• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bayi Susah BAB, Atasi dengan Cara Ini

Bayi Susah BAB, Atasi dengan Cara Ini

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Memiliki sang buah hati yang baru saja dilahirkan pasti membuat ibu memiliki banyak tugas dan tanggung jawab baru, salah satunya adalah rutin mengecek dan mengganti popoknya. Sebenarnya, memberikan ASI eksklusif pada bayi yang baru lahir akan mengakibatkan peningkatan frekuensi bayi dalam buang air besar. Namun, bagaimana jika ternyata bayi susah buang air besar? Sudah pasti ibu jadi panik dan khawatir, ya? Mungkinkah sang buah hati mengalami sembelit?

Ibu perlu tahu, pola buang air besar (BAB) bayi dipengaruhi oleh usia. Saat berusia antara 0 hingga 3 hari, feses bayi memiliki warna gelap menyerupai ter, biasa disebut meconium. Ketika telah mendapatkan ASI, warna feses lebih cerah dengan tekstur yang lebih lembut. Kemudian, pada rentang usia 2 hingga 6 minggu, frekuensi BAB meningkat antara 2 sampai 5 kali sehari. Namun, perhitungan ini berbeda pada setiap bayi sehat.

Cara Mudah Mengatasi Bayi Susah BAB

Ketika usia Si Kecil telah masuk 6 bulan tetapi frekuensi BAB masih kurang dari 2 kali sehari, ini masih terbilang normal. Bayi dianggap tidak mengalami sembelit jika masih mengalami kenaikan berat badan standar normal bayi yang sehat dan masih rutin buang air kecil. Pasalnya, ketika usianya lebih dari 6 minggu, frekuensi BAB menjadi lebih berkurang karena kandungan kolostrum pada ASI ibu jadi lebih sedikit.

Baca juga: Agar Tidak Panik, Cari Tahu Penyebab Diare pada Bayi

Pada beberapa kasus, ditemui pula bayi yang memiliki frekuensi BAB hanya satu kali seminggu, tetapi volumenya lebih banyak. Mudahnya, ketika bayi susah BAB tetapi berat badannya masih normal dan masih sering ngompol, ia tidak mengidap sembelit. Ketika anak mulai mengenal makanan padat, tekstur fesesnya akan berubah, begitu pula dengan pola dan frekuensi buang air besarnya. Jika ternyata anak mengalami sembelit, begini cara mudah mengatasinya:

  • Mencukupi Kebutuhan Cairan

Salah satu cara mengatasi bayi susah BAB adalah mencukupi kebutuhan cairannya. Pasalnya, asupan cairan yang cukup membuat proses pencernaan bayi menjadi lebih lancar, caranya bisa dengan memberikan ASI lebih banyak. Bisa juga dengan memberinya air putih apabila usianya telah menginjak 6 bulan, kombinasikan dengan sayuran lembut agar mudah dicerna. 

Baca juga: Kenali Hirschsprung, Kondisi yang Sebabkan Bayi Sulit BAB

  • Memijat Perut Sang Buah Hati

Apabila sang buah hati mengalami susah BAB, cobalah untuk memberikan pijatan pada perutnya, tepatnya pada bagian bawah pusar. Ukurlah sejauh tiga jari ibu dari bagian pusarnya. Pijatlah dengan lembut dan perlahan, pastikan anak tidak sedang merasa kesakitan dan berada dalam kondisi rileks ketika ibu melakukannya. Lalu, pijat dengan arah melingkar dari tengah menuju ke luar.

  • Memandikan dengan Air Hangat

Cara lainnya bisa dilakukan dengan memandikan anak menggunakan air hangat, agar tubuhnya lebih rileks. Dampaknya, saluran pencernaan akan lebih mudah dalam mengeluarkan kotoran dari dalam tubuh. Sembari memandikannya, ibu bisa memberikan pijatan lembut pada bagian perutnya. 

  • Mengganti Susu Formula

Jika anak telah boleh mengonsumsi susu formula dan mengalami sembelit setelahnya, mungkin ia tidak cocok dengan susu tersebut. Jadi, ibu perlu menggantinya, tetapi lebih baik lagi jika ibu bertanya pada dokter mengenai jenis susu formula yang tepat agar anak tidak mengalami konstipasi. Pakai saja aplikasi Halodoc, jadi proses tanya jawab tentang kondisi kesehatan anak lebih mudah. 

Baca juga: Normalkah BAB Cair pada Bayi? Ini Faktanya

Nah, jadi ibu tidak perlu khawatir lagi ketika Si Kecil susah buang air besar, ya! Jika ada suatu gejala aneh terjadi di dalam tubuhnya, segera periksakan ke rumah sakit terdekat.

Referensi:
Babycenter. Diakses pada 2020. Constipation in Babies.
Parenting. Diakses pada 2020. Constipation.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Constipation in Children.