• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bayi Terserang Anemia, Apakah Berbahaya?

Bayi Terserang Anemia, Apakah Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Bayi Terserang Anemia, Apakah Berbahaya?

Halodoc, Jakarta – Anemia terjadi ketika tubuh memiliki jumlah sel darah merah yang lebih rendah dari biasanya. Selain sering dialami orang dewasa, kondisi tersebut juga bisa dialami oleh bayi. Saat mengalami anemia, kadar hemoglobin kamu biasanya juga rendah.

Hemoglobin adalah protein utama dalam sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen dan mengirimkannya ke seluruh tubuh. Bila kadar hemoglobin rendah, jaringan atau organ dalam tubuh kamu mungkin tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Kondisi ini yang menyebabkan orang dewasa dengan anemia bisa mengalami kelelahan dan sesak napas. Lantas, bagaimana bila anemia terjadi pada bayi? 

Apa Penyebab Anemia pada Bayi?

Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan bayi mengalami anemia, yaitu:

  • Tubuh bayi tidak menghasilkan cukup sel darah merah. Kebanyakan bayi mengalami anemia dalam beberapa bulan pertama kehidupannya. Kondisi ini dikenal dengan anemia fisiologis. Penyebab anemia ini karena tubuh bayi berkembang pesat, sedangkan produksi sel darah merah perlu waktu untuk mengimbanginya.
  • Tubuh terlalu cepat memecah sel darah merah. Kondisi ini terjadi ketika golongan darah ibu dan bayi tidak cocok. Bayi-bayi yang mengalami masalah tersebut biasanya mengidap penyakit kuning (hiperbilirubinemia), yang menyebabkan kulitnya menguning. Pada beberapa bayi, anemia dapat disebabkan oleh infeksi atau kelainan genetik bawaan.
  • Bayi kehilangan banyak darah. Kondisi ini biasanya terjadi karena petugas kesehatan perlu sering melakukan tes darah pada bayi. Tes-tes ini diperlukan untuk membantu tim medis menangani kondisi bayi ibu. Namun, bila darah yang diambil tidak cepat digantikan, hal itu bisa menyebabkan anemia pada bayi.
  • Bayi lahir prematur. Bayi yang lahir prematur memiliki jumlah sel darah merah yang lebih rendah. Selain itu, sel darah merah ini juga memiliki masa hidup yang lebih pendek bila dibandingkan dengan sel darah merah bayi yang lahir cukup bulan. Kondisi ini disebut juga anemia prematuritas.

Baca juga: Anemia pada Bayi, Ini 4 Gejalanya

Bahaya Anemia pada Bayi

Bayi baru lahir yang tiba-tiba kehilangan banyak darah selama persalinan mungkin mengalami syok dan tampak pucat, serta memiliki detak jantung yang cepat dan tekanan darah yang rendah, disertai dengan pernapasan yang cepat dan dangkal. 

Bila anemia disebabkan oleh kerusakan sel darah merah yang cepat, produksi bilirubin akan meningkat, sehingga bayi akan mengalami penyakit kuning, kondisi yang membuat kulit dan bagian putih mata menjadi kuning. Anemia juga bisa menyebabkan masalah pada tumbuh kembang bayi.

Baca juga: Dampak Negatif Kekurangan Zat Besi pada Balita

Bagaimana Cara Mengatasi Anemia pada Bayi?

Bicarakan pada dokter mengenai perawatan yang terbaik untuk bayi ibu yang mengalami anemia. Pada kebanyakan kasus, bayi yang mengalami anemia tidak membutuhkan perawatan apapun. Namun, bayi yang lahir jauh lebih awal atau bayi dengan anemia yang parah mungkin memerlukan transfusi darah untuk meningkatkan jumlah sel darah merah dalam tubuhnya. Transfusi darah bisa dilanjutkan sampai bayi mampu memproduksi sel darah merah yang cukup dan meningkatkan jumlah hemoglobin.

Sementara bayi yang mengalami anemia ringan akan diobati dengan memberikan beberapa suplemen, seperti zat besi, folat, dan vitamin E untuk membantu tubuh mereka memproduksi lebih banyak sel darah merah. 

Semua bayi yang mengalami anemia juga akan dipantau makanannya, karena pemberian asupan yang tepat penting untuk membantu bayi dalam memproduksi sel darah merah. Ibu dianjurkan untuk memberikan makanan yang sehat dan kaya akan zat besi, seperti apricot, kacang-kacangan, telur, hati, oatmeal, bayam, dan kangkung baik pada bayi beserta suplemennya. Ingat, pemberian suplemen harus atas anjuran dokter.

Baca juga: Biar Sehat, Ini 5 Makanan yang Baik untuk Penambah Darah

Itulah bahaya anemia pada bayi. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk mewaspadai anemia yang juga bisa dialami oleh bayi. Ibu bisa bertanya-tanya mengenai cara mencegah anemia pada bayi pada dokter spesialis anak melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasinya sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Anemia in Newborns: Management and Treatment.
MSD Manuals. Diakses pada 2020. Anemia in the Newborn.
News Medical. Diakses pada 2020. Anemia in Newborns.