Bayi Baru Lahir Sering Muntah, Ini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Bayi Baru Lahir Sering Muntah, Ini Cara Mengatasinya

Halodoc, Jakarta – Muntah sebenarnya adalah hal yang normal terjadi pada bayi baru lahir, tetapi hal ini sebaiknya tidak diabaikan. Sebab, bisa jadi muntah pada anak terjadi sebagai tanda bayi mengalami kondisi yang serius, seperti gangguan kesehatan. Sangat penting bagi orangtua untuk mengetahui apa saja penyebab muntah pada bayi dan bagaimana cara mengatasinya. 

Umumnya, bayi sering mengalami muntah saat atau setelah diberi ASI. Orangtua tidak perlu terlalu panik jika bayi hanya mengalami muntah sesekali. Muntah normal dialami bayi baru lahir, terutama yang baru berusia beberapa minggu, Pada usia tersebut, tubuh bayi masih berusaha menyesuaikan diri dengan makanan. Nah, muntah menjadi salah satu reaksi yang bisa muncul akibat proses tersebut.

Baca juga:  Ibu Wajib Lakukan Ini Kalau Anak Tiba-Tiba Mual dan Muntah

Mengatasi Muntah pada Bayi Baru Lahir 

Muntah bisa terjadi setelah bayi minum susu, kondisi ini disebut dengan istilah gumoh. Saat bayi menelan susu, tubuh bereaksi terhadap cairan atau susu yang melewati bagian belakang mulut. Susu kemudian turun ke kerongkongan dan diteruskan ke lambung. Pada proses inilah mungkin terjadi kondisi yang meningkatkan kemungkinan bayi muntah, yaitu tidak tertutupnya cincin otot yang menjadi pintu masuk ke lambung. 

Setelah susu sampai di lambung, cincin ini seharusnya kembali menutup. Namun, ada kondisi yang menyebabkan cincin tidak bisa menutup sempurna, sehingga susu bisa kembali ke kerongkongan, kemudian memicu reaksi berupa muntah. Bayi yang baru berusia beberapa minggu rentan mengalami kondisi ini, karena ukuran lambungnya masih kecil. 

Selain karena minum susu, muntah juga bisa terjadi akibat bayi yang menangis atau batuk-batuk secara berlebihan. Selama masih dalam batas wajar, muntah karena hal ini sebenarnya normal dialami bayi yang baru lahir. Namun, ibu dan ayah sebaiknya waspada jika muntah mulai terlihat tidak normal, sebab hal itu bisa menjadi tanda bayi mengalami keracunan, infeksi virus atau bakteri, infeksi saluran pernapasan, hingga pneumonia. 

Baca juga: 5 Alasan Bayi dan Balita Lebih Sering Muntah

Orangtua juga harus tahu cara mengatasi muntah yang dialami bayi. Jika Si Kecil mengalami muntah, pastikan untuk segera memberikan minum atau cairan untuk menghindari dehidrasi. Jika muntah masih terus terjadi dan memburuk, segera bawa Si Kecil ke rumah sakit agar untuk mendapat pertolongan medis dan mengetahui penyebab muntah. 

Ibu bisa mencoba tips untuk menghindari bayi muntah setelah minum susu, yaitu hindari langsung membaringkan Si Kecil. Sebaiknya, gendong bayi dengan posisi tubuh tegak setiap habis menyusu. Cobalah untuk menggendong setidaknya selama setengah jam agar cairan bisa turun dengan sempurna. Selain itu, biasakan untuk merangsang bayi sendawa setelah mengonsumsi apapun. 

Langkah awal yang bisa dilakukan saat bayi muntah adalah memberikan air putih, bukan yang lain. Hindari memberikan jus buah pada anak yang baru muntah. Pasalnya, asupan jus buah malah bisa memperparah keadaan, terlebih jika muntah dibarengi dengan kondisi diare. Setelah kondisi anak berangsur membaik, ibu bisa kembali memberi ASI atau makanan untuk mengisi perut Si Kecil, sehingga terhindar dari kondisi yang lebih buruk. 

Baca juga: Hati-Hati, Bayi Sering Muntah Bisa Jadi Penyebabnya Stenosis Pilorus

Cari tahu lebih lanjut seputar penyebab muntah pada bayi baru lahir dan cara mengatasinya dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Ibu bisa dengan mudah berbicara dengan dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Why Your Baby Spits Up and Vomits.
Babycenter. Diakses pada 2019 Vomiting in Babies.
Babycenter. Diakses pada 2019. Vomiting: What’s Normal and What’s Not.