• Home
  • /
  • Bayi Alami Infeksi Shigella, Ini Gejalanya

Bayi Alami Infeksi Shigella, Ini Gejalanya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Bayi Alami Infeksi Shigella, Ini Gejalanya

Halodoc, Jakarta - Bayi dan anak-anak mudah terserang penyakit, terlebih yang disebabkan karena bakteri. Misalnya, infeksi shigella atau shigellosis yang terjadi karena bakteri shigella. Penyakit ini termasuk jenis penyakit menular yang terjadi melalui kontak langsung, biasanya karena anak lupa membersihkan tangannya setelah beraktivitas di luar rumah dan langsung menyentuh makanan dengan tangannya yang penuh kuman. 

Infeksi shigella menyerang bagian saluran pencernaan. Paparan terjadi setelah bakteri masuk ke mulut dan melakukan pembelahan diri di bagian usus kecil. Kemudian, bakteri menyebar menuju ke bagian usus besar. Selanjutnya, bakteri merilis racun yang cukup berbahaya untuk tubuh, karena bisa mengakibatkan kram pada usus besar. Setelahnya, pengidap akan mengalami diare yang terbilang parah. 

Kenali Gejala Infeksi Shigella pada Bayi

Meski lebih rentan menyerang anak dan bayi, infeksi shigella bisa terjadi pada orang dewasa. Infeksi yang terjadi juga berbeda tingkatannya, mulai dari ringan hingga berat. Jika infeksi sifatnya ringan, pengobatan intensif tidak perlu dilakukan, karena penyakit ini bisa mereda dalam hitungan minggu. Jika infeksi yang menyerang sifatnya berat, pengidap perlu mendapatkan pengobatan. 

Baca juga: Waspada, Infeksi Shigella Bisa Menular dari Makanan yang Dikonsumsi

Lalu, apa saja gejala infeksi shigella yang menyerang bayi? Diare parah adalah gejala khas dari infeksi shigella, baik yang menyerang bayi, anak, maupun orang dewasa. Biasanya, diare ini diikuti dengan demam tinggi, mual dan muntah, kram perut berkepanjangan, otot nyeri, tubuh mudah lelah, dan keluarnya darah atau lendir pada kotoran. Jadi, ibu harus selalu waspada dengan gejala ini. Segera bawa sang buah hati ke dokter untuk mendapatkan pengobatan, terlebih jika ia mengalami diare lebih dari 10 kali dalam sehari. Pakai saja aplikasi Halodoc untuk membuat janji dengan dokter anak agar ibu tidak perlu lagi mengantre di rumah sakit. 

Pengobatan yang terlambat atau gejala infeksi shigella yang tidak diobati bisa memicu komplikasi. Beberapa komplikasi yang harus ibu waspadai adalah dehidrasi, kejang karena demam yang terlalu tinggi, artritis reaktif, prolaps rektum (rektum menurun hingga menonjol keluar melewati anus), megakolon toksik akibat dari kelumpuhan usus, dan sindrom hemolitik uremik yang jarang terjadi. 

Baca juga: Waspada, Tinggal di Sanitasi Buruk Picu Infeksi Shigella

Tindakan Pengobatan dan Pencegahan Infeksi Shigella

Ketika bayi atau anak mengalami gejala infeksi shigella, biasanya tindakan penanganan pertama adalah memberikan asupan cairan lebih banyak untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Pasalnya, diare akut yang mereka alami rentan mengakibatkan dehidrasi, dan dampaknya bisa lebih serius jika tidak segera ditangani. Jika dehidrasi sudah akut, dokter dapat menyarankan untuk melakukan rawat inap dan memberikan cairan melalui infus. 

Sementara itu, tindakan pengobatan yang diberikan untuk mengatasi bakteri yang menjadi penyebab infeksi adalah melalui konsumsi antibiotik. Pastinya, dosis yang diberikan berbeda antara bayi dan anak. Lalu, adakah tindakan pencegahan agar terhindar dari infeksi shigella?

Baca juga: Hal yang Terjadi saat Ibu Hamil Terkena Infeksi Shigella

Ada. Di antaranya adalah selalu memastikan tangan dalam keadaan bersih. Terlebih setelah anak bermain di luar rumah, sebelum makan, dan setelah menggunakan toilet. Lalu, gantilah dan puang popok bayi secara rutin, pastikan popok bekas buang air besar terbungkus rapi di dalam plastik, jauhkan sang buah hati dari pengidap diare, dan hindari menyajikan makanan jika anak sedang diare. 

Referensi: 
Tickell, et al. (2017). Identification and Management of Shigella Infection in Children with Diarrhoea: A Systematic Review and Meta-Analysis. The Lancet Global Health, 5(12), pp. e1235-e1248.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Shigella Infection.
WebMD. Diakses pada 2020. What is Shigella?