beberapa penyakit yang bisa sebabkan gejala batuk berdahak, yang rata-rata mereka tergolong penyakit menular, di antaranya:

  • Pneumonia. Penyakit ini akan menyebabkan peradangan pada paru-paru akibat infeksi virus, bakteri, atau jamur. Pada tahap awal, biasanya batuknya tidak disertai dahak, namun setelah beberapa hari akan menjadi batuk berdahak yang bisa bercampur darah.

  • Bronkitis. Penyakit ini menyebabkan peradangan pada lapisan dalam dinding bronkus, yakni saluran di bawah tenggorokan yang menyambung ke paru-paru. Pengidap bronkitis sering mengeluarkan dahak yang tebal dan berwarna.

  • Penyakit Paru Obstruktif Kronik. Penyakit ini menyebabkan Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah penyakit yang menyebabkan kesulitan bernapas, akibat paparan zat iritan dalam jangka waktu yang lama. Gejalanya adalah batuk berdahak dan sesak napas.

  • Asma. Penyakit ini tergolong penyakit menahun yang juga sering menyebabkan pengidapnya batuk berdahak disertai sesak napas. Batuk pada asma biasanya muncul saat gejala asma kambuh, dan umumnya lebih sering terjadi di kala malam. 

Baca juga: Ibu Perlu Tahu, Begini Cara Redakan Batuk Berdahak pada Anak

Hal yang Bisa Dilakukan untuk Menghilangkan Dahak

Segeralah periksakan diri ke rumah sakit jika kamu mengalami batuk berdahak yang sangat mengganggu aktivitasmu. Segera buat janji dengan dokter di Halodoc supaya lebih praktis. Beberapa kondisi yang menyebabkan batuk berdahak dapat diatasi dengan antibiotik, atau perawatan lainnya. Pada beberapa kasus, operasi mungkin diperlukan untuk mengatasi penyakit penyebab batuk berdahak. 

Pengidap batuk berdahak juga perlu makan makanan sehat, melembapkan ruangan, dan beristirahat. Nah, ini langkah yang bisa dilakukan untuk membantu penyembuhan batuk berdahak, antara lain: 

  • Gunakan humidifier di rumah. Alat ini dapat menjaga kelembapan air dan membantu melonggarkan dahak serta membuat dahak lebih mudah keluar. 

  • Berkumur dengan air garam. Campurkan secangkir air hangat dengan 1/2 hingga 3/4 sendok teh garam, dan berkumur untuk melonggarkan lendir dari alergi atau infeksi sinus yang kamu alami.

  • Gunakan minyak kayu putih. Minyak esensial ini bekerja dengan melonggarkan lendir di dada dan dapat ditemukan dalam produk-produk yang dijual bebas di pasaran. 

  • Konsumsi obat ekspektoran. Obat-obatan yang mengandung bahan ini dapat mengencerkan lendir. Meski kamu jadi lebih mudah batuk, tapi ini penting untuk membantu mengeluarkan lendir dari dalam tubuh. 

Itulah yang penting untuk diketahui tentang batuk berdahak dan langkah sebagai penyembuhannya. Penting untuk menjaga kesehatan kamu dengan pola makan serta gaya hidup yang sehat.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. What Does the Color of My Phlegm Mean?
Web MD. Diakses pada 2020. Why You Cough.