Batuk Berdarah, Waspada Gejala Bronkiektasis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Batuk Berdarah, Waspada Gejala Bronkiektasis

Halodoc, Jakarta - Paru-paru adalah salah satu organ vital yang dapat berbahaya jika terserang penyakit. Beberapa penyakit yang terjadi pada organ tersebut umumnya disebabkan oleh kebiasaan yang buruk, seperti merokok. Salah satu gangguan yang dapat menyerang paru-paru kamu adalah bronkiektasis.

Bronkiektasis adalah penyakit yang terbilang jarang terjadi, tetapi dapat menyebabkan gangguan yang serius. Salah satu gejala dari penyakit ini yang terjadi adalah batuk berdarah. Jangan sepelekan kondisi batuk berdarah, sehingga penting untuk mengetahui gejala dari gangguan ini. Berikut adalah gejala bronkiektasis yang dapat terjadi!

Baca juga: Ikuti 8 Hal Ini untuk Meringankan Gejala Bronkiektasis

Ketahui Gejala Bronkiektasis

Bronkiektasis adalah kondisi yang terjadi ketika kerusakan terjadi pada tabung bronkial di paru-paru. Selain rusak, gangguan ini dapat terjadi apabila bagian tersebut melebar dan menebal secara permanen. Hal ini membuat bakteri dan lendir menumpuk pada paru-paru kamu. Akhirnya, kamu mengalami infeksi pada organ tersebut.

Bronkiektasis yang menyerang dapat menyebabkan gejala yang parah. Ketika terjadi, kamu mungkin mengalami gangguan yang serius. Salah satu gejala yang menandakan gangguan tersebut sudah parah adalah batuk berdarah. Maka dari itu, ketahui gejala awal dari gangguan paru-paru ini. Berikut adalah gejala bronkiektasis yang dapat terjadi, yaitu:

  • Batuk yang tidak kunjung sembuh;

  • Batuk berdarah;

  • Mengeluarkan suara ketika bernapas;

  • Terkadang mengalami sesak napas;

  • Sakit dada;

  • Batuk berlendir kental dalam jumlah banyak setiap hari.

Gejala bronkiektasis ini membutuhkan waktu dalam hitungan bulan atau tahun untuk berkembang. Jika kamu ingin memastikan gejala dari penyakit ini, dokter dari Halodoc siap membantu kamu. Cukup dengan download aplikasi Halodoc, kamu sudah mendapat kemudahan dalam akses kesehatan.

Baca juga: Ketahui 5 Tes Pemeriksaan untuk Deteksi Bronkiektasis

Proses Terjadinya Bronkiektasis

Paru-paru tiap orang penuh dengan saluran udara dengan cabang yang kecil atau disebut bronkus. Oksigen masuk melalui saluran udara pada paru-paru dan berakhir pada kantong kecil (alveoli). Di area tersebut, oksigen diserap ke dalam aliran darah sehingga semua organ tubuh mendapatkan oksigen.

Pada dinding di bagian dalam bronkus pasti dilapisi oleh lendir yang lengket. Hal ini berfungsi untuk melindungi bagian tersebut terhadap kerusakan dari partikel yang bergerak turun ke paru-paru. Jika terjadi hal yang tidak normal, lendir di bagian tersebut bertumpuk yang berakhir pada bronkiektasis.

Seseorang yang mengidap bronkiektasis, terdapat pelebaran pada bronkus yang tidak biasa. Gangguan ini menyebabkan lebih banyak lendir dibandingkan biasanya. Hal ini membuat bronkus lebih rentan terhadap infeksi. Apabila infeksi tersebut berkembang, kerusakan paru-paru yang disebabkan infeksi menjadi semakin buruk.

Baca juga: Batuk Berdahak Tak Mereda, Waspada Bronkiektasis

Pengobatan dari Bronkiektasis

Belum ada obat yang dapat mengatasi penyakit pada paru-paru yang menyebabkan infeksi tersebut. Walau begitu, hal yang harus kamu lakukan adalah melakukan perawatan untuk mengelola kondisi yang terjadi. Hal ini dilakukan agar kamu dapat menjaga infeksi dan sekresi bronkial tetap di bawah kendali.

Kamu juga harus mencegah gangguan yang lebih parah pada saluran udara dan kerusakan pada paru-paru. Metode yang dilakukan untuk gangguan ini adalah rehabilitasi paru, mengonsumsi antibiotik dan pengencer lendir, terapi oksigen, dan vaksinasi untuk mencegah infeksi pernapasan.

Jika kamu mengalami perdarahan pada paru-paru atau bronkiektasis yang terjadi hanya pada satu bagian paru-paru, kamu perlu melakukan pembedahan. Hal ini dilakukan pada area yang terkena gangguan tersebut.

Referensi:
NHSinform.scot .Diakses pada 2019.Bronchiectasis
Health Line.Diakses pada 2019.Bronchiectasis