• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Beberapa Kondisi yang Bisa Ditangani dengan Cefixime

Beberapa Kondisi yang Bisa Ditangani dengan Cefixime

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Beberapa Kondisi yang Bisa Ditangani dengan Cefixime

Halodoc, Jakarta – Cefixime adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri. Obat ini dikenal sebagai antibiotik sefalosporin. Cefixime bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri. 

Antibiotik cefixime hanya mengobati infeksi bakteri dan tidak akan bekerja untuk infeksi virus seperti flu misalnya. Perlu diketahui, menggunakan antibiotik apa pun saat tidak diperlukan dapat menyebabkannya tidak berfungsi untuk infeksi di masa mendatang. Informasi selengkapnya mengenai kondisi yang bisa ditangani dengan cefixime bisa dibaca di sini!

Baca juga: Antibiotik dengan Injeksi Lebih Efektif dari Oral Benarkah?

Mulai dari Infeksi Sinus sampai Infeksi Saluran Kemih

Cefixime adalah antibiotik oral semi-sintetik (sebagian buatan manusia) dalam keluarga antibiotik sefalosporin. Cara kerja cefixime adalah menghentikan bakteri berkembang biak dengan mencegah bakteri membentuk dinding yang mengelilinginya. 

Pembentukan dinding diperlukan untuk melindungi bakteri dari lingkungannya dan untuk menjaga agar isi sel bakteri tetap bersama. Kebanyakan bakteri tidak dapat bertahan hidup tanpa dinding sel. Cefixime aktif melawan spektrum bakteri yang sangat luas seperti Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, Streptococcus pyogenes (penyebab radang tenggorokan), Haemophilus influenzae, Moraxella catarrhalis, E. coli, Klebsiella, Proteus mirabilis, Salmonella, Shigella, dan Neisseria gonorrhoeae. 

Baca juga: Infeksi Virus vs Infeksi Bakteri, Lebih Berbahaya Mana?

Selain infeksi bakteri, kondisi yang bisa ditangani dengan cefixime adalah infeksi sinus pada pasien alergi penisilin, pneumonia, shigella (infeksi yang menyebabkan diare parah), salmonella (infeksi yang menyebabkan diare parah), demam tifoid, infeksi telinga tengah (otitis media), tonsilitis, infeksi tenggorokan (faringitis), radang tenggorokan, bronkitis, pneumonia, infeksi saluran kemih, gonore, dan bronkitis bakterial akut pada pasien dengan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Obat ini mungkin diresepkan untuk kegunaan lain. Informasi selengkapnya mengenai cefixime bisa ditanyakan langsung ke Halodoc! Walaupun cefixime bisa digunakan untuk beberapa kondisi, obat ini terkadang memberikan efek samping mulai dari:

1. Diare.

2. Mual.

3. Sakit perut.

4. Muntah.

5. Ruam kulit.

6. Demam.

7. Nyeri sendi.

8. Radang sendi.

9. Vaginitis.

10. Gatal.

11. Sakit kepala.

12. Pusing.

Cara Mengonsumsi Cefixime

Cefixime dikonsumsi secara oral dengan atau tanpa makanan seperti yang diarahkan oleh dokter dan biasanya sekali sehari. Pada anak-anak, obat ini juga bisa diminum dua kali sehari (setiap 12 jam). Jika kamu menggunakan tablet kunyah, kunyah dengan seksama lalu telan.

Dosis ditentukan berdasarkan kondisi medis dan respons terhadap pengobatan. Pada anak-anak, dosis yang digunakan juga berdasarkan berat badan. Untuk efek terbaik, minumlah antibiotik ini pada waktu yang sama. 

Baca juga: Begini Cara Aman Minum Obat saat Demam

Terus gunakan obat ini sampai jumlah yang diresepkan penuh habis, bahkan jika gejala hilang setelah beberapa hari. Menghentikan pengobatan terlalu dini memungkinkan bakteri terus berkembang, yang dapat menyebabkan kambuhnya infeksi.

Cefixime terkadang memicu efek samping. Ingatlah bahwa ketika dokter meresepkan obat ini karena dia menilai bahwa manfaatnya lebih besar daripada risiko efek samping. Banyak orang yang menggunakan obat ini tidak memiliki efek samping yang serius.

Segera beri tahu dokter jika salah satu dari efek samping yang jarang tetapi sangat serius ini terjadi, seperti sakit perut parah, muntah terus-menerus, mata dan kulit menguning, urine gelap, kelelahan yang tidak biasa, tanda-tanda infeksi baru (misalnya, sakit tenggorokan yang terus-menerus, demam), mudah memar dan berdarah, serta kondisi-kondisi parah lainnya. Pastikan kamu mengonsumsi obat ini sesuai dengan rekomendasi dokter.

Referensi:
MedicineNet. Diakses pada 2021. cefixime (Suprax).
MedlinePlus. Diakses pada 2021. Cefixime.
WebMD. Diakses pada 2021. Cefixime Oral.