23 March 2019

Bayi Alami Sepsis, Ini Tindakan yang Harus Dilakukan

Bayi Alami Sepsis, Ini Tindakan yang Harus Dilakukan

Halodoc, Jakarta - Dari banyaknya penyakit yang bisa menyerang darah, sepsis merupakan salah satu hal yang mesti diwaspadai. Sepsis atau keracunan darah merupakan komplikasi akibat infeksi atau luka yang berpotensi mengancam nyawa.

Sepsis ini terjadi karena zat kimia yang masuk ke dalam pembuluh darah untuk melawan infeksi yang memicu respon peradangan dalam tubuh. Peradangan ini mampu memicu sejumlah perubahan yang dapat merusak berbagai sistem organ, bahkan menyebabkan kegagalan organ tubuh.

Baca juga: Ketahui Tes yang Dilakukan untuk Diagnosis Sepsis

Sepsis ini tak pandang bulu alias bisa menyerang siapa saja, termasuk bayi. Sepsis pada bayi merupakan kondisi yang bisa mengancam nyawanya. Sepsis pada bayi ini disebut dengan sepsis neonatorum, yaitu infeksi darah yang terjadi pada bayi yang baru lahir.

Menurut data WHO, setidaknya terdapat satu juta bayi di seluruh dunia meninggal karena sepsis neonatorum. Infeksi akibat penyakit ini bisa menyerang seluruh tubuh atau terbatas pada satu organ saja. Dalam kebanyakan kasus, sepsis pada bayi ini disebabkan oleh beberapa jenis bakteri dan virus.

Lalu, bagaimana sih cara menangani kasus sepsis neonatorum pada bayi?

Kenali Gejala-Gejala yang Dapat Timbul

Pada dasarnya, gejala sepsis pada bayi ini enggak spesifik. Sebab, bayi yang terkena sepsis sering dikira mengidap gangguan lain. Contohnya, sindrom distress pernapasan atau pendarahan otak. Tapi, bayi yang terkena sepsis neonatorum dapat menunjukkan ciri-ciri, seperti:

  • Bayi tampak kuning.

  • Perubahan suhu tubuh, suhu tubuh bisa rendah atau tinggi (demam).

  • Muntah-muntah.

  • Penurunan kesadaran.

  • Diare.

  • Gula darah rendah.

  • Sesak napas.

  • Kejang-kejang.

  • Perut membengkak.

  • Detak jantung menjadi cepat atau lambat.

  • Kulit pucat atau kebiruan.

Baca juga: Makanan yang Harus Dikonsumsi saat Alami Penyakit Sepsis

Tindakan Medis untuk Menangani Sepsis Neonatorum

Yang perlu ditegaskan, sepsis pada bayi, seperti sepsis neonatorum harus dilakukan secepat mungkin. Alasannya jelas, karena sistem imunitas bayi belum sempurna. Sehingga, bayi dengan sepsis neonatorum perlu mendapatkan perawatan dan evaluasi ketat di rumah sakit.

Biasanya, dokter akan memberi antibiotik suntikan sedini mungkin sambil melakukan pemeriksaan lengkap. Pemberian antibiotik ini dapat diberikan 7–10 hari, andaikan tak ditemukan pertumbuhan kuman pada pemeriksaan kulit darah atau cairan otak.

Tapi, ceritanya akan lagi lagi bila ditemukan bakteri pada pemeriksaan. Pemberian antibiotik ini bisa diberikan hingga tiga minggu. Sementara itu, bila sepsis neonatorum disebabkan virus HSV, bayi akan diberi obat antivirus acyclovir.

Baca juga: Kebiasaan Ini bisa Menyebabkan Bayi yang Baru Lahir Tertular Penyakit Berbahaya

Penanganan sepsis pada bayi tak cuma itu saja. Selain pemberian obat-obatan, dokter juga akan memantau tanda-tanda vital dan tekanan darahnya serta pemeriksaan darah lengkap. Jika suhu tubuh bayi tak stabil, ia akan dimasukkan ke dalam inkubator.

Ingat, sepsis neonatorum ini merupakan kondisi medis yang serius. Bahkan, penyakit ini menjadi salah satu penyebab utama kematian pada bayi.

Mau tahu lebih jauh mengenai penyakit di atas? Atau ibu atau Si Kecil memiliki keluhan kesehatan lainnya? Ibu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!