• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Batuk pada Anak, Waspada Gejala-Gejala Ini

Batuk pada Anak, Waspada Gejala-Gejala Ini

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Halodoc, Jakarta - Anak-anak memang kerap kali mengalami sejumlah penyakit. Tak jarang orangtua terlalu panik anak hal ini. Salah satunya batuk. Batuk sendiri merupakan mekanisme pertahanan alami dari dalam tubuh untuk mengeluarkan zat dan partikel dari dalam saluran pernapasan, serta mencegah benda asing masuk ke saluran pernapasan.

Tenggorokan dan saluran pernapasan memiliki mekanisme pertahanan sendiri, yang dilengkapi dengan sistem saraf yang dapat mendeteksi jika ada bahan atau zat yang berbahaya. Hal ini kemudian menstimulasi saraf dan mengirimkan sinyal pada otak, sehingga seseorang akan batuk untuk mengeluarkan bahan atau zat yang berbahaya tersebut.

Baca juga: Kenali 6 Jenis Batuk yang Dapat Terjadi pada Anak

Batuk pada Si Kecil sendiri biasanya terjadi karena adanya infeksi saluran pernapasan akibat virus, asap rokok, debu, atau zat kimia lain. Bagi ibu dengan Si Kecil yang mengalami batuk, kenali jenis-jenisnya untuk mengetahui penanganan yang harus dilakukan.

Kenali Jenis Batuk pada Anak

Ada empat jenis batuk yang biasa dialami oleh anak, yaitu batuk kering, batuk berdahak, batuk croup, dan batuk rejan. Atasi batuk pada anak dengan lebih dulu mengenali gejalanya:

  • Batuk Kering

Batuk kering pada anak terjadi karena adanya infeksi pada saluran pernapasan bagian atas, alergi, atau terpapar asap rokok. Si Kecil dengan batuk kering pasti akan sangat rewel, karena mereka merasa ada yang mengganjal, atau gatal di tenggorokan yang tak juga membaik walau sudah batuk.

Jika Si Kecil sudah rewel akan hal ini, ibu dapat mengatasinya dengan memberi air hangat, berkumur dengan air garam, tidur dengan posisi kepala yang lebih tinggi, konsumsi madu, wedang jahe, atau ramuan bawang putih. 

  • Batuk Croup

Anak dengan batuk jenis ini akan memiliki suara batuk seperti menggonggong yang akan bertambah parah pada malam hari, terlebih saat mereka menangis. Pada Si Kecil yang berusia di bawah 3 tahun, gejala yang lebih parah bisa saja muncul, karena saluran pernapasan yang masih kecil.

Dalam hal ini, gejala yang tampak dapat berupa sesak napas, sakit tenggorokan, mengi, anak rewel, dan kulit di sekitar mulut, hidung dan kuku tampak kering.

Baca juga: 4 Tanda Batuk yang Berbahaya pada Anak

  • Batuk Berdahak

Batuk berdahak bisa juga disebut batuk basah, karena banyaknya lendir atau dahak yang merangsang timbulnya batuk. Biasanya dahak ini akan keluar ketika batuk, atau tetap tertahan dalam saluran pernapasan di dalam paru-paru.

Dahak sendiri bertekstur seperti lendir yang mengandung bakteri, jaringan mati, dan sel pertahanan tubuh. Anak dengan batuk berdahak akan memiliki gejala, seperti sesak saat bernapas, dada terasa berat, demam, pilek, serta adanya lendir pada tenggorokan.

  • Batuk Rejan

Batuk rejan dikenal dengan istilah pertusis, yaitu infeksi bakteri pada paru-paru dan saluran pernapasan. Penyakit ini tergolong mudah menular dan berbahaya jika terjadi pada anak-anak. Penyakit ini pun dapat mengancam nyawa jika terjadi pada bayi yang belum cukup umur untuk mendapat vaksin pertusis.

Batuk rejan akan ditandai dengan gejala hidung tersumbat, bersin-bersin, mata berair, radang tenggorokan, batuk ringan, dan demam.

Baca juga: Anak Alami Batuk, Ini 5 Cara Mengatasinya

Segera temui dokter di rumah sakit terdekat jika Si Kecil mengalami sejumlah gejala yang tidak sembuh dalam 5 hari, Si Kecil sudah mengalami kesulitan dalam bernapas, kejang-kejang, muntah akibat batuk, tubuh berubah memerah atau membiru dan tampak lesu. Ingat, gejala yang dibiarkan begitu saja dapat membahayakan nyawa Si Kecil.

Referensi:
Parents. Diakses pada 2019. Toddler Cough: Causes, Treatment, and When to Worry.
WebMD. Diakses pada 2019. Children's Cough: Causes and Treatments.