Bayi Takut Rumput, Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
bayi-takut-rumput-ini-penjelasannya-halodoc

Halodoc, Jakarta - Memiliki bayi adalah hal yang sangat menyenangkan, terutama bagi pasangan yang baru menjadi orangtua. Bayi infant (usia sekitar 7 bulan) umumnya sudah dapat duduk dan diajak bercanda. Seringkali Si Kecil menunjukan ekspresi dan emosi menggemaskan yang bikin kangen. Seiring bertambahnya usia bayi, seringkali Si Kecil menunjukan rasa takut terhadap berbagai benda. Namun, pernahkah ibu melihat bayi merasa takut ketika berada di sekitar rumput atau tanaman? Atau Si Kecil juga pernah mengalami hal tersebut? 

Si Kecil biasanya terlihat enggan memegang dan sering menangis ketika berada di sekitar tanaman atau rumput. Mungkin ibu berpikiran bahwa Si Kecil merasa risih akibat rasa gatal dari rumput. Namun, sebenarnya apa penyebab bayi takut rumput? Yuk, simak penjelasanya di sini!

Baca juga: 5 Manfaat Alpukat untuk MPASI

Ini Alasan Bayi Takut Rumput

Ibu pasti berpikiran bahwa sensasi gatal dan berduri rumput yang menyebabkan bayi takut. Namun, fenomena ini sebenarnya disebabkan oleh respon yang berlebihan dari sensor saraf bayi. Respon yang berlebihan tersebut disebabkan oleh rasa kaget Si Kecil yang baru pertama kali melihat dan merasakan rumput. Bayi seringkali terlihat takut untuk menyentuh benda yang terlihat asing karena Si Kecil akan berpikiran bahwa benda tersebut berbahaya atau membuat dirinya geli. Akibatnya, bayi akan mengeluarkan mekanisme perlindungan diri dan berusaha menjauhi benda tersebut. 

Hal ini memiliki kesamaan dengan seseorang yang mungkin tinggal terlalu lama di negara tropis lalu mendadak merasakan salju. Begitulah rasanya menjadi bayi yang baru pertama kali melihat rumput. Namun,  tidak semua bayi akan memberikan reaksi yang sama terhadap benda baru yang dilihatnya. Ada yang menangis saat menyentuh rumput, ada juga yang tertawa dan terlihat senang. 

Pada bulan-bulan awal usia bayi, terjadi banyak pertumbuhan dalam tubuh Si Kecil. Salah satunya adalah sistem saraf dan motorik bayi. Pertumbuhan ini berlangsung sangat cepat dan menyebabkan perkembangan terhadap sensor saraf bayi, hingga bayi dapat mengenal berbagai suara, sensasi, dan peningkatan penglihatan. Bayi yang berusia lebih dari 7 bulan tentu lebih memiliki rasa peka terhadap sekitarnya. Hal ini juga menjadi alasan mengapa bayi pada usia tersebut, tidak ingin digendong oleh orang yang tidak dikenalnya, karena kemunculan stranger anxiety (rasa gelisah pada orang asing).

Baca juga: Ayo Ketahui Tipe Parenting yang Tepat

Lalu Apa yang Dapat Ibu Lakukan?

Pengenalan akan berbagai hal dan kegiatan baru terhadap di kecil Si Kecil sangat dianjurkan untuk ibu lakukan. Meskipun Si Kecil akan terlihat takut tetapi hal ini dilakukan agar Si Kecil tidak memiliki rasa takut yang berlebihan ketika mencoba hal baru saat memasuki usia balita. Ibu juga dapat mengajak bayi untuk berenang yang sebaiknya dilakukan ketika bayi sudah di atas 7 bulan. Semakin bertambah usia bayi, gerakan motoriknya juga makin banyak, hal ini tentunya menyebabkan kebutuhan nutrisi Si Kecil meningkat karena tubuhnya juga semakin besar. 

Nah, selain mengenalkan Si Kecil pada berbagai kegiatan dan benda, ibu juga dapat mengenalkan berbagai jenis sumber makanan terhadap Si Kecil, sebagai makanan pengganti ASI (MPASI). Jika Si Kecil sudah mencoba berbagai jenis makanan satu per satu, ibu bisa memberinya satu resep MPASI yang sangat sederhana ini, yaitu bubur pisang campur apel dan pir. Bahan-bahan dasarnya adalah:

  1. 3–4 sendok makan  air atau ASI.

  2. ½ buah–pisang, potong-potong.

  3. 1 buah apel, kupas, buang bijinya, dan potong dadu.

  4. ½ buah pir, kupas, buang bijinya, dan potong dadu.

Proses penyajiannya cukup mudah, ibu hanya perlu mengukus apel dan pir selama 15–20 menit sampai lunak. Lalu, campurkan pir dan apel yang telah direbus tadi ke dalam blender bersama dengan ASI dan pisang. blender hingga lembut, selanjutnya MPASI siap disajikan.

Baca juga: Penuhi Nutrisi Newborn dengan Konsumsi 4 Makanan Ini

Jika ibu ragu, bisa coba bicarakan terlebih dahulu tips memilih buah MPASI pada ahlinya di aplikasi Halodoc. Hubungi ahli gizi atau dokter kapan dan di mana saja melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
PsychologyToday.com. Diakses pada 2019. Are We Born to be Afraid?
Fatherly.com. Diakses pada 2019. Why Don’t Babies Like Grass? Their Nervous Systems Aren’t Ready.