• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Batuk Disertai Sesak Napas, Begini Cara Mengatasinya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Batuk Disertai Sesak Napas, Begini Cara Mengatasinya

Batuk Disertai Sesak Napas, Begini Cara Mengatasinya

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 08 November 2022

“Batuk disertai sesak napas dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman atau bahkan mengganggu aktivitas. Maka dari itu, perlu tahu cara mengatasi masalah ini dengan efektif, salah satunya dengan mengonsumsi lebih banyak cairan.”

Batuk Disertai Sesak Napas, Begini Cara MengatasinyaBatuk Disertai Sesak Napas, Begini Cara Mengatasinya

Halodoc, Jakarta – Batuk yang disertai sesak napas tentu menimbulkan perasaan tidak nyaman. Bisa jadi ada beberapa kondisi tertentu yang menyebabkan seseorang mengalami masalah ini.

Pada kondisi ini, seseorang kesulitan untuk bernapas akibat adanya penumpukan lendir di saluran pernapasan. Saat lendir sudah berlebihan, kesulitan bernapas akan terjadi dan juga bersamaan dengan batuk.

Kondisi ini perlu diatasi segera, sehingga pernapasan menjadi lancar kembali. Dengan begitu, aktivitas yang dilakukan tidak terganggu dengan adanya masalah pernapasan yang disertai batuk ini.

Cara Mengatasi Batuk Disertai Sesak Napas

Sebagian besar batuk yang disertai sesak napas dapat diobati dengan mengetahui penyebab dasarnya. Konsumsi obat batuk biasanya tidak begitu efektif dalam mengatasi masalah ini. 

Terlebih lagi, anak-anak di bawah usia 4 tahun tidak disarankan untuk mengonsumsi obat batuk karena dapat menimbulkan efek samping serius.

Ada beberapa pengobatan rumahan yang bisa dilakukan dalam mengatasi kondisi ini, yaitu:

1. Konsumsi lebih banyak cairan agar tubuh tetap terhidrasi. Cobalah untuk mengonsumsi teh panas dicampur dengan madu atau lemon, agar saluran udara yang teriritasi lebih tenang.

2. Mengisap obat batuk berupa permen. Cara ini dapat meningkatkan produksi air liur yang menenangkan tenggorokan. Namun, jangan diberikan pada anak di bawah usia 4 tahun karena berpotensi menyebabkan tersedak.

3. Konsumsi madu. Cara ini dipercaya dapat menghentikan batuk, bahkan lebih baik dari kebanyakan obat yang dijual bebas. Namun, jangan pernah berikan pada anak di bawah usia 1 tahun, karena berpotensi menyebabkan botulisme.

4. Gunakan pelembap udara. Dengan menghirup udara yang lembap, saluran hidung dan tenggorokan menjadi lebih tenang, serta batuk kering mereda. Cara mendapatkan kelembapan lainnya adalah dengan mandi air panas.

Lalu, bagaimana sih cara mencegah biar tidak mengalami batuk yang disertai sesak napas?

Nah, ada beberapa cara yang bisa diterapkan agar masalah pernapasan ini tidak terjadi, yaitu:

  • Menghindari iritasi dan penyebab alergi (alergen), seperti bahan kimia, jamur, serbuk sari, dan lainnya.
  • Selalu menjaga kebersihan dengan baik dan lebih sering mencuci tangan untuk mencegah gangguan pernapasan, termasuk batuk disertai sesak napas.
  • Berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok.

Selain itu, kamu juga perlu tahu waktu yang tepat untuk segera mendapatkan penanganan dari dokter. Beberapa gejala yang perlu diperhatikan, antara lain:

  • Batuk berdarah.
  • Kesulitan untuk bernapas.
  • Mengalami kelelahan yang ekstrim.
  • Mengalami demam dan kedinginan.
  • Mengalami nyeri dada secara tiba-tiba dan tanpa alasan yang jelas.
  • Mengi atau mengeluarkan bunyi saat bernapas.

Maka dari itu, jika kamu merasa batuk disertai sesak napas sudah mengganggu, alangkah baiknya untuk segera mendapatkan pertolongan dari dokter. Semakin cepat pertolongan didapatkan, semakin mudah masalah yang dialami untuk diobati. Jangan dibiarkan berlarut-larut karena bisa jadi masalah ini berkembang dan lebih sulit untuk diatasi.

Nah, jika kamu masih memiliki pertanyaan lainnya terkait batuk yang disertai sesak napas, fitur tanya dokter dari Halodoc bisa digunakan untuk mendapatkan pertolongan pertama. Cukup dengan download aplikasi Halodoc, segala kemudahan dalam akses kesehatan bisa didapatkan melalui smartphone di tangan. Makanya, unduh aplikasi Halodoc sekarang juga!

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Dry Cough and Chest Tightness.
Web MD. Diakses pada 2022. Can You Treat Respiratory Problems at Home?